Share It
Berita Unik & Terkini

Jika Orang Ini Tidak Meninggal Dunia, Jutaan Nyawa Manusia Mungkin Bisa Terselamatkan
October 22, 2020

Jika Orang Ini Tidak Meninggal Dunia, Jutaan Nyawa Manusia Mungkin Bisa Terselamatkan

Sepanjang sejarah umat manusia, terdapat sebuah peristiwa tragis di mana kematian seorang tokoh mengakibatkan jutaan orang lain harus menjadi korban dan mengakibatkan terjadinya sebuah perang besar yang dianggap sebagai salah satu perang terbesar sepanjang sejarah. Adalah kematian Archduke Franz Ferdinand, pangeran dan pewaris takhta Kekaisaran Austria-Hongaria yang akhirnya memicu Perang Dunia I dan menewaskan jutaan orang.

Franz Ferdinand tewas dalam sebuah plot pembunuhan berencana yang dilakukan oleh kelompok perlawanan nasionalis Serbia. Pembunuhan tersebut terjadi pada hari Minggu 28 Juni 1914 ketika Franz Ferdinand bersama istrinya, Sophie yang bergelar Duchess of Hohenberg tengah mengunjungi kota Sarajevo di provinsi Bosnia Herzegovina, salah satu wilayah Kekaisaran Austria-Hongaria.

Situasi Eropa saat itu tengah panas karena terjadi konflik politik yang melibatkan sejumlah negara di wilayah Balkan, Eropa sebagai dampak runtuhnya Kekaisaran Turki Ottoman. Serbia yang menghendaki untuk berpisah dari Bosnia Herzegovina dan mendirikan sebuah negara merdeka menganggap Franz Ferdinand yang merupakan putra mahkota Kekaisaran Austria-Hongaria sebagai penghalang utama sehingga harus disingkirkan.

Sejak awal kedatangan Franz Ferdinand dan istrinya ke Sarajevo hari itu, mereka sudah mendapat sambutan yang tidak menyenangkan. Dalam perjalanan ke kediaman Gubernur, iring-iringan mobil rombongan mereka diserang dengan granat tangan, tetapi mereka berhasil lolos setelah lemparan granat tangan tersebut meleset dan meledak mengenai mobil yang berada persis di belakang mereka.

Setibanya di kediaman gubernur, Franz Ferdinand dan istrinya langsung bersikeras untuk mengunjungi para korban lemparan granat tersebut di rumah sakit lokal. Ironisnya rencana mengunjungi rumah sakit tersebut tidak diinformasikan kepada supir mobil yang membawa Franz Ferdinand sehingga mereka sempat salah jalan dan harus memutar arah. Keberadaan iring-iringan yang salah jalan tersebut secara tidak sengaja diketahui oleh Gavrilo Princip, salah satu anggota kelompok nasionalis Serbia yang menyerang rombongan Franz Ferdinand sebelumnya.

Mengetahui target utamanya mendadak muncul, Princip yang saat itu tengah duduk di cafe langsung menyeberangi jalan dan mendekati mobil yang ditumpangi Franz Ferdinand, ia pun segera menembakkan pistolnya ke arah pasangan Kekaisaran Austria-Hongaria tersebut. Princip menembak perut istri Franz Ferdinand, Sophie terlebih dahulu sebelum menembak leher Franz Ferdinand. Mengetahui istrinya tertembak, Franz Ferdinand berusaha agar sang istri tercinta tetap sadar namun usahanya sia-sia. Franz Ferdinand sendiri tampaknya tidak menyadari luka tembak di lehernya yang parah hingga akhirnya dirinya tewas karena turut tidak sadarkan diri dalam perjalanan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.


Sumber Foto: history.com

Pembunuhan Franz Ferdinand langsung memancing kemarahan Kekaisaran Austria-Hongaria yang kemudian mengultimatum Serbia apabila tuntutan mereka terkait pembunuhan Franz Ferdinand tidak dipenuhi. Situasi semakin memanas ketika sejumlah negara besar Eropa ikut telibat dalam konflik ini yang kemudian memicu timbulnya perang besar di daratan Eropa dan dikenal sebagai Perang Dunia I, bahkan Amerika Serikat pun akhirnya turut terlibat dalam peperangan yang memakan korban jiwa jutaan warga sipil maupun prajurit militer serta kerusakan skala besar selama empat tahun konflik bersenjata tersebut.

Jika seandainya Franz Ferdinand tidak terbunuh di Sarajevo, Perang Dunia I kemungkinan besar bisa dihindari sehingga tidak perlu terjadi timbulnya korban jiwa dan materil dalam jumlah yang cukup besar. Perang Dunia I juga menyisakan perasaan dendam yang cukup mendalam di pihak Jerman yang merasa dipermalukan sebagai pihak yang kalah perang oleh sejumlah negara Eropa dan diwajibkan membayar kerugian perang dalam jumlah sangat besar. Di kemudian hari Jerman berusaha membalas perlakuan ini dengan memulai Perang Dunia II tahun 1939 yang jumlah korban jiwa maupun skala kerugiannya jauh lebih besar dibandingkan Perang Dunia I.

AI