Share It
Berita Unik & Terkini

Nelayan Palestina Menangkap Ikan di Laut dengan Perahu dari Botol Plastik Bekas
October 8, 2020

Nelayan Palestina Menangkap Ikan di Laut dengan Perahu dari Botol Plastik Bekas

Tiada rotan akar pun jadi. Pepatah tersebut tampaknya tepat diberikan kepada sekelompok nelayan di Gaza, Palestina. Langkanya stok bahan bakar membuat mereka terpaksa mencari ikan di laut tidak dengan kapal motor mesin seperti nelayan pada umumnya, tetapi dengan perahu kecil yang terbuat dari botol plastik bekas!

Blokade darat dan laut yang diterapkan oleh militer Israel terhadap kawasan Gaza, Palestina sejak tahun 2006 telah membuat warga Gaza menderita dari sektor ekonomi dan mengalami kekurangan dalam berbagai kebutuhan sehari-hari. Blokade tersebut sengaja dilakukan Israel untuk mencegah kelompok Hamas yang menguasai wilayah tersebut menyelundupkan persenjataan ke wilayah Gaza. Hamas sendiri dikenal tidak pernah mau mengakui keberadaan Israel sehingga mereka bertekad untuk terus memberikan perlawanan hingga seluruh wilayah Palestina yang direbut Israel dikembalikan ke rakyat Palestina.

Kondisi perekonomian yang buruk tersebut memaksa warga Gaza mencari cara untuk memenuhi kebutuhan mereka. Gaza sendiri sebenarnya menghadap ke lautan yang luas dan memiliki potensi hasil laut yang melimpah. Namun, blokade laut Israel membatasi pergerakan kapal dan perahu hanya diperbolehkan sebatas 6 mil dari tepi pantai. Kondisi tersebut masih diperparah dengan terbatasnya jumlah kapal nelayan serta langkanya pasokan bahan bakar di Gaza. Kondisi listrik di Gaza juga sering mengalami pemadaman karena terbatasnya bahan bakar imbas blokade Israel.


Sumber Foto: arabnews.com

Hingga akhirnya, sejumlah warga lokal berinisiatif untuk membuat perahu dengan bahan baku botol plastik bekas. Salah satu warga tersebut, Bahaa Obeid yang sebelumnya merupakan teknisi listrik mulai mengumpulkan sampah-sampah botol plastik bekas di Gaza untuk kemudian dirakit menjadi sebuah perahu. Bahaa berhasil mengumpulkan sekitar 1.000 botol plastik bekas untuk kemudian diikat dan dirakit menjadi sebuah perahu kecil. Usahanya tidak sia-sia, Bahaa dan sejumlah rekannya berhasil mengarungi pantai Gaza untuk menangkap ikan di wilayah yang diizinkan oleh militer Israel. Perahu plastik tersebut tidak dilengkapi mesin motor sehingga harus didayung secara manual.

Nelayan lokal Gaza lainnya, Muath Abu Zeid juga melakukan langkah serupa. Kondisi perekonomian yang buruk memaksanya untuk berpikir kreatif mencari cara untuk kembali melaut dan menangkap ikan lagi. Berbekal 700 botol plastik bekas, Abu Zeid berhasil merakit perahu hanya dengan merekatkannya dengan lem dan jaring bekas. Perahu plastik Abu Zeid bahkan bisa memuat hingga delapan orang. Sama halnya dengan perahu milik Bahaa Obeid, perahu ini harus didayung secara manual oleh penumpangnya hingga ke tengah laut untuk dapat menangkap ikan. Meskipun demikian, perahu-perahu berbahan botol plastik bekas ini sebenarnya kurang memenuhi standar keamanan karena sangat rawan apabila dihantam ombak.

Keberadaan perahu-perahu plastik tersebut sangat membantu warga Gaza dalam pemenuhan stok kebutuhan pangan mereka. Sementara bagi nelayan Gaza sendiri, perahu tersebut mampu memberikan penghasilan yang turut membantu meningkatkan perekonomian Gaza di tengah blokade Israel yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Kondisi serba terbatas terkadang memang justru memicu kreatifitas dan ide-ide baru.

Sumber Foto: yenisafak.com


AI