Share It
Berita Unik & Terkini

Viral, Obat Jerawat Pakai Antibiotik
June 24, 2019

Viral, Obat Jerawat Pakai Antibiotik  

Sebuah unggahan yang memberikan informasi bahwa obat antibiotik berjenis Amoxilin bisa digunakan untuk mengobati jerawat beredar viral di media sosial. Benarkah obat tersebut bisa dipakai untuk menghilangkan jerawat pada wajah?

Dilaporkan Kompas.com, unggahan berupa tangkapan layar itu beredar di Twitter. Bermula saat seorang warganet menanyakan bagaimana cara ampuh menyembuhkan jerawat melalui fitur InstaStory pada aplikasi Instagram.

Tak lama pertanyaan itu dijawab oleh warganet lain yang katanya sudah mempraktikkan Amoxilin dicampur dengan air mawar sangat manjur mengobati jerawat.

“Liat sebuah tips (Amoxilin dicampur air mawar) di Instagram Story orang hehe aku screenshot, langsung kupraktikkan deh. Dan Asli manjur topcer,” tulis salah satu warganet.

jerawat abtibiotik

Menanggapi hal itu, staf Pengajar Divisi Alergi dan Imunologi Universitas Indonesia (UI), Dr dr Windy Keumala Budianti SpKK, kepada Kompas.com menegaskan bahwa obat Amoxilin memiliki risiko resistensi yang cukup besar.

“Bakteri yang utama kan Propionibacterium acnes. Dengan Doxycicilin dan Klindamisin sudah cukup. Kalau Amoxilin, risiko resistensi lebih besar,” ujar dr Windy.

Menurut dr Windy, dengan membalurkan Amoxilin pada wajah maka sama sekali tak ada manfaatnya.

Bukan itu saja, menurut staf pengajar Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman, dr Ismiralda Oke Putranti SpKK mengatakan bahwa pemakaian antibiotik yang tak diatur membuat bakteri/kuman malah menjadi resisten.

“Itu cara yang salah kaprah. Antibiotik hanya boleh diberikan oleh dokter, karena pemakaian antibiotik yang sembarangan membuat kuman menjadi resisten terhadap antibiotik,” ujar dr Oke.

Penggunaan antibiotik, sambung dr Oke, tanpa anjuran dokter bisa menyebabkan infeksi yang lebih berat dan bahkan penyakit pun menjadi lebih kebal dengan obat.

Selain itu, dr Oke mengungkapkan bahwa peran antibiotik ditujukan untuk mengontrol kolonisasi kuman.

“Jadi tidak boleh (dikonsumsi) dalam jangka waktu panjang dan dosis tinggi,” ujar dr Oke.

“Apalagi kalau dikonsumsi secara diminum, kuman-kuman normal di bagian tubuh yang lain juga bisa mati. Akibatnya fungsi normal tubuh justru akan terganggu,” imbuhnya.

dr Oke pun mengimbau agar masyarakat tidak memperpanjang pemakaian antibiotik tanpa saran dari dokter dan dilarang menaikkan dosis antibiotik tanpa memperhatikan dosis.  


Apr