Share It
Berita Unik & Terkini

Murkanya Hitler Ketika Presiden Interpol asal Jerman Tewas
March 19, 2021

Murkanya Hitler Ketika Presiden Interpol asal Jerman Tewas

Jerman di bawah kepemimpinan Adolf Hitler (1934-1945) menjadi sebuah negara yang kuat dan berambisi menjadi yang terbaik tidak hanya di Eropa namun juga di dunia. Hitler tidak hanya menginginkan kekuatan militer Jerman yang kuat dan ditakuti, namun juga jaringan organisasi kepolisian yang profesional dan handal secara internasional. Sejak tahun 1938, Jerman menempatkan sejumlah petinggi dari organisasi SS milik Nazi untuk menjadi Presiden Internasional Criminal Police Commission (ICPC) yang kemudian dikenal sebagai Interpol.

Salah satu petinggi SS favorit Hitler adalah Reinhard Heydrich. Heydrich merupakan salah satu pejabat penting Nazi Jerman yang bertanggung-jawab terhadap operasional sejumlah organisasi keamanan dan intelijen yang berada di bawah kendali Nazi. Organisasi tersebut adalah Gestapo, Kripo dan Sicherheitsdienst yang cukup ditakuti pada masa itu. 

Heydrich dikenal atas perannya dalam memusuhi kaum Yahudi bawah rezim Nazi Jerman. Sejumlah kalangan menganggap Heydrich yang dikenal sangat anti Yahudi tersebut jauh lebih kejam dibandingkan Hitler sendiri. Hitler bahkan menjuluki Heydrich sebagai “The Man With the Iron Heart” atau pria dengan hati besi karena terkenal dengan kekejaman dan kekerasannya.

Sumber foto: peru.com

Pada 20 Januari 1942 Heydrich memprakarsai Konferensi Wansee yang dihadiri sejumlah pejabat tinggi Nazi Jerman. Konferensi tersebut berhasil merumuskan dokumen “Solusi Final” upaya pemusnahan kaum Yahudi secara mendetail di seluruh Eropa atau yang lebih dikenal dengan sebutan “The Holocaust”.

Pada 27 September 1941 Hitler menunjuk Heydrich sebagai Reich Protector untuk wilayah Protectorate of Bohemia & Moravia (wilayah pendudukan Nazi Jerman di Cekoslowakia). Tugas utamanya adalah mengatasi kelompok perlawanan Cekoslowakia. Tercatat ribuan orang dari berbagai kalangan ditangkap dan sebagian dieksekusi mati karena dituduh terlibat gerakan perlawanan. Tidak mengherankan jika Heydrich menjadi sasaran utama kelompok perlawanan Cekoslowakia.

Sejumlah tentara Cekoslowakia kemudian melakukan “Operasi Anthropoid” dimana mereka berencana menyerang mobil yang ditumpangi oleh Heydrich. Operasi tersebut dilaksanakan pada 27 Mei 1942 dimana Heydrich berangkat dari kediamannya menuju kantornya di pusat kota Praha dengan mobil Mercedes 320 Cabriolet B kap terbuka. Heydrich hanya didampingi seorang supir yang merangkap ajudan.

Mobil yang ditumpangi Heydrich melewati sejumlah jalan utama di kota Praha. Di salah satu sudut kota yang agak sepi, pasukan perlawanan Cekoslowakia menyerangnya dari jarak dekat namun senapan mesin yang digunakan mendadak macet. Sebenarnya Heydrich bisa saja selamat jika membiarkan supirnya membawa mobil tersebut segera meninggalkan lokasi. Namun Heydrich justru meminta supirnya melambatkan mobil agar dirinya bisa menembak penyerangnya.

Sumber foto: Twitter@historicfirearm

Sebelum melarikan diri, salah satu penyerang sempat melemparkan granat anti tank yang meledak di sisi mobil sebelah kanan. Ledakan tersebut melukai Heydrich dan mengakibatkan dirinya mengalami luka dalam akibat infeksi. Kondisi Heydrich awalnya sempat mulai membaik namun dirinya tiba-tiba tidak sadarkan diri dan dinyatakan koma oleh dokter pada 3 Juni 1942. Heydrich akhirnya meninggal dunia pada keesokan harinya. Jenasahnya kemudian diterbangkan ke Berlin, Jerman beberapa hari setelahnya untuk dimakamkan.

Kematian Heydrich membuat Hitler murka dan marah besar. Seluruh pasukan Nazi Jerman di Cekoslowakia dikerahkan untuk mengejar pelaku. Akibatnya dua desa di wilayah Cekoslowakia, yakni Lidice dan Lezaky yang diduga memiliki keterkaitan dengan para pelaku langsung dihancurkan hingga rata dengan tanah. Penduduk pria dewasa dari kedua desa yang berusia 16 tahun atau lebih langsung ditangkap dan ditembak mati. Sementara kaum wanita dan anak-anak dipindahkan secara paksa ke sejumlah kamp konsentrasi.

Untuk mengenang jasanya, pemerintah Nazi Jerman menerbitkan perangko pos bergambar Reinhard Heydrich dalam bentuk gambar topeng kematiannya. Hitler sendiri sebenarnya berencana membangun monumen khusus untuk mengenang Heydrich, namun hingga berakhirnya Perang Dunia Kedua rencana tersebut tidak pernah terealisasi.

Posisi Heydrich sebagai Presiden Interpol digantikan oleh Arthur Nebe yang juga berasal dari Jerman. Nebe hanya dua tahun menjabat sebelum digantikan oleh pejabat Nazi Jerman lainnya, Ernst Kaltenbrunner. Nebe sendiri tewas di depan grup tembak tentara Jerman di Berlin pada 21 Maret 1945 karena dituduh terlibat upaya pembunuhan terhadap Hitler. Tidak lama setelah Jerman menyerah kalah pada Perang Dunia Kedua, Kaltenbrunner dinyatakan bersalah oleh pengadilan kejahatan perang Nuremberg dan divonis mati dengan cara digantung pada Oktober 1946.

AI