Share It
Berita Unik & Terkini

Polisi Buka Jasa Antar Jemput Gratis Siswa Yatim Piatu
December 3, 2019

Polisi Buka Jasa Antar Jemput Gratis Siswa Yatim Piatu  

Nama Aipda Purnomo menjadi perhatian lantaran aksinya memberikan jasa antar jemput gratis bagi siswa yatim piatu. Selama ini, sejumlah siswa yatim piatu kesulitan untuk berangkat menuju sekolah, lantaran jaraknya cukup jauh atau tidak memiliki sepeda.

Purnomo menyebut ojek sekolah bagi anak yatim piatu ini gratis, diberi nama Ojek Gratis dan Uang Saku (OGUS). Jasanya dinikmati waktu berangkat dan pulang sekolah. Layanan sukarela ini menggunakan kendaraan berupa enam unit motor.

“Sebenarnya usaha ini sudah kami lakukan mulai 25 November 2019 kemarin, dengan kami dibantu oleh enam unit motor yang disumbang oleh para donatur. Alhamdulillah, kami hingga kini bisa mengantar-jemput setidaknya 8 siswa yatim-piatu setiap hari,” ujar Purnomo kepada kompas.com.

Anggota Satuan Lalu Lintas Polres Lamongan yang berdinas di Polsek Babat ini menjelaskan, saat ini OGUS baru dapat melayani beberapa orang siswa yatim piatu yang ada di tiga kecamatan. Sebab, kendaraan dan tenaga ojek masih terbatas.

Namun ia optimistis dengan bertambahnya kendaraan yang disumbang oleh para donatur dapat lebih banyak melayani siswa yatim piatu. Sementara, tenaga pengantar atau tukang ojek yang mengantar anak-anak, berasal dari anggota yayasan komunitas sosial, terutama para guru swasta.

ojek gratis

Purnomo mengatakan, program sukarela ini sekaligus membantu para guru swasta yang kebanyakan tidak mampu membeli sepeda motor.

“Kami juga ingin memberikan fasilitas kepada para guru swasta, dalam hal ini anggota Berkas yang kebanyakan tidak mampu membeli sepeda motor atau sepeda motornya yang sudah usang, tapi belum mempunyai uang untuk membeli unit yang baru,” katanya.

Menurut Purnomo, guru-guru honorer dipinjamkan sepeda motor agar mau memberikan layanan jasa antar jemput siswa yatim piatu ke sekolah.

Purnomo pun mengaku rela menghabiskan salah satu uang tunjangannya demi membiayai bahan bakar motor yang digunakan anggota komunitas.

“Kebetulan saya sekarang menjabat sebagai Panit Lantas Polsek Babat, sehingga uang tunjangan jabatan inilah yang saya pakai untuk beli BBM dan uang saku kepada para siswa yatim piatu yang diantar-jemput,” tutur Purnomo.

Selain itu, para siswa yatim piatu juga mendapatkan uang saku per hari Rp5.000. Uang ini sengaja diberikan, guna memotivasi agar semakin giat belajar dan menuntut ilmu.

Sementara, untuk proses perbaikan sepeda motor apabila mengalami kerusakan minor ataupun ganti oli, menurut Purnomo, sudah ada pihak donatur atau bengkel yang bersedia membantu tanpa dikenakan biaya sepeserpun.