Share It
Berita Unik & Terkini

Perjuangan Perempuan Berbobot 200 Kg Berakhir
March 25, 2019

Perjuangan Perempuan Berbobot 200 Kg Berakhir  

Nurhidayati Khusnul, wanita obesitas berbobot 200 kg asal Lamongan ini tak kuasa melawan komplikasi yang menyerang tubuhnya. Perjuangannya pun berakhir pada Minggu (24/3) kemarin.

Pada Selasa (19/3) lalu, Nurhidayati Khusnul dilarikan ke RSUD dr Soegiri, Lamongan. Warga Desa Kebalandono, Kecamatan Babat dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami gangguan pernapasan selama 3 hari.

“Dibawa ke rumah sakit karena sakit gangguan pernapasan. Sudah sejak kecil mengalami kegemukan, dari usia 14 tahun,” kata sang bibi, Martiah.

Menurut Martiah, bobot Nurhidayati sendiri mencapai hampir 200 kg. Wanita berusia 31 tahun itu dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) di RSUD dr Soegiri.

Kabid Pelayanan RSUD dr Soegiri Lamongan dr Maya Hangraningrum menyatakan ibu satu anak itu terdeteksi obesitas.

“Pasien memang obesitas. Tapi tidak ada tanda-tanda diabetes, tekanan darah pasien juga masih normal,” kata Maya.

Selain sesak nafas, Nurhidayati juga mengalami luka di beberapa titik punggung. Diduga luka-luka tersebut muncul lantaran pasien tidak menggerakkan tubuhnya.

obesitas

Sebelumnya Nurhidayati juga pernah mengalami pembengkakan pada kakinya sebelum sesak napas dan obesitas. Seperti yang disampaikan sang suami, Maskur (40).

“Itu pun sakit di kakinya dirasakan hanya satu minggu. Istri saya pun kembali beraktivitas. Saat dirasakan sakit, kakinya ternyata bengkak. Itu dirasakan 6 bulan lalu. Saat itu hanya disuntik terus sembuh,” kata Maskur.

Namun pada Minggu (24/3), Nurhidayati menghembuskan nafas terakhirnya. dr Maya Hangraningrum membenarkan informasi tentang meninggalnya Nurhidayati Khusnul ini.

“Keadaan atau kondisi pasien semakin turun sekitar jam 14.00 WIB dan meninggal dunia pada pukul 15.00 WIB,” kata Maya.

Maya mengatakan kondisi pasien obesitas drop sejak Minggu siang dan sebenarnya pasien sudah dibantu alat pernafasan sejak Kamis lalu. Kondisi pasien, kata Maya semakin menurun dan ditambah komplikasi penyakit yang diderita oleh pasien.

“Selain sesak nafas, pasien juga mengidap sepsis. Komplikasi berbahaya akibat infeksi,” jelasnya.

Komplikasi infeksi tersebut menimbulkan tekanan darah turun drastis serta kerusakan pada banyak organ.  


Apr