Share It
Berita Unik & Terkini

Temuan 1,5 Kg Rambut dalam Perut
March 5, 2019

Temuan 1,5 Kg Rambut dalam Perut  

Memiliki kecanduan yang aneh bisa berdampak pada kesehatan seseorang. Apalagi bentuk kecanduannya tak lazim, seperti makan berhelai-helai rambut.

Inilah yang dialami oleh seorang gadis muda asal China. Ia harus dibawa ke rumah sakit lantaran mengeluh sakit perut hebat yang diakibatkan kebiasaannya makan rambut.

Dilansir Mirror, Seorang anak perempuan berusia delapan tahun dari Tiongkok ini harus menjalani operasi setelah dia memakan rambutnya sendiri dalam kurun waktu enam tahun terakhir.

Gadis yang diketahui bernama Feifei diduga mengunyah rambutnya sendiri pertama kali saat berusia dua tahun. Pada awal Februari, Feifei mulai menderita sakit perut parah dan memiliki beberapa gejala muntah.

Selain itu, perutnya juga terlihat membengkak karena rambut menumpuk di dalamnya dan sulit dicerna. Setelah sang ibu menyadari bahwa putrinya membutuhkan bantuan profesional, ia pun segera membawa Feifei ke Rumah Sakit Donghua yang berlokasi di Guangdong, Cina.

makan rambut

Untuk mengurangi penderitaannya, Dr Tang Shilong yang bertanggung jawab merawat Feifei awalnya melakukan bilas lambung pada gadis itu. Namun, ia tidak dapat menemukan residu makanan apa pun setelah membersihkan isi perutnya.

Dr Tang melanjutkan pemeriksaannya menggunakan CT scan dan terkejut saat menemukan ada gumpalan rambut seberat 1,5 kg berbentuk kusut dengan residu makanan di perutnya.

Karena dokter tidak dapat menghilangkannya melalui endoskopi, Dr Tang akhirnya melakukan tindakan operasi dan berhasil mengangkat bola rambut itu.

“Bola rambut ini pasti sudah ada di perut selama bertahun-tahun. Kebiasaan makan rambut adalah gejala khas pica, yakni kelainan makan yang membuat orang cenderung makan benda-benda yang tidak bergizi,” ujar Dr Tan.

Setelah kejadian ini, Ibu Feifei semakin mengawasi putrinya lebih sering untuk memastikan ia tidak memakan rambut lagi. Gadis muda itu baru saja pulih dari operasi dan sudah mulai makan-makanan lagi.  


Apr