Share It
Berita Unik & Terkini

Teknologi 5G Cina Unggul, Amerika Marah Besar
November 4, 2020

Teknologi 5G Cina Unggul, Amerika Marah Besar

Perkembangan yang pesat pada teknologi 5G Cina membuat Amerika panas. Akibatnya terjadi perseteruan tak terelakkan antara Amerika dengan Huawei. Pihak Amerika tentu saja menolak menggunakan teknologi 5G dari Cina terlebih lagi Motorola juga memiliki teknologi serupa meski masih kalah dalam banyak hal. Sebenarnya apa itu 5G? Apa yang membuat Cina lebih unggul, dan membuat Indonesia menyetujui untuk menggunakannya?

Istilah 5G merujuk pada standar teknologi pengiriman data telekomunikasi selular melalui gelombang radio. Pada tahap selanjutnya, gelombang-gelombnag radio tersebut akan dipecah-pecah lagi agar dapat difungsikan ke berbagai media. 5G milik Cina diklaim dapat mengirimkan data sebesar 1300 Gbps. Sedang, pada teknologi 4G hanya mencapai 100 Mbps. Selain itu, pada versi 5G, pengiriman paket data dapat dilakukan ke lebih banyak media. Tidak seperti 4G yang masih sangat terbatas pada media-media tertentu saja.

Kelemahan tenologi 4G terdapat pada penurunan daya kirim paket data ketika berpindah-pindah BTS. Pada teknologi 5G tetap akan mengalami penurunan, tetapi tidak separah 4G. Cina memperkirakan teknologi 5G akan mengalami penurunan di angka 800 Gbps jika berpindah-pindah BTS. Menakjubkan bukan?

5GSumber: pixabay.com

Perbedaan lainnya, teknologi 5G memungkinkan banyak peralatan canggih terkoneksi internet secara bersamaan di satu waktu. Ini memungkinkan dunia lebih terkoneksi lagi dengan internet. Beberapa yang dapat terakses teknologi ini adalah peralatan rumah pintar hingga kendaraan. Dengan digunakannya 5G, kemungkinan manusia bisa membuat segerombolan drone bekerja sama untuk melakukan misi pencarian dan penyelamatan, analisa kebakaran, dan pemantauan lalu lintas, yang semuanya berkomunikasi secara nirkabel satu sama lain dan stasiun pangkalan darat melalui jaringan 5G.

Banyak pula yang menganggap 5G akan sangat penting bagi kendaraan otomatis (self-driving) untuk dapat digunakan berkomunikasi satu sama lain dan membaca peta langsung juga data lalu lintas. Bahkan, game seluler akan lebih lancar dimainkan, dengan lebih sedikit penundaan atau latensi, yang bisa dengan mudah digunakan hanya dengan menekan tombol pada pengontrol dan melihat efeknya di layar. Video seluler dan panggilan video (video call) akan lebih jelas dan tanpa gangguan.

5g vehicleSumber: www.pymnts.com

Belum dapat dipastikan kapan teknologi 5G dapat masuk ke Indonesia. Dari sisi biaya, kenaikan kecepatan transfer data juga akan mengakibatkan kenaikan pembayaran paket data oleh para user. Bayangkan jika kamu harus membayar tiga kali lipat dari apa yang sudah kamu bayarkan saat ini? Jawabannya, mungkin tidak semua user membutuhkan kecepatan seperti ini bila diiringin oleh beban pembayaran yang juga berat. Kalangan pebisnis dan industrilah yang paling mungkin memanfaatkan teknologi 5G ini.

Amerika juga menolak, dan meminta negara-negara sekutunya untuk tidak menggunakan teknologi 5G milik Cina. Alasannya pihak Amerika menganggap Cina menggunakan teknologi 5G untuk memata-matai negara-negara lain. Meski demikian, Indonesia menjadi salahsatu negara yang telah menyetujui untuk menggunakan teknologi milik Cina tersebut. Fitur-fitur yang ditawarkan memang menggiurkan, dan tentu lebih murah. Sebenarnya Indonesia pernah melakukan uji coba 5G ini ketika Asian Games 2018 yang lalu. Mobil yang digunakan untuk mengantarkan para pengunjung dikendalikan secara otomatis lewat teknologi 5G.

Teknologi 5G ini akan mulai diluncurkan pada tahun 2025 nanti. Sudah ada beberapa vendor ponsel yang meluncurkan ponsel-ponsel dengan teknologi 5G. Namun, tentu saja, sekali lagi, belum dapat digunakan hingga 2025 nanti.

SS