Share It
Berita Unik & Terkini

Suara Misteri Saat Mendaki Gunung Dijelaskan Secara Ilmiah
March 19, 2019

Suara Misteri Saat Mendaki Gunung Dijelaskan Secara Ilmiah  

Anda pasti pernah mendengar cerita dari para pendaki gunung yang mengaku mendengar suara-suara misterius saat berada di puncak.

Katanya, suara-suara itu berasal dari ″penunggu″ gunung. Ataukah itu hanya efek psikologis yang bisa dijelaskan secara ilmiah?

Dr Hermann Burgger, dari Institute of Mountain Emergency Medicine di Eurac Research Italia, mengungkapkan bahwa atmosfer dan ketinggian gunung dapat membuat orang mengalami kondisi ‘gila’ sesaat. Semakin tinggi posisi, semakin mudah menangkap suara-suara misterius yang entah berasal dari mana.

Menurut para ahli, hal itu disebabkan psikosis. Psikosis adalah gangguan mental yang membuat seseorang sulit membedakan antara kenyataan dan halusinasi. Psikosis ini cenderung tidak disadari oleh penderitanya.

Hal itu dibuktikan pengalaman Dr Jeremy Windsor saat mendaki Everest di 2008. Ketika mendaki sendirian, ia mengaku memiliki teman baru bernama Jimmy yang mengajaknya mengobrol selama di perjalanan. Namun lama kelamaan, teman barunya tersebut hilang tanpa bekas.

Selain psikosis, para ahli meyakini suara-suara misterius juga berhubungan dengan penyakit ketinggian atau altitude sickness. Penyakit ketinggian adalah kondisi yang biasa menyerang pendaki gunung pada ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut. Penyakit ini menyerang ketika tubuh tidak mendapatkan asupan oksigen yang cukup sehingga menyebabkan pusing, mual, dan gangguan keseimbangan.

Saat tubuh kekurangan oksigen, aliran darah menuju otak jadi berkurang. Hal itu membuat seseorang kehilangan fokus dan mengalami halusinasi.

Psikosis dan penyakit ketinggian berisiko menyebabkan seseorang berperilaku aneh dan melakukan hal-hal yang berbahaya. Sebagai contoh, psikosis bisa membuat pendaki merasa terpanggil untuk melompat ke bawah agar lebih cepat sampai ke bawah.

Gejala halusinasi ini biasanya akan berkurang setelah mulai turun gunung karena kadar oksigen sudah mulai banyak.

Jika mulai merasakan pusing atau hilang fokus saat mendaki, istirahatlah sejenak dan minum air yang banyak.  


(rn)