Share It
Berita Unik & Terkini

Fatwa Haram Vape Dipertanyakan
January 28, 2020

Fatwa Haram Vape Dipertanyakan  

Produsen rokok elektronik atau vape mempertanyakan fatwa haram untuk vape yang dikeluarkan PP Muhammadiyah pada 14 Januari lalu. Permintaan untuk mengkaji ulang fatwa tersebut dikarenakan selama ini menurut produsen vape di Sidoarjo dan Surabaya, bahan yang digunakan hampir seluruhnya telah tersertifikasi halal oleh MUI. Bahan-bahan vape dijual bebas di pasaran karena juga biasa dipakai sebagai bahan pembuatan makanan.

Fatwa haram vape menuai banyak respon dari publik. Majelis Ulama Indonesia menghargai PP Muhammadiyah yang mengeluarkan fatwa haramnya. MUI menilai Muhammadiyah tentu memiliki dalil hukum tentang fatwa itu.

Dalam putusan Majelis Tarjih dan Tarjid PP Muhammadiyah menyebut, mengonsumsi vape sama dengan rokok biasa yang menyebabkan kerusakan diri sendiri, karena vape dan rokok konvensional terbukti mengandung banyak zat beracun. Dua ayat yang dijadikan landasan fatwa tersebut adalah Al-Baqarah 195 dan An-Nisa 29.