Share It
Berita Unik & Terkini

Angka Positif Covid-19 di India Terus Naik, Ini Faktanya!
April 29, 2021

Angka Positif Covid-19 di India Terus Naik, Ini Faktanya!

Kesadaran memakai masker menurun
Pada masa awal pandemi Covid-19 tahun 2020, pemerintah India giat mengkampanyekan penggunaan masker untuk masyarakatnya. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran masif Covid-19 mengingat jumlah penduduk India yang mencapai lebih dari 1 milyar jiwa. Awalnya masyarakat cukup mentaati kebijakan pemakaian masker disertai protokol kesehatan lainnya yakni menjaga jarak.

Namun, angka penularan Covid-19 yang mulai menurun sejak akhir tahun 2020 membuat kesadaran berkurang dan masyarakat tidak lagi disiplin memakai masker maupun mentaati protokol kesehatan. Mayoritas masyarakat menganggap India sudah menang melawan Covid-19 padahal pandemi sebenarnya belum usai. Saat wabah Covid-19 kembali meningkat akibatnya banyak masyarakat India yang langsung positif.

Sistem kasta sosial berpengaruh
India sejak lama dikenal memiliki sistem kasta dan golongan sosial yang masih berlaku di masyarakatnya. Selama masa pandemi Covid-19 berlangsung, sejumlah masyarakat dari kasta yang tinggi merasa mereka lebih bebas dan berhak melakukan apa saja termasuk mengabaikan protokol kesehatan. Sementara masyarakat dari kasta masyarakat rendah dipaksa mentaati protokol kesehatan. Hal ini kemudian memicu kecemburuan sosial dan perasaan tidak adil sehingga akhirnya banyak yang tidak peduli lagi dan mengabaikan protokol kesehatan sehingga jumlah positif Covid-19 di India langsung melonjak tajam.

Jumlah fasilitas kesehatan terbatas
Dengan jumlah penduduk India yang lebih dari 1 milyar jiwa tentunya merupakan jumlah yang sangat besar dalam suatu negara. Jumlah fasilitas kesehatan di India tentunya tidak sebanding dengan jumlah penduduk India secara keseluruhan. Tidak mengherankan jika saat pandemi Covid-19 memuncak, banyak yang tidak kebagian tempat tidur di rumah sakit karena kapasitas yang sangat tidak sebanding.

Sumber foto: moneycontrol.com

Ironisnya keluarga pasien Covid-19 di India bahkan sempat menjarah oksigen di sejumlah rumah sakit karena takut anggota keluarganya tidak mendapatkan perawatan oksigen karena jumlah tabung oksigen yang terbatas. Bahkan sejumlah pasien Covid-19 terpaksa dirawat di kendaraan umum Bajaj yang diparkir di sekitar rumah sakit karena terbatasnya tempat tidur di banyak rumah sakit di India saat ini.

Negara produsen vaksin Covid-19
India selama ini dikenal sebagai negara produsen vaksin terbesar di dunia, jauh sebelum pandemi Covid-19 berlangsung. India bahkan memproduksi dua jenis vaksin Covid-19 yakni Covishield, dan Covakin. Selain untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi dalam negeri, awalnya India juga mengekspor vaksin Covid-19 tersebut ke sejumlah negara. Namun, seiring meningkatnya angka positif Covid-19 dan berkurangnya stok vaksin, pemerintah India akhirnya memutuskan menghentikan ekspor vaksin Covid-19 dan memprioritaskan stok vaksin yang ada untuk masyarakat India.

Kremasi 24 jam non stop
Mayoritas masyarakat India menganut ajaran agama Hindu. Menurut kepercayaan mereka, seseorang yang meninggal dunia jasadnya harus dibakar atau dikremasi. Hal ini juga berlaku bagi orang Hindu India yang meninggal dunia karena Covid-19.

Sumber foto: reuters.com

Pasca naiknya jumlah positif Covid-19 yang dibarengi dengan naiknya jumlah kematian akibat Covid-19, setiap harinya hampir di seluruh wilayah India banyak dilakukan kremasi jasad para korban Covid-19. Angka kematian yang menembus ribuan jiwa per hari membuat proses kremasi terpaksa dilakukan 24 jam non stop dan membuat rumah krematorium sangat kewalahan.

Ritual Kumb Mela yang menaikkan angka positif Covid-19
Salasatu penyebab naiknya jumlah positif Covid-19 secara signifikan di India beberapa waktu terakhir adalah adanya pelaksanaan ritual suci Kumb Mela. Ritual tahunan masyarakat Hindu India tersebut adalah mandi untuk mensucikan diri di sungai Gangga yang dilakukan massal secara bersamaan.

Sumber foto: thehealthsite.com

Ritual suci Kumb Mela yang dilakukan masyarakat Hindu India pada tahun 2021 ini dipercaya menjadi salasatu penyebab utama naiknya angka Covid-19 di Indonesia. Hal ini didasari hasil pantauan saat kegiatan ritual suci ini berlangsung di mana ribuan orang berkumpul tanpa menjaga jarak dan berdekatan, tidak ada yang mengenakan masker serta mandi bersama dengan sumber air yang sama. Banyak masyarakat India yang beranggapan dengan mengikuti ritual suci Kumb Mela akan membantu mensucikan tubuh mereka dari ancaman Covid-19 namun yang terjadi justru sebaliknya.

AI