Share It
Berita Unik & Terkini

Kisah Fido, Anjing Presiden Lincoln yang Bernasib Tragis seperti Tuannya
March 18, 2021

Kisah Fido, Anjing Presiden Lincoln yang Bernasib Tragis seperti Tuannya

Seperti Presiden Amerika Serikat pada umumnya, Presiden Abraham Lincoln juga memiliki anjing peliharaan yang dinamakan Fido. Banyak kisah yang menceritakan bagaimana Lincoln dan keluarganya sangat menyukai dan menyayangi Fido. Kendati tuannya, Abraham Lincoln menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat, namun Fido ternyata tidak pernah sama sekali tinggal di Gedung Putih.

Fido sudah bersama dengan keluarga Lincoln jauh sebelum Lincoln menjadi Presiden Amerika Serikat. Keluarga Lincoln sering mengajak Fido dalam berbagai aktifitas keseharian hampir sepanjang waktu sehingga tercipta hubungan dan ikatan emosional yang kuat diantara Fido dengan keluarga Lincoln. Namun kemenangan Lincoln dalam pemilu Presiden merubah kondisi tersebut.

Kesibukan menjalankan tugas kenegaraan sebagai Presiden Amerika Serikat terpilih membuat waktu Lincoln dan keluarga bersama Fido menjadi semakin berkurang. Lincoln menjadi sering berpergian sehingga terpaksa harus meninggalkan Fido di rumah. Akhirnya Lincoln memutuskan untuk tidak membawa Fido ke Washington DC dan mencarikan keluarga baru yang bersedia menampung Fido sebagai hewan peliharaan.

Sumber foto: inc.com

Piihan utama akhirnya jatuh kepada keluarga John Eddy Roll, salah satu kawan dekat Lincoln di Springfield. Kebetulan usia anak-anak Roll sebaya dengan usia anak-anak Lincoln sehingga Fido dipastikan akan dapat terus melakukan aktifitas seperti yang biasa dilakukannya bersama anak-anak Lincoln.

Keluarga Lincoln baru benar-benar berpisah dengan Fido setelah barang-barang perabotan mereka selesai dikirim ke Gedung Putih yang merupakan kediaman resmi Presiden Amerika Serikat. Namun Lincoln secara khusus sengaja meninggalkan sebuah sofa miliknya yang merupakan tempat favorit Fido selama ini di rumah Lincoln. Sofa tersebut turut diberikan kepada keluarga Roll yang merupakan tuan baru Fido.

Fido diberikan kepada keluarga Roll dengan sejumlah ketentuan dan aturan yang harus ditaati. Lincoln menekankan bahwa Fido tidak boleh diikat di luar rumah sendirian, diizinkan masuk ke dalam rumah kapanpun Fido mau serta diizinkan berada di bawah meja makan keluarga saat waktu makan malam. Keluarga Roll akhirnya menyanggupinya dan Fido pun menjadi bagian keluarga mereka selama bertahun-tahun.

Sumber foto: en.wikipedia.org

John Eddy Roll tampaknya menyadari hubungan kedekatan antara Lincoln dengan Fido. Ia bahkan secara khusus membawa Fido saat menghadiri prosesi pemakaman Lincoln yang tewas setelah sebelumnya ditembak oleh John Wilkes Both pada 14 April 1865. Hal ini sengaja dilakukan Roll untuk memberikan kesempatan kepada Fido bertemu dengan mantan tuannya tersebut untuk terakhir kalinya. Ironisnya pada tahun yang sama dengan kematian Lincoln, Fido juga mati dibunuh secara mengenaskan.

Tidak lama setelah kematian Lincoln, seorang pemabuk menusuk Fido dengan sebilah pisau. Pada saat kejadian, Fido yang mudah akrab dengan manusia mendekati pemabuk tersebut yang dikira hendak bermain dengannya. Konon Fido sempat menempel dan mendapat elusan dari pemabuk tersebut seperti yang biasa orang lain lakukan jika bertemu dengannya.

Malang bagi Fido, seusai mengelus pemabuk tersebut langsung menusuknya. Fido yang saat itu sudah termasuk dalam kategori anjing berusia tua langsung melolong dan berlari kesakitan berusaha meloloskan diri dari sang penusuknya. Beberapa saat setelah kejadian, keluarga John R. Roll langsung berusaha mencari keberadaan Fido, tetapi hasilnya nihil.

Fido akhirnya berhasil ditemukan sekitar sebulan kemudian, tetapi dalam kondisi sudah tidak bernyawa di sebuah bangunan gereja tua. Tubuh Fido mengalami luka cukup parah akibat tusukan pisau dari pemabuk tadi. Tampaknya Fido menyusul kepergian mantan tuannya, Abraham Lincoln untuk selama-lamanya. Kisah kedekatan Abraham Lincoln dan anjingnya, Fido kemudian menjadi populer di masyarakat Amerika Serikat khususnya bagi mereka yang memiliki hewan peliharaan anjing.

AI