Share It
Berita Unik & Terkini

Ternyata Istana Kepresidenan Ini Merupakan Tempat Kelahiran Salahsatu Presiden Indonesia Lho!
February 20, 2021

Ternyata Istana Kepresidenan Ini Merupakan Tempat Kelahiran Salahsatu Presiden Indonesia Lho!

Istana Kepresidenan Yogyakarta atau dikenal dengan nama Gedung Agung merupakan salah satu Istana Kepresidenan di Indonesia. Istana Kepresidenan Yogyakarta terletak di ujung selatan Jl. A. Yani (yang dahulu merupakan Jl. Malioboro), Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Yogyakarta. Lokasinya berada di tengah kota dan berseberangan dengan Museum Benteng Vredeburg.

Istana Kepresidenan Yogyakarta hingga saat ini tercqatat merupakan satu-satunya Istana Kepresidenan yang menjadi lokasi kelahiran seorang Presiden Indonesia. Presiden Indonesia kelima, Megawati Soekarnoputri memang lahir di Istana Kepresidenan Yogyakarta pada 23 Januari 1947 saat ayahnya, Presiden Soekarno masih tinggal dan berkantor di Istana Kepresidenan Yogyakarta.

Istana Kepresidenan Yogyakarta awalnya merupakan kediaman resmi Residen Ke-18 di Yogyakarta yang bernama Anthonie Hendriks Smissaert yang juga merupakan pemrakarsa pembangunan Gedung Agung ini. Gedung tersebut dibangun pada bulan Mei 1824 dengan arsiteknya bernama  A Payen. Gubernur Jenderal Hindia Belanda menunjuknya secara khusus untuk membangun gedung dengan gaya bangunan mengikuti arsitektur Eropa yang disesuaikan dengan iklim tropis. Sejumlah peristiwa seperti Perang Diponegoro (1825-1830) dan bencana gempa bumi (1867) sempat menghambat proses pembangunan Gedung Agung. Pembangunannya akhirnya baru selesai pada tahun 1869.
 
Beberapa Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang pernah tinggal di Gedung Agung adalah J.E. Jasper (1926-1927), P.R.W. van Gesseler Verschuur (1929-1932), H.M.de Kock (1932-1935), J. Bijlevel (1935-940) serta L. Adam (1940-1942). Pada masa pendudukan Jepang, Gedung Agung menjadi kediaman resmi penguasa Jepang di Yogyakarta, Koochi Zimmukyoku Tyookan.


Sumber foto: jogjakarta-istimewa.blogspot.com

Pasca kemerdekaan, pada 6 Januari 1946 Yogyakarta secara resmi menjadi ibukota baru Indonesia menggantikan Jakarta yang saat itu dalam kondisi tidak aman. Gedung Agung pun berubah fungsi menjadi Istana Kepresidenan. Pada 19 Desember 1948 terjadi peristiwa Agresi Militer Belanda II dimana Yogyakarta selaku ibukota negara dikuasai oleh tentara Belanda yang dipimpin oleh Jenderal Spoor.

Dalam waktu singkat tentara Belanda berhasil menguasai Gedung Agung dan menawan Presiden, Wakil Presiden, Perdana Menteri dan sejumlah petinggi negara saat itu. Mereka kemudian diterbangkan ke luar Pulau Jawa, tepatnya ke Berastagi dan Bangka.

Presiden Soekarno sendiri beserta pejabat tinggi negara lainnya baru kembali ke Yogyakarta pada 6 Juli 1949. Istana ini pun kembali difungikan sebagai pusat pemerintahan sekaligus kediaman resmi Presiden. Namun, seiring perpindahan kembali ibukota ke Jakarta pada 28 Desember 1949, Istana Yogyakarta tidak lagi menjadi tempat kediaman resmi Presiden, tetapi menjadi bagian dari fasilitas Istana Kepresidenan yang mendukung tugas Presiden serta sebagai simbol negara.
 
Sejumlah pemimpin dan kepala negara asing pernah berkunjung ke Istana Kepresidenan Yogyakarta. Mereka adalah Presiden Rajendra Prasad (India), Presiden Ayub Khan (Pakistan), Perdana Menteri Ferhart Abbas (Aljazair), Presiden D. Macapagal (Filipina), Perdana Menteri Sirimavo Bandaranaike (Sri Langka), Perdana Menteri Lee Kuan Yew (Singapura), Presiden F. Mitterand (Perancis), Ny. Marilyn Quayle (istri Wapres Amerika Serikat Dan Quayle) hingga pemimpin Gereja Katolik Vatikan, Sri Paus Paulus Johannes II.


Sumber foto: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Beberapa anggota kerajaan dari berbagai kerajaan di dunia juga pernah berkunjung ke Istana Kepresidenan Yogyakarta. Mereka adalah Ratu Elizabeth II (Inggris), Raja Bhumibol Adulyadej (Thailand), Sultan Bolkiah (Brunei Darussalam), Putri Sirindhom (Thailand), Pangeran Charles dan Putri Diana (Inggris), Yang Dipertuan Agung Sultan Azlan Shah (Malaysia), Kaisar Akihito (Jepang) dan Putri Basma (Yordania).
 
Komplek Istana Kepresidenan Yogyakarta memiliki 26 bangunan, diantaranya adalah Gedung Induk, Gedung Agung, Wisma Negara, Wisma Indraphrasta, Wisma Sawojajar, Wisma Bumiretawu, Wisma Saptapratala dan komplek seni Sono.

Setiap kali kunjungan Presiden dan Wakil Presiden ke Yogyakarta maka mereka akan menginap di Istana Kepresidenan Yogyakarta. Pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, untuk pertama kalinya Istana Kepresidenan Yogyakarta digunakan untuk kegiatan Open House Lebaran bersama masyarakat umum. Sebelumnya untuk kegiatan Open House Lebaran Presiden selalu diadakan di Istana Negara, Jakarta.

AI