Share It
Berita Unik & Terkini

Ancang-ancang Pemblokiran PUBG
March 25, 2019

Ancang-ancang Pemblokiran PUBG  

Wakil Sekjen MUI, Amirsyah Tambunan, mengatakan kajian fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap game Player Unknown's Battlegrounds (PUBG) akan diputus paling lama satu bulan. MUI masih meminta masukan berbagai pihak terkait game tersebut.

Menurutnya, fatwa MUI terkait game PUBG dibutuhkan untuk memberi pencerahan kepada generasi muda yang kecanduan game tersebut. Kajian fatwa terkait PUBG menyangkut aspek kesehatan, pendidikan, psikologi dan lainnya.

″Game yang menghabiskan waktu membuat pikiran orang keracunan, ketergantungan, dan melalaikan tugas-tugas pelajar sesungguhnya lebih banyak mudarat. Apakah nanti fatwanya segera akan diterbitkan tergantung pada kajian akademik dan masukan dari berbagai pihak,″ kata Amirsyah.

Tak hanya PUBG, MUI akan merilis daftar game yang dinilai lebih banyak mudharatnya.

Sementara itu, Dirjen Aplikasi dan Informatika (Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Semuel Abrijani Pangerapan, mengatakan pihaknya bakal memblokir PUBG apabila dinilai merusak para gamers.

Ia menambahkan, permintaan pemblokiran harus dilalui oleh pengkajian terlebih dahulu oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

″MUI lembaga independen, kalau memang dirasakan merusak, dikaji dulu dan silakan diajukan ke Kemkominfo. Kami siap menindak lanjuti permintaan pemblokirannya,″ tegasnya, Minggu (24/3/2019).

Kemenkominfo sesungguhnya telah memiliki Peraturan Menteri Kominfo Nomor 11 Tahun 2016 tentang Klasifikasi Permainan Interaktif Elektronik. Berdasarkan Pasal 8 Permen Kominfo Nomor 11 Tahun 2016, PUBG masuk klasifikasi gim yang menunjukkan tindakan kekerasan dan hanya boleh dimainkan oleh pemain berusia 18 tahun ke atas.  


(rn)