Share It
Berita Unik & Terkini

Istimewanya Klub Asal Genoa Italia ini bagi Masyarakat Indonesia
February 28, 2021

Istimewanya Klub Asal Genoa Italia ini bagi Masyarakat Indonesia

Berbicara tentang sepakbola Italia, pikiran kita pasti tertuju pada sejumlah klub sepakbola besar Italia seperti AC Milan, Inter Milan, Juventus, AS Roma dan Lazio. Klub-klub tersebut sangat populer dan memiliki banyak penggemar di Indonesia. Namun ada sebuah klub sepakbola Italia yang memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Indonesia.

Klub tersebut adalah Sampdoria. Klub asal kota Genoa tersebut pernah meraih sejumlah gelar juara, diantaranya adalah 1 kali juara Serie-A, 4 kali juara Coppa Italia, 1 kali juara Piala Winners dan 1 kali finalis Piala Champions Eropa.

Klub yang berdiri pada 12 Agustus 1946 tersebut pernah memberikan kesempatan kepada dua pemain Indonesia untuk berlatih dan berseragam Sampdoria pada tahun 1990-an. PSSI saat itu memiliki program pembinaan pemain muda untuk dikirim berlatih di Italia dengan nama PSSI Primavera pada awal tahun 1990-an. Sesuai namanya, tim PSSI Primavera ini nantinya juga akan tampil di kompetisi Primavera Italia dan menjadi bagian dari tim Sampdoria Primavera.

Salah satu pertandingan yang dijalani tim PSSI Primavera adalah melawan tim utama Sampdoria. Dalam sebuah wawancara, legenda timnas Indonesia yang juga jebolan PSSI Primavera, Bimasakti mengaku memiliki kenangan tidak terlupakan saat melawan Sampdoria. Bimasakti mengaku tidak menyangka bisa berduel langsung melawan legenda Belanda, Ruud Gullit. Menurut Bimasakti, Gullit sangat lincah dan memiliki kemampuan mengontrol bola di atas rata-rata pesepakbola pada umumnya.

Sumber foto: bestdays.co

Kerjasama khusus dengan Sampdoria ini juga membuka kesempatan bagi pemain Indonesia terpilih bergabung bersama Sampdoria. Dua orang pemain Indonesia yang beruntung adalah Kurniawan Dwi Yulianto dan Kurnia Sandy.

Keduanya kemudian menjalani latihan bersama tim utama Sampdoria. Kurniawan bahkan diberikan kepercayaan tampil mengenakan jersey Sampdoria dalam lawatan tur Asia Sampdoria termasuk ke Indonesia pada tahun 1994 silam. Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Utama Senayan, Sampdoria membawa para pemain bintangnya seperti Roberto Mancini, Attilio Lombardo, David Platt dan Sinisa Mihajlovic.

Sambutan masyarakat Indonesia sangat antusias terhadap tim Sampdoria khususnya kepada Kurniawan yang diharapkan menjadi pemain masa depan Indonesia. Dalam pertandingan tersebut tim Liga Selection Indonesia harus mengakui keunggulan Sampdoria dengan skor 2-3. Kurniawan bahkan menjadi salah satu pencetak gol bagi Sampdoria. Sayangnya Kurniawan kemudian memilih bergabung dengan klub asal Swiss, FC. Luzern.

Sumber foto: footballwhispers.com

Dua tahun kemudian pada 6 Juni 1996, Sampdoria kembali datang ke Indonesia dan melawan timnas Indonesia yang dipimpin Fakhry Husain. , Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Teladan Medan, Indonesia berhasil mengalahkan Roberto Mancini dan kawan-kawan dengan skor 2-1 berkat gol Eri Erianto dan Peri Sandria.

Berbeda dengan Kurniawan yang hengkang ke Swiss, Kurnia Sandy tetap bertahan bersama Sampdoria. Bahkan dirinya sempat resmi direkrut sebagai kiper ketiga Sampdoria musim 1996 / 1997 meskipun tidak pernah sekalipun tampil karena masalah administrasi. Kurnia Sandy akhirnya terpaksa kembali ke Indonesia setelah kontraknya berakhir.

Meskipun kerjasama PSSI dan Sampdoria sudah lama berakhir namun Sampdoria selalu melekat di hati masyarakat Indonesia hingga saat ini. Pada Piala AFF 2018 Indonesia berada satu grup bersama Filipina yang kala itu dilatih Sven-Goran Eriksson.

Sumber foto: bolaskor.com

Eriksson merupakan mantan pelatih Sampdoria tahun 1992-1997 saat Indonesia masih memiliki program PSSI Primavera. Tentu saja hal ini menjadi istimewa karena tiga orang ofisial timnas Indonesia saat itu, yakni Bimasakti, Kurniawan dan Kurnia Sandy pernah menjadi pemain Sampdoria Primavera.

Didampingi pelatih senior Danurwindo, ketiganya secara khusus menemui Eriksson sebelum pertandingan untuk bernostalgia kenangan saat masih berlatih di Sampdoria. Sebuah momen istimewa yang menunjukkan bahwa Sampdoria memang selalu di hati masyarakat Indonesia meskipun prestasi Sampdoria sendiri saat ini tidak sebaik tahun 1990-an silam.

AI