Share It
Berita Unik & Terkini

Pengalaman Gaib Sopir Ambulans Usai Angkut Jenazah
April 10, 2019

Pengalaman Gaib Sopir Ambulans Usai Angkut Jenazah  

Bagi sebagian orang, mobil ambulans kerap dipandang menyeramkan. Mobil ini bukan saja diperuntukkan bagi orang sakit, tapi tak jarang digunakan untuk mengangkut jenazah.

Kepada detikcom, seorang sopir ambulans bernama Arief Rahman membagikan pengalaman gaib usai mengantarkan jenazah korban kecelakaan. Diketahui, Arief sudah berkerja sebagai sopir ambulans selama lebih dari lima tahun. Selama itu pula, selalu ada pelajaran berharga di dalamnya.

“Barang sekecil apapun yang ada di dalam ambulans itu harus kita pulangin ke keluarga,” ujar Arief, sopir ambulans di Jakarta Timur.

Ia seperti memetik 'hikmah' dari pengalaman pertama kali saat mendapatkan tugas mengantarkan jenazah. Dari situ, ia mengaku sempat mengalami kejadian mistis.

“Waktu itu pertama kali saya bawa jenazah, memang sempat 'diganggu',” kata Arief.

Arief berujar bahwa pasien adalah korban kecelakaan lalu lintas yang mengalami pendarahan di otak. Korban pun meninggal di Rumah Sakit.

“Setelah sampai di Rumah Sakit, kemudian dibawa ke kamar jenazah dan (keluarga) tidak mau dimandikan. Langsung dibawa dan dimandikan di rumah duka,” ucapnya.

pengalaman gaib

Saat itu Arief mengantarkan jenazah ke rumah duka di daerah Pondok Ranggon, Jakarta Timur. Ternyata rute untuk menuju rumah duka jalannya melewati kuburan.

“Pertamanya enjoy karena nganterinnya sama keluarga, nah pas pulangnya ini. Kan sendiri, waktu melintasi pemakaman Pondok Ranggon, jenazah dan keluarga sudah tidak ada. Saya lihat dari kaca spion yang di dalam ada sosok manusia duduk membelakangi saya,” ujarnya.

“Saya cuekin awalnya, kemudian saya lanjut jalan, kedua kalinya saya liat lagi masih ada, biarin aja dulu deh, mungkin ketiga kalinya nggak ada kan, setelah melewati kuburan dan tembok besar, ternyata masih ada juga,” kata Arief.

Arief pun curiga lalu memeriksa kondisi di dalam mobil ambulans. Ia kaget saat menemukan plastik berwarna kuning.

“Punya dia (jenazah) ketinggalan,” ujarnya.

Saat dicek, di dalam plastik kuning itu terdapat pakaian milik korban. Bahkan karena jenazah adalah korban kecelakaan lalu lintas, pakaian itu masih dipenuhi noda darah. Akhirnya Arief putar balik ke rumah duka.

Sesampainya di rumah duka, Arief memberikan bungkusan tersebut kepada pihak keluarga. Ternyata baju yang ada dalam plastik kuning itu merupakan pakaian kesukaan korban saat masih hidup.

“Wah iya bener mas, ini isinya baju sama celana Levis kesukaan dia, dan jaket ini jarang dicuci, tidak ada yang boleh mencuci dan memakainya selain dia,” ujar Arief saat menceritakannya.

“Setelah balik dari rumah duka, kemudian lewat jalan yang sama, nggak nongol lagi, aman,” pungkas Arief.

Pengalaman ini justru tidak membuat dirinya takut. Malahan Arief kepikiran untuk menjalankan tugas dengan sebaik mungkin. Satu hal yang membuatnya menjadi sopir ambulans karena bekerja di bidang pelayanan dan dapat menolong sesama manusia.

“Bekerja dengan ikhlas, ibadah kita juga dapat, dari segi finansial juga ada,” ungkap Arief.  


Apr