Share It
Berita Unik & Terkini

Jangan Isi Radiator dengan Air Sumur dan Bekas A/C
July 4, 2019

Jangan Isi Radiator dengan Air Sumur dan Bekas A/C  

Sudah lama beredar mitos di masyarakat, air sumur bagus untuk mengisi radiator sebab asli dari alam. Begitu pula dengan air bekas kondensasi A/C yang diyakini sebagai air hasil penyulingan. Benarkah? Salah besar.

Air sumur banyak kandungan mineralnya. Mineral tinggi menghasilkan kerak dan kotoran ketika dipanaskan.

″Lihat saja panci bekas rebusan air sumur. Pasti ada kerak berwarna putih atau coklat. Itulah mineral. Begitu juga yang terjadi di dalam radiator. Karena sering memakai air sumur, radiator jadi berkerak,” jelas Arief Hidayat, lulusan Master bidang Teknik Mesin dari Inggris.

Kerak di dalam radiator bikin mampet lubang sirkulasinya. Otomatis, mengganggu sirkulasi air di dalamnya. Karena air terhambat, maka mengganggu proses pendinginan mesin. Akibatnya suhu mesin jadi naik. Bila tidak ditangani, berpotensi overheating dan membuat mesin rusak.

Begitupun dengan air bekas kondensasi A/C. Orang beranggapan air A/C bisa dijadikan cairan radiator. Itu tidak benar.

″Memang air kondensasi kandungan mineralnya rendah. Tapi sudah bercampur udara dan zat-zat lain di wadah tampung air yang berpotensi tumbuhnya jamur dan lumut,″ tambah CEO Wealthy Group ini.

Selain itu titik didihnya juga rendah, jadi lebih besar kemungkinannya untuk menguap dan lebih cepat habis.

coolant

Makanya, radiator coolant menjadi solusi terbaik. Karena bebas dari mineral yang penyebab karat, dilengkapi antijamur dan memiliki tingkat titik didih yang lebih tinggi dibandingkan dengan air biasa.
Jadi jangan pakai air sumur lagi ya untuk radiator.