Share It
Berita Unik & Terkini

Kisah John Deacon, Bassist Band Queen yang Memilih Hidup dalam Kesunyian
May 15, 2021

Kisah John Deacon, Bassist Band Queen yang Memilih Hidup dalam Kesunyian

Queen dikenal sebagai salasatu band rock legendaris dunia asal Inggris. Pada masanya, band ini sangat populer sebelum vokalis utama mereka, Freddie Mercury, meninggal dunia pada tahun 1991 karena penyakit AIDS.

Queen terdiri dari empat orang personil, yakni Freddie Mercury (vokal), Brian May (gitar), John Deacon (bass), dan Roger Taylor (drum). Queen merilis 15 album studio, yakni Queen (1973), Queen II (1974), Sheer Heart Attack (1974), A Night at the Opera (1975), A Day at the Races (1976), News of the World (1977), Jazz (1978), The Game (1980), Flash Gordon (1980), Hot Space (1982), The Works (1984), A Kind of Magic (1986), The Miracle (1989), Innuendo (1991) dan Made in Heaven (1995).

John Deacon bergabung dengan Queen pada tahun 1971 setelah berhasil lolos audisi yang dilakukan oleh ketiga personil Queen lainnya. John Deacon sendiri merupakan personil Queen yang usianya paling muda. John Deacon cepat beradaptasi dengan band barunya tersebut, bahkan dirinya kemudian menjadi sahabat dekat Freddie Mercury.

Sumber foto : grammy.com

Selama menjadi personil Queen, John Deacon banyak berperan besar sebagai komposer dalam beberapa lagu hits milik Queen. Di antaranya adalah You're My Best Friend, Another One Bites the Dust, I Want to Break Free dan Under Pressure, serta masih banyak lagu Queen lainnya.

Dekade 1980-an bisa dibilang sebagai tahun-tahun tersibuk bagi Queen. Meskipun hanya merilis album dua tahun sekali, tetapi jadwal konser mereka sangat padat. Tekanan yang begitu besar dalam industri musik tidak jarang membuat personil Queen mengalami kejenuhan. Dalam sebuah kesempatan, John Deacon pernah mendadak menghilang dan hanya meninggalkan pesan pada secarik kertas di gitar bass miliknya di studio bahwa dirinya pergi ke Bali untuk mencari inspirasi dan menenangkan diri.

Puncak kesuksesan karir Queen terjadi pada tahun 1985 di mana mereka tampil dalam dua pertunjukan konser penting dalam karir mereka. Pertunjukan pertama berlangsung pada bulan Januari 1985 di mana Queen tampil dalam event Rock in Rio yang digelar selama dua hari. Dalam event yang digelar di Brazil tersebut, setiap harinya Queen tampil di hadapan 300.000 penonton!

Sumber foto: mirror.co.uk

Konser penting kedua adalah saat Queen tampil dalam konser amal Live Aid di stadion Wembley, Inggris, pada 13 Juli 1985. Konser ini disaksikan langsung oleh 1,9 miliar pemirsa televisi di seluruh dunia. Banyak yang menyebut bahwa penampilan Queen pada konser Live Aid tersebut merupakan penampilan live terbaik Queen sepanjang karir mereka. Queen menggelar konser terakhir mereka pada tahun 1986 dan selanjutnya memilih lebih fokus dalam membuat album studio baru.

Pada tahun 1987 sang vokalis Freddie Mercury didiagnosis positif menderita penyakit AIDS. Freddie Mercury memutuskan merahasiakan hal ini kepada publik, hanya personil Queen dan beberapa orang terdekatnya yang mengetahui hal ini. Freddie Mercury kemudian berkomitmen merekam lagu sebanyak mungkin bersama Queen sebelum dirinya meninggal dunia. Queen sendiri sempat merilis beberapa album pada tahun-tahun terakhir Freddie Mercury.

Pada 24 November 1991 Freddie Mercury meninggal dunia dalam usia 45 tahun. Kematiannya membuat personil Queen lainnya terpukul, khususnya John Deacon yang selama ini paling dekat dengan Freddie Mercury. Dalam sebuah wawancara, John Deacon mengatakan bahwa dirinya sudah kehilangan semangat bermusik pasca kematian tragis sahabatnya tersebut.

Kendati demikian John Deacon masih terlibat dalam produksi album Made in Heaven yang dirilis tahun 1995. Album tersebut merupakan album pertama Queen setelah kematian Freddie Mercury. John Deacon juga sempat tiga kali tampil bersama dua personil Queen yang tersisa dalam konser amal pada tahun 1992, 1993, dan 1997.

Keterlibatan John Deacon bersama Queen untuk kali terakhirnya adalah saat proses rekaman lagu No-One But You (Only the Good Die Young) pada tahun 1997. Usai menyelesaikan rekaman lagu tersebut, John Deacon resmi memutuskan pensiun dari dunia musik dan menjauh dari sorotan publik.

Sejak itulah John Deacon tidak pernah berkomunikasi lagi tidak hanya dengan dua personil Queen lainnya, tetapi juga dengan kalangan musisi dan artis yang dikenalnya selama ini. John Deacon selalu menolak tawaran wawancara dari media dan lebih memilih tinggal di rumah lamanya membesarkan keenam anaknya. John Deacon benar-benar menjauh dari kehidupan publik, bahkan memilih tidak hadir saat Queen mendapat kehormatan masuk dalam Rock and Roll Hall of Fame pada tahun 2001.

Sumber foto: estacionk2.com

John Deacon mungkin sudah tidak aktif dalam Queen cukup lama, tetapi dirinya tetap memperoleh hak dan royalti selaku personil Queen untuk setiap proyek yang melibatkan Queen. Segala keputusan penting Queen juga selalu melibatkan dirinya meskipun John Deacon kabarnya tidak pernah mempermasalahkan dan selalu menyetujuinya.

Sejumlah penggemar Queen mengaku mereka terkadang berhasil menemui John Deacon yang tengah berjalan kaki di sekitar lingkungan rumahnya. Penampilannya pun sudah tidak seperti musisi rock melainkan mirip pria tua kebanyakan pada umumnya. John Deacon dikabarkan masih bersedia memberikan tandatangannya kepada penggemar yang memintanya, tetapi dirinya cenderung menutup diri dan menghindari publisitas. John Deacon yang kini hidup dalam kesunyian dunianya sendiri akan selalu dikenang sepanjang sejarah sebagai bassist band Queen yang legendaris.

AI