Share It
Berita Unik & Terkini

Kisah Mulia, Emak-emak Rawat 250 Kucing Telantar
December 19, 2019

Kisah Mulia, Emak-emak Rawat 250 Kucing Telantar  

Kasih sayang tak hanya dibutuhkan oleh manusia. Makhluk hidup lain seperti kucing pun harus diberikan kehidupan layak.

Prinsip tersebut dipegang erat oleh Dita Agusta (45) dan suaminya Moh Luthfi (51). Pasangan suami istri di Jalan Pasir Naga, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Kemang Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat tersebut membangun 'Rumah Kucing Parung'.

Rumah ini dibuat sejak tahun 2015. Tempat ini menjadi naungan kurang lebih 250 kucing telantar.

Kepada kompas.com, Dita menceritakan, beberapa kucing ia temukan dalam keadaan memprihatinkan di jalanan. Seperti kucing berkaki pincang yang kemudian ia rawat.

Di rumah itu, Dita merawat ratusan kucing tersebut dibantu suami, anak dan lima orang pekerja.

rumah kucing

Merawat setidaknya 250 ekor kucing bukan hal yang mudah bagi Dita dan suaminya. Mereka harus mengeluarkan biaya pakan Rp 1 juta dalam satu hari. Tak jarang keluarga harus merogoh kocek sendiri untuk pakan dan perawatan jika sumbangan dari donatur kurang.

Suami Dita, Luthfi pun mau tak mau membuka usaha kecil-kecilan ternak ikan lele untuk menambal kebutuhan. Tak hanya pakan, kucing-kucing tersebut mendapatkan vitamin dan vaksinasi. Dalam hal ini, Dita bekerja sama dengan dokter hewan.

Setelah membangun Rumah Kucing Parung, Dita berencana memperluas halaman belakangnya. Seorang dermawan menghibahkan tanah tersebut bagi rumah kucing keluarga Dita. Rencananya, Dita akan menjadikan lokasi itu sebagai tempat pemakaman kucing yang mati karena usia dan penyakit.

“Nyawa ya mereka membawa diri masing-masing tergantung kekuatan daya tahan tubuhnya, jadi normal usia biasanya 20 tahun paling lama dan ada kucing di sini bertahan 17 tahun itu mati karena tua,” ucapnya.

rumah kucing

Bagi Dita, setiap makhluk bernyawa memiliki hak masing-masing, termasuk hak mendapatkan kasih sayang.

“Untuk manusia justru lebih banyak yang peduli tapi kalau hewan siapa peduli yang ada malah lebih banyak disakiti, dianiaya, saya juga enggak memaksa kok orang untuk suka,” ungkapnya.

Dita juga berpesan kepada masyarakat untuk tidak menyakiti binatang.

“Karena hak hidup kita sebenarnya sama seperti mereka. Di bumi ini kan enggak cuma manusia yang berhak hidup, hewan tumbuhan juga semua ciptaannya sama,” ucapnya.