Share It
Berita Unik & Terkini

Kejamnya Brigade Dirliwanger, Pasukan Nazi Beranggotakan Penjahat Kriminal
June 14, 2021

Kejamnya Brigade Dirliwanger, Pasukan Nazi Beranggotakan Penjahat Kriminal

Berbeda dengan unit pasukan Jerman lainnya, Brigade Dirlewanger ini didominasi oleh sekelompok penjahat dan kriminal yang sebelum perang sudah meresahkan masyarakat Jerman. Dibentuk pada tahun 1940, mereka terdiri dari pembunuh, perampok, pemerkosa, pemabuk, dan pecandu obat-obatan terlarang. Sebagian besar dari mereka bahkan baru dibebaskan dari penjara setelah menyatakan bersedia untuk bergabung dalam Brigade Dirlewanger pimpinan Oskar Dirlewanger, seorang veteran Perang Dunia I, yang kini bergabung dengan pasukan SS Nazi Jerman.

Para kriminal tersebut mendapat jaminan bahwa mereka bebas melakukan aksi apa saja dan tidak akan mendapat tuntutan hukum jika ulah buruk mereka dilakukan di wilayah maupun terhadap siapapun musuh Jerman saat itu. Mereka bahkan dijanjikan mendapat pengampunan dan bebas dari hukuman masa lalu mereka jika Jerman berhasil menang perang. Brigade Dirlewanger bahkan diizinkan bebas untuk minum alkohol lebih banyak dari pasukan Jerman lainnya saat itu.

Adolf Hitler sendiri mengetahui aksi para kriminal tersebut, tetapi tetap memuji Oskar Dirlewanger dan pasukannya yang berani mati demi membela Jerman. Brigade Dirlewanger dikenal dengan reputasinya yang kerap membunuh seluruh warga desa dan kemudian membakar seluruh desa hingga rata dengan tanah. Pasukan ini juga sering memperkosa wanita yang menjadi tahanan mereka.

Sebagian besar misi Brigade Dirlewanger dilaksanakan di sejumlah wilayah Eropa Timur dengan sasaran utama warga kaum Yahudi. Aksi keji Brigade Dirlewanger dapat dilihat dari banyaknya warga sipil yang menjadi korban tewas secara tidak wajar di Polandia, Belarusia, Slovakia, dan Hungaria.

Puncak kekejaman Oskar Dirlewanger, yaitu saat memerintahkan pasukannya membunuh ratusan anak kecil di Warsawa, Polandia, pada Agustus 1944. Awalnya, Brigade Dirlewanger diperintahkan menghabisi kelompok perlawanan Polandia. Semua bangunan pun digeledah hingga akhirnya mereka menemukan sebuah bangunan yang di dalamnya berisi sekitar 500 anak kecil. Oskar Dirlewanger tanpa ragu langsung memerintahkan pasukannya untuk membunuh mereka dengan pisau bayonet untuk menghemat peluru. Anggota Brigade Dirlewanger yang menolak perintahnya saat itu langsung ditembak mati.

Pada akhir tahun 1944, Jerman mulai terdesak di sejumlah medan pertempuran. Hal ini dikarenakan kekurangan pasukan, banyak unit-unit tempur yang diperbantukan ke garis depan pertempuran termasuk pasukan Brigade Dirlewanger. Naas, sebagian besar akhirnya tewas saat bertempur di garis depan.

Sumber foto: spiegel.de

Pada tahun 1945, keadaan berbalik arah. Meninggalnya Adolf Hitler akibat bunuh diri di bunker persembunyiannya membuat Jerman akhirnya harus mengakui kalah perang. Akibatnya sejumlah petinggi partai Nazi dan pimpinan militer berusaha menyelamatkan diri, termasuk Oskar Dirlewanger. Setelah berbulan-bulan berhasil lolos dari kejaran pasukan Sekutu, pada 1 Juni 1945 dirinya akhirnya tertangkap di kota Althausen saat tengah menyamar dengan pakaian sipil. Keberadaannya diketahui oleh seorang Yahudi yang merupakan mantan tahanan kamp konsentrasi yang mengenali wajahnya.

Oskar Dirlewanger akhirnya ditahan oleh otoritas keamanan setempat untuk menjalani introgasi. Namun, Oskar Dirlewanger kemudian dinyatakan meninggal dunia pada 7 Juni 1945 di kamp tahanan Althausen. Meskipun disebut meninggal dunia karena serangan jantung, tetapi beredar rumor kuat bahwa Oskar Dirlewanger tewas setelah dianiaya. Alasan penganiayaan diduga dilakukan oleh sejumlah penjaga tahanan yang balas dendam atas aksi keji yang pernah dilakukannya.

Kekejaman Oskar Dirlewanger dan pasukannya sempat digambarkan dalam sebuah film produksi Uni Soviet yang berjudul Come and See yang dibintangi oleh Aleksei Kravchenko dan Olga Mironova. Film yang dirilis tahun 1985 tersebut menampilkan gambaran kejamnya pasukan Brigade Dirlewanger yang tidak segan membunuh banyak warga sipil tidak berdosa selama Perang Dunia II di Eropa Timur.

Sumber foto: amazon.com

Sebenarnya, dalam film tersebut tidak disebutkan perihal Oskar Dirlewanger maupun Brigade Dirlewanger. Hanya disebutkan pasukan Jerman yang muncul sepanjang film, yaitu unit pasukan SS Nazi Jerman. Namun, detail penggambaran pasukan dan komandan pasukan jelas mengarah kepada sosok Oskar Dirlewanger dan Brigade Dirlewanger.

Salasatu adegan yang selalu dikenang dalam film tersebut, yaitu adegan ketika pasukan Nazi tersebut menyerang sebuah desa. Warga desa kemudian dipaksa berkumpul dalam sebuah bangunan tua berbahan kayu. Selanjutnya, bangunan tersebut dikunci dari luar dan pasukan SS tersebut melemparkan granat ke dalam lubang udara bangunan tersebut sebelum akhirnya membakarnya. Warga desa tersebut akhirnya tewas secara mengenaskan. Konon aksi serupa juga pernah dilakukan oleh Oskar Dirlewanger dan pasukannya, Brigade Dirlewanger.

AI