Share It
Berita Unik & Terkini

Mengenang Kejayaan Mr. Big, Band Favorit Anak Tahun 90-an
January 12, 2021

Mengenang Kejayaan Mr. Big, Band Favorit Anak Tahun 90-an

Bagi anak muda yang tumbuh di tahun 1990-an, nama grup musik Mr. Big tentunya sudah tidak asing lagi. Grup musik asal California yang didirikan pada tahun 1988 tersebut terdiri dari Eric Martin (vokalis), Billy Sheehan (gitar bass), Paul Gilbert (gitar) dan Pat Torpey (drum). Uniknya, album pertama mereka yang bertajuk Mr. Big yang dirilis tahun 1989 sangat populer dan mendapatkan sambutan yang luar biasa di Jepang dibandingkan dengan di Amerika Serikat sendiri.

Mr. Big semakin dikenal setelah merilis album Lean Into It pada tahun 1991. Dalam album tersebut terdapat sejumlah lagu hits Mr. Big, diantaranya "To Be With You", "Just Take My Heart", dan "Green-Tinted Sixities Mind". Lagu "To Be With You" bahkan sempat menduduki peringkat tangga lagu pertama di 15 negara.

Sumber foto: insidehook.com

Pada tahun 1993 Mr. Big merilis album bertajuk Bump Ahead dengan lagu andalannya adalah "Wild World", yang merupakan lagu hits milik penyanyi legendaris Inggris Cat Stevens atau yang kini lebih dikenal dengan nama Yusuf Islam.

Kepopuleran Mr. Big membuat mereka disibukkan dengan pertunjukan konser keliling dunia. Indonesia merupakan salah satu negara Asia tujuan konser Mr. Big pada tahun 1990-an. Tiket pertunjukan mereka di Jakarta terjual habis atau sold out karena tingginya antusiasme penggemar Mr. Big menyaksikan langsung idolanya. Di sela-sela jadwal yang padat, Mr. Big merilis album keempat bertajuk Hey Man pada tahun 1996.

Menariknya sang bassist, Billy Sheehan ternyata juga pernah membantu proses rekaman album 2x2 milik grup musik Indonesia, GIGI. Sheehan berperan memainkan bass dalam dua lagu, yakni "Mereka" dan "Cry Baby".

Sumber foto: peter-alwaysneverthesame.blogspot.com

Pada tahun 1999 Paul Gilbert memutuskan hengkang dari Mr. Big dan bergabung dengan grup musik Racer X. Posisi Gilbert kemudian digantikan oleh Richie Kotzen yang sebelumnya merupakan gitaris grup musik Poison. Formasi baru Mr. Big yang terdiri dari Eric Martin, Billy Sheehan, Pat Torpey dan Richie Kotzen tersebut berhasil merilis dua album yakni Get Over It (1999) dan Actual Size (2001).

Masalah mulai muncul ketika Billy Sheehan sering berbeda pendapat dengan Eric Martin dan Pat Torpey dalam sejumlah hal yang berkaitan dengan Mr. Big hingga muncul konflik internal dalam grup musik tersebut. Konflik tersebut akhirnya mereda setelah seluruh personil Mr. Big duduk bersama membahas masalah konflik yang terjadi diantara mereka. Keempatnya kemudian sepakat berdamai dan memutuskan akan menggelar pertunjukan konser sebelum akhirnya membubarkan diri pada tahun 2002.

Pasca bubar tahun 2002, para personil Mr. Big disibukkan dengan kegiatan sendiri di mana masing-masing sempat merilis album solo maupun berkolaborasi dengan musisi lain. Pada masa-masa inilah Billy Sheehan, Paul Gilbert dan Pat Torpey sering terlibat dalam kegiatan music clinic atau berbagi tips dan pengalaman bermusik sembari mempromosikan alat musik yang diproduksi oleh sejumlah perusahaan alat musik ternama.

Tercatat beberapa kali mereka juga sempat mengunjungi Indonesia. Sambutan penggemar musik terhadap kehadiran para mantan personil Mr. Big tersebut bahkan tetap antusias meskipun mereka tidak datang bersama rekan-rekannya semasa masih bersama di Mr. Big dulu.

Sumber foto: bandwagon.asia

Atas dorongan yang kuat dari penggemar, sejak tahun 2009 Mr. Big kembali bersatu untuk mengadakan sejumlah konser reuni yang berlangsung di sejumlah negara. Hal ini ditandai dengan kembalinya Paul Gilbert sebagai gitaris Mr. Big setelah sebelumnya sempat hengkang. Kesuksesan konser reuni tersebut tampaknya berhasil menyatukan mereka kembali dalam bermusik, bahkan Mr. Big kemudian merilis sejumlah album baru, yakni What If... (2011), ...The Stories We Could Tell (2014), dan Defying Gravity (2017).

Sejak rekaman album Defying Gravity, posisi Pat Torpey sebagai drummer digantikan oleh Matt Star karena kondisi fisik Pat Torpey yang terus menurun. Meskipun demikian Pat Torpey tetap berperan penting dalam proses rekaman drum dalam album tersebut. Matt Star juga menjadi additional player Mr. Big dalam sejumlah pertunjukan. Pat Torpey akhirnya meninggal dunia pada 7 Februari 2018 dalam usia 64 tahun karena penyakit Parkinson yang dideritanya selama beberapa tahun terakhir.

Meskipun meninggalnya Pat Torpey menimbulkan duka yang mendalam, tetapi Eric Martin dalam sebuah wawancara mengatakan bahwa Mr. Big tidak akan bubar. Mereka tetap berencana merekam album baru di masa datang untuk menghormati Pat Torpey dan penggemar setia mereka. Tampaknya para personil Mr. Big yang tersisa belum menemukan waktu yang tepat untuk mewujudkannya karena hingga saat ini album baru Mr. Big belum dirilis.

AI