Share It
Berita Unik & Terkini

Pengharaman PUBG Dianggap Tidak Tepat
June 24, 2019

Pengharaman PUBG Dianggap Tidak Tepat  

Pemberian fatwa haram untuk game PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG) oleh Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh dianggap tindakan yang reaktif dan berlebihan oleh juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bidang Teknologi Informasi, Sigit Widodo, Senin (24/6).

“Apakah MPU Aceh sudah melakukan penelitian psikologis terhadap pemain PUBG? Kalau sudah, berapa sampel yang diambil sehingga mereka bisa mengambil kesimpulan seperti itu?” ujarnya.

“Pengguna aktifnya sekitar 100 juta orang. Kalau ada perilaku menyimpang dari beberapa pengguna game ini, secara statistik angkanya tidak signifikan. MPU Aceh terlalu cepat mengambil kesimpulan,” kata Sigit.

Namun PSI memahami ada game yang berbahaya jika dimainkan oleh anak-anak di bawah umur.

“Fatwa haram tidak efektif. Kami lebih mendukung inisiatif Kominfo untuk membuat klasifikasi game,” ujar Sigit.

Sebagai informasi, sudah ada Peraturan Menteri Kominfo Nomor 11 Tahun 2016 tentang Klasifikasi Permainan Interaktif Elektronik.

Selain itu juga sudah ada Indonesia Game Rating System (IGRS) yang bisa diakses lewat https://igrs.id. IGRS berfungsi seperti klasifikasi usia penonton film.

igrs

“Sayangnya IGRS belum cukup efektif untuk mencegah anak-anak di bawah umur memainkan game dewasa,” kata Sigit.

Karena itu, PSI berharap Kominfo dapat lebih mengoptimalkan IGRS untuk mengurangi pengaruh negatif game.

“Kita dapat menjadi negara primadona untuk industri game online. Fatwa haram terhadap game akan mengganggu perkembangan industri kreatif di Indonesia,” tutup Sigit.  


(rn)