Share It
Berita Unik & Terkini

Akun Instagram Gay Muslim Bikin Resah Publik
February 11, 2019

Akun Instagram Gay Muslim Bikin Resah Publik  

Belum lama ini publik dibuat resah atas hadirnya akun Instagram @alpantuni. Akun tersebut memuat konten komik dengan biografi yang tertulis Gay Muslim Comics.

Secara terang-terangan, akun Instagram ini juga mempromosikan akun Twitter @alpantuni yang menampilkan komik gay tanpa sensor. Namun saat ditelusuri, akun Twitter tersebut sudah tidak ditemukan. Demikian juga dalam penelusuran di Facebook, tidak ada akun tersebut.

Akun kontroversial ini pertama kali mengunggah postingan pada 4 September 2018 dengan judul Warm Milk. Dalam postingannya, akun ini kerap menyertakan tagar #gaymalaysia dan #komikmalaysia. Dengan tanda tersebut, muncul dugaan akun ini berasal dari Malaysia.


akun gay muslim

Sementara itu, dilansir Viva.co.id, Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ferdinandus Setu mengatakan, akun tersebut berasal dari Malaysia, bukan dibuat di Indonesia. Pada postingan terakhir di 14 Januari, akun ini mengunggah konten komik dengan bahasa melayu. Postingan kali ini menyertakan tagar #gaymalaysia, #gayindonesia dan #komikmalaysia.

“Akun pertama sudah di-suspend pada bulan lalu, kemudian muncul lagi yang baru. Sejak 2 Februari kami sudah laporkan ke Instagram, sudah kami push juga. Semoga segera disikapi oleh mereka,” kata Nando.

Ia juga meminta netizen beramai-ramai melaporkan akun @alpantuni. Tujuannya agar pihak Instagram lebih cepat menindak, bukan hanya laporan resmi dari Kominfo saja.

Bagi yang ingin berpartisipasi menghanguskan akun ini, cara pertama adalah dengan pergi ke akun @alpantuni di Instagram. Kemudian pilih logo titik tiga di kanan atas, lalu pilih laporkan. Kemudian ada dua opsi, pilihlah menu ‘ini tidak pantas’.

Langkah selanjutnya pilih ‘saya meyakini bahwa akun ini melanggar panduan komunitas Instagram’, laporkan akun, lalu pilih ‘mengirim konten yang tidak pantas’. Kemudian langkah terakhir adalah memilih ‘opsi ketelanjangan atau pornografi’.

 

Apr