Share It
Berita Unik & Terkini

Bikin Bangga! Tiga Anak Pahlawan Revolusi ini Sekarang Menjadi Pejabat Tinggi Negara
January 17, 2021

Bikin Bangga! Tiga Anak Pahlawan Revolusi ini Sekarang Menjadi Pejabat Tinggi Negara

Peristiwa G-30S/PKI tahun 1965 yang menewaskan sejumlah perwira tinggi TNI Angkatan Darat menyisakan duka yang mendalam bagi para keluarga korban, khususnya anak-anak dari Pahlawan Revolusi yang harus kehilangan sosok ayah mereka yang tewas dengan tragis. Namun, setelah melalui tahun-tahun yang berat, beberapa anak Pahlawan Revolusi kini berhasil menjadi pejabat tinggi negara. Siapa sajakah mereka?

Amelia Achmad Yani
Wanita yang biasa disapa Amelia Yani ini merupakan anak ketiga dari delapan orang putra dan putri pasangan Achmad Yani dan Yayu Rulia Sutowiryo. Ayah Amelia, Jenderal (Anumerta) Achmad Yani merupakan salah satu Pahlawan Revolusi Indonesia yang gugur dalam peristiwa G-30S/PKI tahun 1965.

Pada saat peristiwa kelam tersebut terjadi, ayah Amelia Yani menjabat posisi yang sangat penting dalam pemerintahan Orde Lama, yakni sebagai Menteri/Panglima Angkatan Darat (Menpangad). Presiden Soekarno bahkan sempat menyebut bahwa Achmad Yani adalah salah satu calon kuat pengganti dirinya kelak.

Sumber foto: Channel YouTube Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Peristiwa G-30S/PKI menimbulkan trauma yang mendalam bagi Amelia Yani. Dirinya sempat menenangkan diri selama 20 tahun ke pedesaan, yakni ke dusun Bawuk di daerah Sleman, Yogyakarta. Amelia Yani kemudian melanjutkan hidupnya dengan menjadi pengusaha dan sempat terjun ke politik. Pada tahun 2005 Amelia Yani yang didukung partai Pulan Bintang dan partai Demokrat maju dalam pilkada Bupati Purworejo, Jawa Tengah berpasangan dengan Ahmad Taqwin. Sayangnya Amelia Yani harus menerima kekalahan dalam pilkada Bupati Purworejo tersebut.

Pada 13 Januari 2016 bertempat di Istana Negara Jakarta, Presiden Joko Widodo secara resmi melantik Amelia Yani sebaai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Bosnia dan Herzegovina yang berkedudukan di Sarajevo.

Agus Widjojo
Agus Widjojo merupakan salah satu putra dari Pahlawan Revolusi Indonesia, Mayjen (Anumerta) Sutoyo Siswoniharjo. Pada saat peristiwa G-30S/PKI terjadi tahun 1965, Sutoyo Siswoniharjo menjabat sebagai Inspektur Kehakiman / Oditur Jenderal TNI Angkatan Darat. Agus Widjojo kemudian mengikuti jejak sang ayah dengan berkarir dalam militer sebagai prajurit TNI Angkatan Darat. Pangkat terakhir Aus Widjojo di TNI adalah Letnan Jenderal dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Staf Teritorial (Kaster TNI).

Sumber foto: berdikarionline.com

Agus Widjojo pernah menjadi Wakil Ketua MPR RI dari fraksi TNI / Polri menggantikan Hari Sabarno yang diangkat Presiden Megawati Soekarnoputri sebagai Menteri Dalam Negeri. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kemudian mengangkatnya sebagai Deputi Kepala Unit Kerja Presiden Pengelolaan Program dan Reformasi (UKP3R) tahun 2006-2009. Pada 15 April 2016 bertempat di Istana Negara, Presiden Joko Widodo secara resmi melantik Agus Widjojo sebagai Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas).

Hotmangaradja Pandjaitan
Hotmangaradja Pandjaitan adalah putra dari Pahlawan Revolusi Indonesia, Mayjen (Anumerta) Donald Isaac Pandjaitan. Pada saat peristiwa G-30S/PKI terjadi, D.I Pandjaitan menjabat sebagai Asisten IV Menteri / Panglima Angkatan Darat bidang Logistik.

Sama halnya dengan Agus Widjojo, Hotmangaradja Pandjaitan juga mengikuti jejak ayahnya sebagai prajurit TNI Angkatan Darat. Karir militernya lebih banyak dihabiskan bersama kesatuan elite Angkatan Darat, Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Jabatan terakhirnya sebelum pensiun adalah Sekretaris Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan RI (Sesmenko Polhukam) dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal.

Sumber foto: minews.id

Hotmangaradja Pandjaitan kemudian melanjutkan karir diplomatik sebagai Duta Besar Indonesia untuk Perancis, Andorra dan Monako serta UNESCO periode 2014-2019. Usai tidak lagi menjabat selaku Duta Besar, pada akhir tahun 2019 Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menunjuknya sebagai salah satu Asisten Khusus Menteri Pertahanan RI berdasarkan Keputusan Menhan Nomor: Kep/1869/M/XII/2019.

AI