Share It
Berita Unik & Terkini

Inilah Alasan Penerbit Menolak Naskah Tulisan dari Penulis
June 12, 2021

Inilah Alasan Penerbit Menolak Naskah Tulisan dari Penulis

Hampir setiap penulis terkenal pasti pernah merasakan pahitnya penolakan naskah dari penerbit. Bahkan ada pepatah yang mengatakan bahwa seorang penulis belum menjadi penulis sejati apabila dirinya belum pernah mengalami penolakan naskah dari penerbit. Tentunya menarik untuk mengetahui latar belakang dan alasan penolakan naskah oleh penerbit yang berbeda-beda. Berikut beberapa alasan penerbit mengapa menolak naskah dari penulis:

Alasan pertama penerbit menolak naskah, yaitu naskah dari penulis memang tidak sesuai dengan visi dan misi penerbit atau sang penulis ternyata salah mengirimkan naskah ke penerbit yang tidak sesuai dengan jenis naskahnya. Misalnya, ada penulis yang mengirimkan naskah tulisan novel ke penerbit Erlangga yang selama ini dikenal sebagai penerbit khusus buku-buku pelajaran sekolah. Tentu saja sebagus apapun cerita novel yang ditulis oleh sang penulis, penerbit Erlangga akan menolak naskah penulis tersebut.

Alasan kedua penerbit menolak naskah dari penulis, yaitu karena naskah dari penulis tersebut tidak memiliki nilai jual (selling point) atau dianggap biasa-biasa saja, tidak lebih hebat dari buku sejenis yang sudah ada. Memang agak terkesan menyakitkan jika mengetahui naskah tulisan yang kita buat dianggap tidak memiliki nilai jual alias dianggap tidak laku. Namun, jangan langsung berkecil hati, bisa jadi penerbit tersebut memang tidak mengetahui potensi nilai jual naskah tulisan dari penulis tersebut. Apabila hal ini terjadi, teruslah berusaha mencoba mengirim naskah ke penerbit-penerbit lainnya.

Sumber foto: pexels.com

Alasan lain yang sering diberikan penerbit ketika menolak naskah dari penulis, yaitu lantaran naskah yang penulis tawarkan tersebut ternyata sama persis atau serupa dengan naskah yang saat ini sedang dikerjakan oleh penerbit. Pertimbangan dari penerbit, naskah lain yang ditawarkan ternyata ditulis oleh penulis yang jauh lebih terkenal dan mempunyai nilai jual serta lebih menarik isinya. Biar bagaimana pun penerbit tentunya berusaha mencari keuntungan sebesar-besarnya dari penjualan buku-buku yang diterbitkannya.

Alasan terakhir penerbit menolak naskah dari penulis, yaitu karena naskah yang ditawarkan ternyata isinya tulisan yang sensitif dan rawan untuk diterbitkan. Bisa jadi lantaran berhubungan dengan sejumlah masalah penting, seperti keamanan nasional, isu SARA, maupun rahasia penting negara. Tentunya penerbit tidak mau ambil resiko menerbitkan naskah yang dapat berpotensi memicu kontroversial di masyarakat. Banyak penulis yang memiliki naskah jenis ini mengalami penolakan dan akhirnya mereka memutuskan menerbitkannya sendiri. Penerbit juga tidak mau berurusan dengan hukum apabila menerbitkan naskah tulisan yang rawan. Sejak masa reformasi, bermunculan sejumlah penerbit yang berani menerbitkan buku-buku yang mengandung tulisan yang sensitif.

Sumber foto: pexels.com

Tentunya kondisi penolakan yang dialami penulis berbeda-beda. Biasanya penolakan pertama, yaitu naskah penulis ditolak langsung. Kedua, naskah penulis ditolak, tetapi dengan catatan apabila dapat disempurnakan atau diperbaiki maka kemungkinan besar akan diterbitkan. Ketiga, naskah penulis ditolak penerbitannya, tetapi dalam periode tertentu dan akan diterbitkan untuk momentum selanjutnya atau dengan kata lain ditunda penerbitannya.

Apa pun alasan penolakan dari penerbit, harus disikapi dengan bijak oleh penulis. Sebaiknya penulis jangan langsung putus asa dan mundur dari kegiatan menulis, apalagi menulis buku. Penolakan hingga berkali-kali oleh penerbit bukanlah akhir dari segalanya. Teruslah berkarya dengan tulisan dan tidak patah semangat mengirimkan naskah tulisan ke penerbit-penerbit lainnya.

Apabila masih belum berhasil, penulis kini juga bisa menerbitkan naskah tulisannya di penerbit indie dengan sistem print on demand, dengan kata lain, buku baru dicetak setelah ada pesanan pembelian dan jumlah pembeliannya pun bisa sedikit.

AI