Share It
Berita Unik & Terkini

Rampok Bank Biar Masuk Penjara Lagi
February 6, 2019

Rampok Bank Biar Masuk Penjara Lagi

William J. Gallagher, seorang penjahat veteran berusia 68 tahun yang baru saja dibebaskan dari penjara setelah hukuman 20 tahun, baru-baru ini merampok bank di Wisconsin, AS dengan harapan ditangkap dan dikirim kembali ke penjara.

Enam bulan setelah menyelesaikan hukuman penjara 20 tahun di sebuah penjara di New Jersey karena percobaan pembunuhan, Gallagher naik kereta ke Winsconsin, di mana ia langsung menuju ke bank Chase dengan niat untuk merampok.

Tapi ini bukan perampokan biasa. Alih-alih menggondol uang sebanyak mungkin dan melarikan diri sebelum polisi datang, Gallagher merampok lalu dengan santai meminta kasir bank untuk memanggil polisi agar segera menangkapnya.



Penduduk asli New York ini telah menghabiskan begitu banyak waktu di balik jeruji sehingga ia tidak bisa menyesuaikan diri dengan kehidupan di luar penjara. Setelah mengingat bahwa seorang narapidana pernah mengatakan kepadanya bahwa penjara di Wisconsin adalah yang terbaik di Amerika Serikat, ia memutuskan untuk bepergian ke sana dan melakukan kejahatan sehingga dia bisa kembali ke kehidupan lamanya di penjara.

"Sekitar 48 tahun yang lalu, saya duduk dengan seorang napi berusia 72 tahun, dan dia telah berada di hampir setiap penjara di negara ini dan dia dipenjara dua kali di Wisconsin. Dia bilang di sana makanannya terbaik, ini, itu, dan semuanya.," kata William J. Gallagher.

Hal lain yang membuat Gallagher tertarik untuk dipenjara di Wisconsin adalah layanan kesehatannya. Bahkan dilaporkan, pelayanan kesehatan di penjara Wisconsin lebih baik daripada yang ditawarkan Departemen Urusan Veteran AS. Jadi dia pikir dia bisa dirawat di penjara.

Tapi bukan hanya fasilitas superior dan perawatan kesehatan dari penjara Wisconsin yang membuat veteran perang Vietnam ini berusaha keras untuk dikurung lagi. Dia telah dipenjara begitu lama sehingga tidak bisa menyesuaikan diri dengan kehidupan di luar. Dia juga tidak ingin menjadi beban bagi anak-anaknya, jadi dia melakukan apa yang menurutnya harus dia lakukan.

"Aku tidak gila, Yang Mulia. Aku berumur 68 tahun. Aku baru saja keluar. Alih-alih pergi mencoba menjalani kehidupan di sini, aku memikirkan apa yang terjadi di tempat yang baru saja aku tinggalkan,” kata Gallagher kepada Hakim David Hansher selama persidangannya.

Bahkan asisten jaksa yang menuntut Gallagher dalam kasus aneh ini, James Griffin, dikejutkan oleh penjelasan pria itu.

"Saya tidak pernah mendengar ada yang merampok bank agar mereka bisa masuk penjara agar bisa mendapatkan perawatan kesehatan. Ini komentar menyedihkan tentang situasi perawatan kesehatan di Amerika. Bahwa seorang pria harus merampok bank untuk mendapatkan perawatan kesehatan adalah disayangkan," kata Griffin.

William J. Gallagher meminta hukuman penjara 10 tahun, tetapi Hakim Hansher memutuskan untuk tidak menghukumnya dulu. Sebagai gantinya, ia menjadwalkan sidang hukuman pada 13 Februari.

Permintaan Gallagher untuk masuk penjara setidaknya selama satu dekade menempatkan Charles Roozen, pengacaranya, dalam posisi yang sulit dan aneh. Tugas pengacara biasanya mencoba untuk membebaskan klien mereka dari jerat hukum atau setidaknya mendapatkan pengurangan hukuman. Tapi pada saat yang sama mereka harus mematuhi keinginan klien juga.

(rn)