Share It
Berita Unik & Terkini

Mendadak Viral, Tugu Fotokopi di Sumatera Barat
April 15, 2019

Mendadak Viral, Tugu Fotokopi di Sumatera Barat  

Pengguna media sosial, khususnya Twitter, diramaikan dengan cuitan akun @ririnyz yang mengaku terkejut mengetahui adanya Tugu Photocopy di kampung halamannya, Sumatera Barat.

Dilansir Hai, akun @ririyinz menulis bahwa dirinya menyadari mayoritas pemilik bisnis photocopy merupakan para perantau dari Sumatera Barat, namun ia tahu jika sampai ada monumennya.

“YA ALLAH MONANGIS TERNYATA BENERAN ADA TUGU FOTOKOPI DI KAMPUNG AWAK,” tulisnya sambil mengunggah sejumlah foto dari Tugu Photocopy.

tugu photocopy

Lalu, bagaimana awal mula dibangun Monumen Photocopy di sana? Apa alasan orang-orang sekitar membangun Tugu Photocopy?

Diketahui, pembangunan Tugu Photocopy sendiri bermula saat 30 persen masyarakat Nagari Atar itu memilih untuk merantau, yang mana 90 persen di antaranya menggantungkan hidup dari usaha photocopy.

Menurut pengakuan Amir Syarifudin selaku Wali Nagari Atar, para perantau ini punya peran besar lantaran penghasilan yang didapat dari jasa photocopy. Pendapatan tersebut disisihkan sebagian untuk membangun kampung halaman.

“Jika mereka sukses, mereka membawa anak kemenakan merantau dan mengembangkan bisnis Photocopy bahkan mereka tidak segan-segan membantu membiayai modal anak kemenakan tersebut, bisa sukses,” ujar Amir.

tugu photocopy

Berkat jasa tersebut, para perantau pun membentuk komunitas dengan nama Ikatan Warga Atar (IWATAR). Komunitas ini kemudian ingin mengabadikan simbol kebersamaan, yang akhirnya memprakarsai pembangunan Tugu Photocopy.

“Tugu ini dibangun sebagai lambang dan pemersatu para perantau yang tersebar di pulau jawa dan sumatera yang membuka usaha Photocopy dengan penduduk di kampung,” terangnya lebih lanjut.

Bukan itu saja, adanya Tugu Photocopy diharapkan agar masyarakat Atar yang hidup di tanah rantau tetap ingat terhadap kampung halaman mereka.

“Kami berharap sangat kepada seluruh masyarakat atar yang ada di rantau, supaya sekali-kali pulang dan mengabdilah untuk kampung halaman. Jan lupo kacang ka kuliknyo,” ujar Haji Yuskar, tokoh masyarakat yang pertama kali membuka bisnis photocopy di Bandung pada tahun 1974.  


Apr