Share It
Berita Unik & Terkini

Buah Hati Tak Kunjung Datang, Sikap Ini akan Saling Menguatkan
January 8, 2021

Buah Hati Tak Kunjung Datang, Sikap Ini akan Saling Menguatkan

Di masyarakat Indonesia ini, sering menjadi bahan pergunjingan jika tak kunjung menikah. Lantas, ditanya kapan akan menikah? Setelah menikah, berlanjut ditanya kapan akan punya anak? Setelah punya anak pun kemudian terus ditanya kapan akan menambah anak? Dan seterusnya. Seakan masyarakat tak cape berkata demikian dan dianggap hal yang biasa saja sebagai basa-basi. Padahal sebenarnya, pertanyaan itu akan membuat hati runtuh malah membuat mental menjadi down.

Setelah memasuki bahtera pernikahan tujuan mempunyai keturunan juga merupakan hal yang utama. Tapi ternyata, setelah melewatinya tak jarang banyak pasangan yang berjuang untuk mendapatkan keturunan. Mempunyai keturunan tak semudah yang kita kira, manusia yang berencana tetap Tuhan yang berkehendak.

Sering masyarakat mencibir bahwa pernikahan yang belum mempunyai keturunan sebagai bahan pergunjingan. Dikatakan mandul atau apalah yang terkadang cibiran pedas itu tak pernah menjaga perasaan. Bagi yang mengalaminya, mungkin telah cukup bersabar dan ikhlas menjalaninya. Tapi, di luar sana ada saja suara yang sumbang tentang kenyataan tersebut.

Bagi pasangan sendiri, tentunya ini bukan hal yang mudah menghadapinya. Butuh beberapa sikap yang luas hati serta menjalani dengan legowo. Oleh karena hidup akan terus berjalan dan pernikahan juga terus dilanggengkan karena atas dasar cinta itulah tercipta. Jadi, butuh beberapa sikap ini bagi pasangan yang tak kunjung diberikan keturunan. Yuk, simak penuturan berikut ini!

vSumber foto: Pexels.com

Ikhlas dan saling memotivasi
Sebagai pasangan yang belum juga dikaruniai keturunan sikap ikhlas dan saling memotivasi adalah hak yang baik untuk melanjutkan kehidupan. Jangan dengarkan kata orang, yang penting jalani hidup sebagaimana mestinya karena yakin Tuhan akan mengabulkan doa untuk memperoleh momongan.

Saling menguatkan
Gunjingan negatif dari orang sekitar bahkan keluarga sendiri sering menjadikan diri down. Untuk itu, butuh sikap saling menguatkan di antara pasangan agar senantiasa bersikap tegar dan ikhlas. Saling bertukar pendapat dengan pasangan akan terasa menyejukkan hati. Setidaknya motivasi untuk mencoba berusaha program kehamilan juga tetap menjadikan semangat.

Manfaatkan quality time bersama pasangan
Belum juga diberi keturunan bukan soal masalah yang harus selalu disesali bahkan diratapi setiap saat. Justru ambil saja sisi baiknya bahwa Tuhan memberikan kesempatan kepada pasangan untuk selalu memanfaatkan waktu berdua saja agar terjadi keintiman yang lebih. Bisa berlibur bersama, menonton film ke bioskop, makan di restoran kesukaan, atau melakukan aktivitas serta hobi bersama-sama.

cSumber foto: Pexels.com

Fokus pada pencapaian diri
Belum memiliki keturunan bukan perkara aib, tapi anggap sebagai kesempatan untuk tetap fokus kepada pencapaian diri masing-masing. Sebagai pasangan, tentunya mempunyai target masa depan yang dicita-citakan. Kejar dahulu impian itu karena kesempatan tak akan datang dua kali.

Memilih teman yang satu frekuensi
Sebagai pasangan, tentunya ingin mempunyai masukan dari siapa saja tentang program kehamilan. Untuk itu, pilihlah teman yang sefrekuensi agar tetap saling menguatkan dan memotivasi untuk berusaha memperoleh keturunan. Dukungan moral akan terasa sangat penting sehingga pasangan akan merasa tetap kuat dan ikhlas menjalani setiap proses dan siap dengan kegagalannya.

Saling mengingatkan untuk tawakal
Semua rentetan kehidupan berjalan atas rencana Tuhan. Dalam pernikahan senantiasa saling mengingatkan akan terus tawakal kepada Tuhan dan ikhlas. Anggap ujian sebagai awal kesuksesan di masa yang akan datang.

Yuk, sebagai teman, sahabat, tetangga, teman kerja atau siapa saja kita saling berempati kepada pasangan yang belum memiliki keturunan. Dengan tidak bertanya tentang kapan mempunyai anak adalah cara untuk menghormati dan menjaga hati mereka.

RF