Share It
Berita Unik & Terkini

4 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Mudik Lewat Trans Jawa
May 29, 2019

4 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Mudik Lewat Trans Jawa  

Buat kamu yang mau mudik lebaran tahun ini menggunakan kendaraan mobil pribadi, maka bisa melintasi jalan Tol Trans Jawa yang menghubungkan Jakarta hingga ke Surabaya. Tersambungnya jalan tol secara penuh ini memudahkan masyarakat melakukan perjalanan mudik.

Meski demikian, ada sejumlah hal penting yang perlu diketahui saat mudik menggunakan jalur Trans Jawa ini. Apa saja? Dilansir detikcom, simak ulasannya berikut ini.

1. Hati-hati Pemalakan di Rest Area Palikanci
Pemudik yang berhenti di rest area jalan Tol Palimanan-Kanci diminta waspada terhadap aksi premanisme. PT Jasa Marga Cabang Palikanci, Cirebon, Jawa Barat selaku pengelola pun telah berupaya mengantisipasi aksi tersebut.

Deputi General Manager PT Jasa Marga Cabang Palikanci Zakaria mengatakan premanisme kepada pemudik itu umumnya berupa pemalakan. Contohnya pemudik yang melaksanakan ibadah, lalu sandal atau sepatunya dipindah ke penitipan. Usai beribadah, pemudik mengambil sandal atau sepatunya dengan mengeluarkan uang.

"Mereka bergantian dan setiap kelompok rata-rata bisa dapat Rp 1 juta dalam sehari. Kalau dibagi anggota kelompok bisa dapat Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu sehari," kata Zakaria.

Untuk itu, kata Zakaria, pihaknya kini telah bekerja sama dengan menggandeng pelaku. Jasa Marga mempekerjakan pelaku dengan memberi bayaran yang sesuai upah minimum, agar tak ada lagi pemalakan yang merugikan pemudik.

2. Puncak Mudik Ruas Batang-Semarang Diprediksi H-5
Puncak arus mudik di ruas tol Batang-Semarang diprediksi terjadi pada 31 Mei 2019 atau H-5 Lebaran. Jasa Marga Semarang-Batang (JSB) pun melakukan percepatan penyiapan infrastruktur untuk melayani para pemudik yang melintasi jalur tersebut.

Direktur Utama Jasa Marga Semarang-Batang Arie Irianto mengungkapkan, ruas tol Semarang ini baru pertama kali dilewati pemudik dengan status beroperasi penuh pada Lebaran nanti. Di mana, pada tahun lalu ruas tol ini masih berstatus fungsional saat mudik Lebaran.

"Untuk mudik, balik Lebaran jauh lebih baik, dulu kita masih fungsional, masih banyak yang rigid belum selesai. Alhamdulillah akhir tahun 2018 sudah beroperasi dan sudah dapat sertifikat laik operasi," kata Arie di kantor Jasa Marga Semarang-Batang, Semarang.

Selain itu, pihaknya juga menerjunkan petugas pembawa mobile reader yang akan mendatangi mobil-mobil pemudik saat akan masuk di Gerbang Tol Kali Kangkung.

3. Awas Kantuk di Ruas Ngawi-Kertosono
Saat melintas di tol Ngawi-Kertosono, baik dari arah Ngawi maupun sebaliknya, pemudik perlu ekstra hati-hati. Pasalnya ruas sepanjang 88 kilometer ini menjadi salah satu jalan yang paling sering terjadi kecelakaan lalu-lintas.

Dirut PT Jasa Marga Ngawi Kertosono Kediri, Iwan Moediatno mengungkapkan, ruas tol Ngawi-Kertosono menjadi titik lelah baik untuk perjalanan dari arah barat maupun timur.

"Karena kalau dari timur sudah terkuras di Semarang dan digenjot lagi di Solo, nah di Surabaya ke tempat kita. Kebetulan jalannya juga lurus, dan record kita, kita juara 1 dalam lalu-lintas kecelakaan. Kebanyakan tabrak belakang," kata Iwan di Surabaya.

Iwan menjelaskan, kecelakaan biasanya terjadi karena kesalahan dan ketidakhati-hatian pengemudi sendiri. Yang menjadi faktor penyebab kecelakaan paling banyak ialah soal kantuk dan lelah.

Untuk meminimalisir kecelakaan yang terjadi khususnya di musim mudik nanti, Iwan mengaku pihaknya telah menyiapkan sejumlah sarana keselamatan tambahan. Mulai dari penambahan rambu batas wilayah, rambu kecepatan, rambu menjelang rest area, hingga rambu awal masuk tol.

4. Titik Rawan Macet di Ruas Surabaya-Gempol
PT Jasa Marga (Persero) memperkirakan terdapat dua titik atau lokasi yang berpotensi menimbulkan kemacetan saat mudik Lebaran di ruas Tol Surabaya-Gempol.

General Manager (GM) Jasa Marga Cabang Surabaya-Gempol Bagus Cahya AB mengatakan dua titik tersebut yakni di Gerbang Tol (GT) Sidoarjo 2 dan GT Kejapanan.

"Apabila terjadi antrean panjang di GT Sidoarjo 2, maka arus lalu lintas dialihkan melalui GT Sidoarjo 1 bagi kendaraan yang menuju arah Porong," jelasnya di Surabaya.

Untuk mengantisipasi kepadatan di GT Kejapanan Utama, lanjut Bagus, pihaknya berkoordinasi dengan Kepolisian akan melakukan pengaturan lalu lintas guna membagi beban transaksi, baik entrance maupun exit, melalui sistem buka/tutup.

Langkah lainnya ialah memfungsikan mobile reader untuk meningkatkan kapasitas transaksi.  


Apr