Share It
Berita Unik & Terkini

Kisah Tragis Blondi yang Setia Mendampingi Hitler
March 31, 2021

Kisah Tragis Blondi yang Setia Mendampingi Hitler

Adolf Hitler dianggap sebagai tokoh sentral Perang Dunia Kedua khususnya di wilayah Eropa. Kekalahan dalam Perang Dunia Pertama yang membuat Jerman dipermalukan oleh banyak negara Eropa membuat Hitler sangat berambisi menguasai Eropa dan menyingkirkan kaum Yahudi Eropa untuk selama-lamanya.

Hanya dalam waktu relatif singkat, Hitler nyaris menguasai hampir seluruh wilayah daratan Eropa. Kekuatan utama Hitler adalah dukungan utama dari loyalis partai yang dipimpinnya, Nazi Jerman serta angkatan bersenjata Jerman yang dimodernisasi selama pertengahan tahun 1930-an. Tidak heran Hitler menjadi sosok yang ditakuti, tidak hanya di Jerman dan Eropa namun hampir seluruh dunia.

Selama Hitler memimpin Jerman, dirinya selalu dikelilingi orang-orang kepercayaannya. Ironisnya menjelang akhir Perang Dunia Kedua dimana Jerman hampir dipastikan kalah, beberapa petinggi Nazi Jerman justru meninggalkan dan tidak mau mentaati perintahnya. Banyak pihak mengatakan Hitler sengaja ditinggalkan karena dianggap sudah tidak waras dan berhalusinasi bahwa Jerman masih memiliki kekuatan militer yang kuat meskipun realitanya adalah angkatan bersenjata Jerman sudah hancur dan tak berdaya.

Sumber foto: Twitter @nickfshort

Salasatu yang dianggap paling setia mendampingi Hitler adalah Blondi. Blondi adalah nama seekor anjing betina ras Jerman Shepperd yang merupakan hewan peliharaan Hitler sejak Nazi Jerman menguasai Eropa hingga saat Nazi Jerman berada di ujung tanduk karena kalah perang. Blondi adalah kado untuk Hitler dari salah satu petinggi Nazi Jerman, Martin Bormann. Tentu saja saat diberikan kepada Hitler pada tahun 1941, Blondi masih merupakan anak anjing yang lucu.

Hitler yang memang menyukai anjing kemudian merawat dan membesarkan Blondi di tengah berkecamuknya Perang Dunia Kedua. Dalam beberapa kesempatan Hitler sering bercengkerama dan bersantai dengan Blondi. Hitler juga sering membawa Blondi saat dirinya menerima sejumlah tamu penting dalam suasana tidak resmi. Hitler bahkan memiliki staf khusus yang ditugaskan merawat Blondi. Blondi pun tumbuh menjadi anjing Jerman Shepperd dewasa dengan fisik yang prima.

Sumber foto: medium.com

Meskipun Hitler memiliki anjing Jerman Shepperd lain bernama Bella untuk menemani Blondi, namun semua orang sudah mengetahui bahwa Blondi merupakan anjing paling kesayangan Hitler. Blondi sendiri akhirnya memiliki empat anak hasil perkawinannya dengan anjing peliharaan milik Gerdy Troost. Lucunya, kekasih Hitler, Eva Braun yang juga memiliki dua anjing ternyata selalu menjauhkan anjing miliknya tersebut dengan Blondi.

Pada akhir bulan April 1945 posisi Jerman sudah sangat terdesak. Dari front barat Amerika Serikat dan sekutunya terus menekan, sementara Uni Soviet semakin mendekati ibukota Berlin dari front timur. Frustasi dengan kekalahan Jerman di depan mata, Hitler pun berniat bunuh diri karena tidak ingin mengalami nasib serupa dengan koleganya sang diktator Italia, Bennito Mussolini yang dibunuh lalu jasadnya dipertontonkan ke publik.

Awalnya Hitler berniat meminum pil sianida, tetapi diirinya ragu terhadap efektifitas pil beracun tersebut. Hitler pun meminta pengasuh Blondi, Fritz Tornow untuk memasukkan pil sianida tersebut ke mulut Blondi. Tidak berapa lama Blondi pun langsung mati akibat keracunan.

Hitler yang tampak shock melihat anjing kesayangannya mati kemudian memerintahkan Tornow untuk segera membunuh empat anak Blondi setelahnya. Tornow dikabarkan sangat kecewa dan sedih harus membunuh keempat anak Blondi bersama dan anjing-anjing lain di Fuhrerbunker milik Eva Braun, Gerda Christian serta anjing miliknya sendiri dengan cara ditembak.

Sumber foto: hitler-archive.com

Hitler sendiri akhirnya tewas bunuh diri di Fuhrerbunker dengan cara menembak dirinya sendiri pada 30 April 1945, sementara kekasih Hitler, Eva Braun yang dinikahi 40 jam sebelumnya juga tewas bunuh diri dengan cara menelan pil sianida. Jasad keduanya kemudian dibakar di halaman luar Fuhrerbunker.

Nasib naas dialami sang pengasuh Blondi, Tornow yang ditangkap oleh tentara Soviet bersama sejumlah staf Hitler yang masih bertahan di Fuhrerbunker pada 2 Mei 1945. Tornow kemudian ditahan dan menjalani penyiksaan bertahun-tahun di penjara Lubyanka, Moskow. Tornow akhirnya dibebaskan dan dipulangkan ke Jerman Barat pada pertengahan tahun 1950-an.

AI