Share It
Berita Unik & Terkini

Warga Berburu Harta Karun di Proyek Jalan Tol
March 14, 2019

Warga Berburu Harta Karun di Proyek Jalan Tol  

Area kilometer 37 atau seksi lima proyek pembangunan jalan tol Malang-Pandaan, Desa Sekarpuro, Kabupaten Malang mendadak ramai didatangi oleh warga. Mereka datang ke lokasi untuk berburu harta karun di situs peninggalan Kerajaan Majapahit.

Diberitakan Suara.com, penemuan harta karun ini bermula saat seorang pekerja menemukan koin mata uang Majapahit di lokasi proyek itu. Penemuan ini lalu menyebar dengan cepat sehingga membuat warga sekitaran berbondong-bondong ikutan mencari harta karun tersebut.

harta karin tol

Muhammad Arifin, salah seorang pencari harta karun, mengatakan sempat memotret area itu. Namun hasil fotonya selalu mengeluarkan sinar. Alhasil ia pun membawa foto tersebut ke orang pintar.

“Pertama, saya foto terus hasilnya keluar cahaya di lokasi foto itu. Saya bawa foto tersebut ke orang pintar, katanya saya akan menemukan benda berharga di situ. Saya temukan potongan guci, keramik, puluhan keping koin mata uang dan emas. Katanya ini lencana pasukan Majapahit karena ada 8 penjuru mata angin,” papar Arifin.

Lencana tersebut bahkan sempat ditawar Rp 4 juta oleh kolektor, namun ia tidak jadi menjualnya. Arifin mengaku hanya mau menjualnya ke Trowulan bila harganya cocok. Ia pun berujar, harta yang paling banyak ditemukan adalah koin mata uang.

“Koin mata uang Cina itu tercecer di tanah kan bekas pengerukan menggunakan eskavator. Apalagi kalau hujan, kita tinggal menyisir sudah banyak terlihat koin,” kata Arifin.

harta karun tol

Sementara itu, arkeolog Universitas Negeri Malang, M Dwi Cahyono menduga lokasi harta karun adalah situs kuno berusia 400 sampai 900 tahun. Diduga pula, area ini dahulu kala bekas pemukiman penduduk Majapahit.

Setelah heboh soal penemuan harta ini, Badan Peninggalan Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Jawa Timur langsung mensterilkan lokasi. Pihaknya berharap agar proses pembangunan jalan tol dengan alat berat dihentikan sementara waktu di area situs itu.

“Kita minta kesadaran pengembang agar memberi waktu BPCB minimal diberi area khusus untuk investigasi, area itu harus steril sebelum diputuskan apakah layak di eskavasi atau tidak,” kata BPCB Trowulan, Korwil Pasuruan, Sulikhin.

Selain harta benda, ditemukan juga struktur bangunan yang terbuat dari batu bata khas bangunan masa silam.

Apr