Share It
Berita Unik & Terkini

Dulu Dibuang Ibunya di Tempat Sampah, Kini Jadi Pengusaha Sukses
November 14, 2019

Dulu Dibuang Ibunya di Tempat Sampah, Kini Jadi Pengusaha Sukses  

Ini bukan tentang siapa kita atau dalam keadaan apa kita dilahirkan. Ini tentang apa yang kita lakukan dengan waktu yang diberikan kepada kita.

Berikut ini adalah kisah luar biasa tentang bagaimana seorang bayi yang dibuang oleh orangtua kandungnya kini tumbuh menjadi penemu, pengusaha, dan dermawan yang sukses.

Freddie Figgers (30), saat ini adalah CEO dari sebuah perusahaan bernilai $62 juta yang ia mulai ketika ia masih remaja. Dia juga memegang empat paten dan telah mencoba teknologi dan menciptakan hal-hal baru sejak dia masih kecil.

Lahir di Quincy, Florida, Figgers ditinggalkan di tempat sampah oleh ibunya tepat setelah dilahirkan. Dia kemudian diadopsi oleh Nathan dan Betty Figgers ketika dia berusia dua hari.

Sebagai pendiri dan CEO Figgers Communication, Figgers telah menciptakan dan berinovasi sejak masa kecilnya. Ketika dia berusia 9 tahun, dia berhasil memperbaiki komputer pertamanya. Pada usia 12, dia sudah bekerja sebagai teknisi komputer.

Terlebih lagi, pada usia muda 15 tahun, ia memulai sebuah perusahaan cloud computing. Ketika ayahnya didiagnosis menderita Alzheimer, ia membuat sepatu dengan pelacak GPS dan komunikasi dua arah.

″Produk itu sangat sukses dan sebuah perusahaan dari Kansas membelinya dari saya seharga $2,2 juta,″ kata Figgers.

Setahun kemudian, ia menggunakan uang itu untuk mendirikan Figgers Communication. Benar-benar inspiratif.

Pada usia 24, Figgers telah membangun dan merancang 80 perangkat lunak khusus. Selain memiliki pikiran yang cemerlang dan etos kerja yang luar biasa, ia juga memiliki hati emas.

Dia adalah panutan aktif di komunitasnya. Dia mensponsori program pemuda, menawarkan beasiswa perguruan tinggi kepada siswa sekolah menengah atas, membayar tagihan manula dan membantu membayar cicilan rumah.

″Saya percaya mengubah kepedulian menjadi tindakan, dan jika Anda melihat masalah, temukan solusi untuk memberikan dampak dan mengubah kehidupan seseorang,″ kata Figgers.