Share It
Berita Unik & Terkini

Strategi Untuk Pemudik Pemula yang Pakai Mobil Pribadi ke Jawa
May 20, 2019

Strategi Untuk Pemudik Pemula yang Pakai Mobil Pribadi ke Jawa  

Jalur mudik ke Jawa adalah salah satu rute paling padat yang ada di Indonesia. Contohnya di Pantura, ada ribuan kendaraan lalu lalang setiap harinya ketika masa mudik.

Jika tahun ini adalah perjalanan mudik pertama Anda dengan kendaraan pribadi, bagaimana cara menyiasatinya?

Pilihan Jalur
Pertimbangkan untuk melihat kondisi jalan terhadap kelayakan kondisi kendaraan. Seandainya pun jalannya bagus, menyiapkan kendaraan dalam kondisi terbaik adalah yang paling utama.

Jika Anda pilih jalur tol Trans Jawa, keuntungannya adalah rute yang lebih sederhana. Karena lewat tol, kendaraan bisa melaju lebih cepat sehingga akan memangkas waktu tempuh. Kekurangannya, akan ada biaya tambahan untuk setiap jalur tolnya. Perkiraan sekitar Rp370.000 untuk Jakarta-Solo.

Sedangkan jika lewat Pantura, membutuhkan pengalaman sebab banyaknya jalur alternatif untuk menghindari kemacetan seperti pasar tumpah di daerah Pemalang, Pekalongan dan padatnya warga. Selain itu masih banyak jalur alternatif yang tidak ada rambu lalu lintas. Jika ingin melalui jalur alternatif, disarankan menggunakan panduan aplikasi peta digital. Jadi jalur Pantura tidak dianjurkan untuk pengemudi pemula.

Kelebihan jalur Pantura memiliki banyak lokasi wisata alam dan kuliner sehingga bisa menjadi pilihan tempat beristirahat. Biaya juga akan lebih murah dibandingkan lewat tol trans Jawa.

Karakter Jalan
Jika ingin lewat tol trans Jawa dari Jakarta, berangkatlah ketika masih pagi. Sebab risiko berbahayanya ada di tol Cipali. Karakternya banyak kelokan yang semu. Jalan terlihat seperti lurus, tetapi ada sedikit belokan.

Selain itu angin juga menjadi tantangan. Bagi pengguna mobil dengan bobot ringan, di Pejagan-Pemalang ada area persawahan luas hingga bisa mengurangi keseimbangan mobil apabila melaju di atas 100 km/jam.

Sementara itu di Jalan Pantura, jalurnya sempit serta banyak dilewati kendaraan berat dan besar. Di Indramayu, Pemalang dan Brebes bahkan ada dua jalur berlawanan, namun pemisahnya tipis dan pendek, sehingga berpotensi menyerempet apabila terlalu ke arah kanan.

Belum lagi minimnya penerangan jalan untuk jalur alternatif. Jadi dianjurkan tidak untuk melewatinya jika hari sudah gelap.  


(rn)