Share It
Berita Unik & Terkini

Kekerasan Verbal Juga Bisa Dikategorikan KDRT. Apa Saja?
January 14, 2021

Kekerasan Verbal Juga Bisa Dikategorikan KDRT. Apa Saja?

Menjalani kehidupan pernikahan inginnya damai terus dan langgeng tanpa konflik. Tapi, kita juga sebagai pasangan harus sadar bahwa menjalani pernikahan tersebut tak akan selamanya indah, tak selamanya berjalan baik, dan tak selamanya lurus-lurus saja. Menikah adalah sepaket susah senang yang akan dilalui bersama-sama.

Namun, duka dalam pernikahan tak cuma berbagai konflik baik masalah ketidakmapanan ekonomi, sikap, dan bahkan ini yang paling tragis, yakni kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Perlu diketahui, angka perceraian sangat tinggi karena kasus KDRT di Indonesia. Sampai pada akhirnya banyak yang mengalami masalah hukum sampai berujung pada penjara.

Perlu diketahui juga, tak cuma kekerasan fisik yang termasuk dalam delik  KDRT tersebut. Ucapan perkataan kasar serta cacian juga tentu saja termasuk delik KDRT juga, lho. Untuk lebih jelasnya tentang KDRT verbal ini, akan dipaparkan berikut ini.

Mencaci, membentak, dan menghina
Dalam dunia pernikahan namanya konflik ada saja terjadi, tapi namanya masalah pasti bisa diselesaikan secara bersama dengan baik. Jika berkonflik sampai mencaci, membentak, serta menghina pasangan adalah termasuk delik KDRT. Jika hal ini terus terjadi, bisa saja kamu laporkan kepada yang berwenang atau mencari penengah atas masalah yang terjadi jika tak bisa diselesaikan bersama pasangan.

vSumber foto: Pexels.com

Memfitnah
Memfitnah juga termasuk sikap KDRT juga. Apalagi menuduh tanpa alasan sehingga membabi-buta penuh emosi.  Memang sebaiknya harus mengelola emosi masing-masing agar tak ada yang merasa disakiti. Patut diingat bahwasannya menikah itu artinya saling menghargai, jadi tidak ada sesuatu prasangka yang tak baik kepada pasangan.

Menyindir
Bentuk sindir menyindir pasangan pun termasuk juga ke dalam delik KDRT. Melontarkan sindiran di muka umum, di medsos, ataupun di hadapan teman-teman serta keluarganya ini sudah dikatakan kekerasan verbal. Selain mempermalukan pasangan sendiri, tentunya ini dilakukan atas dasar benci.

vSumber foto: Pexels.com

Sarkasme
Lontaran kalimat kasar biasanya terjadi karena mentang-mentang sudah hidup bersama boleh melakukan apa saja. Tapi ingat, sikap demikian itu salah besar bukan berarti boleh berkata semaunya yang akan menyakitkan hati. Menikah adalah menyatukan perbedaan. Seyogyanya, Perbedaan satu pun harus disikapi dengan bijak dan besar hati. Tentu saja, jika lontaran kalimat kasar terjadi, sudah pasti hal ini adalah termasuk dalam delik KDRT. Laporkan saja kepada pihak yang berwajib!

Menyebarkan aib
Setiap manusia dilahirkan ke dunia pasti mempunyai aib masing-masing. Berbahagialah hidup kita ditutupi aibnya oleh Tuhan setiap saat. Jika pasangan sudah menyakiti sampai menyebarkan aib sehingga rahasia hidup menjadi terbongkar dan menjadikan malu yang amat sangat, sudah pasti ini termasuk KDRT. Ajaklah bicara baik-baik untuk menyelesaikan masalah tersebut kalau misalnya tak ada lagi solusi laporkan saja dengan delik perbuatan tak menyenangkan.

Setiap pernikahan jika ada kekerasan verbal atau fisik di dalamnya bukan berarti harus diam. Tapi, ini sebagai pembelajaran diri agar bisa melawan kekerasan tersebut. Kita sebagai umat manusia adalah makhluk yang istimewa, layaknya umat Tuhan yang mendapatkan kasih sayang serta perhatian yang lebih. Semoga KDRT tak terjadi lagi di muka bumi.

RF