Share It
Berita Unik & Terkini

Mengenal Lebih Dekat Sosok Roy Suryo
June 12, 2021

Mengenal Lebih Dekat Sosok Roy Suryo

Pria kelahiran Yogyakarta, 18 Juli 1968 ini memiliki nama lengkap KRT Roy Suryo Notodiprojo. Roy Suryo dikenal sebagai pakar telematika dan multimedia, mantan politisi, anggota DPR-RI dari Partai Demokrat, serta mantan Menteri Pemuda dan Olahraga pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sejak muda, Roy Suryo sudah tertarik pada hal-hal yang berkaitan dengan bidang teknologi, fotografi, elektronika, komputer, dan otomotif. Roy Suryo juga dikenal sebagai penggemar mobil antik sejak lama.

Nama Roy Suryo mulai dikenal publik pasca reformasi lantaran dirinya sering muncul di berbagai media untuk memberikan update perkembangan teknologi, analisa foto, video, maupun suara. Ia juga sering menjadi saksi ahli dalam sejumlah perkara. Roy Suryo tercatat pernah membantu proses analisa rekaman suara Presiden Habibie dengan Jaksa Agung Andi Ghalib, analisa rekaman suara skandal Cessie Bank Bali, hingga analisa foto Presiden Abdurrahman Wahid dan Aryanti Boru Sitepu.

Nama Roy Suryo semakin dikenal masyarakat Indonesia ketika pada tahun 2001 Metro TV menunjuknya sebagai host acara e-lifestyle, sebuah acara televisis berkonsep edutainment yang membahas perkembangan dunia teknologi. Acara tersebut cukup populer saat itu.

Pada kurun waktu awal hingga pertengahan tahun 2000-an, Roy Suryo berhasil meraih sejumlah penghargaan. Berbagai penghargaan yang pernah diraihnya, antara lain, yaitu Anugerah IJTI sebagai Peneliti Berprestasi di bidang Pendidikan (2000), Golden Award Kadin bidang Telematika-Writer (2001), Telematika Award dari Menhub Agum Gumelar (2003), Tokoh Digital 2004 Hasil Pooling Pembaca Trend Digital (2004), hingga penghargaan yang cukup unik di antara semua penghargaan yang pernah diraih Roy Suryo, yakni Pria Berbusana Terbaik 2004 versi YAPMI & YPI (2004).

Roy Suryo akhirnya terjun ke dunia politik pada tahun 2009 dengan maju sebagai calon anggota legislatif DPR-RI dari partai Demokrat daerah pemilihan Yogyakarta dengan nomer urut pertama. Roy Suryo akhirnya berhasil lolos dan resmi menjadi anggota DPR-RI, tetapi hanya selama empat tahun. Pada tahun 2013, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengangkatnya menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) menggantikan Andi Malarangeng yang kala itu tersangkut kasus korupsi Hambalang.

Sumber foto: badmintonindonesia.org

Pada masa kepemimpinannya yang relatif singkat sebagai Menpora, Roy Suryo dihadapkan dengan sejumlah permasalahan olahraga nasional, di antaranya kisruh sepakbola nasional, serta persiapan atlet Indonesia dalam mengikuti ajang Sea Games 2013 dan Asian Games 2014.

Namun, Roy Suryo sempat menjadi sorotan ketika dirinya tertangkap kamera televisi yang menyorotnya memperlihatkan dirinya lupa lirik saat menyanyikan lagu Indonesia Raya. Peristiwa tersebut terjadi saat dirinya selaku Menpora berusaha melerai kericuhan suporter sepakbola di Stadion Maguwo, Sleman, Yogyakarta pada 28 A Agustus 2013 dengan cara mengajak suporter yang bertikai bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Pada pemilu 2019, Roy Suryo kembali maju sebagai caleg Partai Demokrat dari daerah pemilihan Yogyakarta dengan nomer urut pertama, tetapi kali ini dirinya gagal lolos. Roy Suryo bahkan dikenal dengan strategi “Siap Jungkir Balik” yang populer selama masa kampanye di Yogyakarta. Sebenarnya perolehan suara Roy Suryo sudah di atas perolehan suara Partai Demokrat di Yogyakarta. Roy Suryo berhasil meraup total 24.415 suara sedangkan Partai Demokrat hanya 19.951 suara.


Sumber foto: Istimewa

Setelah belasan tahun berkecimpung di dunia politik, Roy Suryo akhirnya mundur dari Partai Demokrat pada 11 Maret 2020. Surat pengunduran dirinya diserahkan langsung kepada ketua umum Partai Demokrat saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono, DI Puri Cikeas, Jawa Barat. Alasan pengunduran diri Roy Suryo, yaitu karena ingin kembali aktif sebagai akademisi yang mengajar di sejumlah kampus.

AI