Share It
Berita Unik & Terkini

Kisah para Ibu Negara dan Istana Merdeka
June 17, 2021

Kisah para Ibu Negara dan Istana Merdeka

Fatmawati Soekarno
Ibu Negara pertama Indonesia ini baru menempati Istana Merdeka empat tahun setelah kemerdekaan Indonesia. Hal ini bertepatan setelah Presiden Soekarno memindahkan kembali Ibukota dari Yogyakarta ke Jakarta lagi, 28 Desember 1949. Sebelum ibu kota pindah ke Yogyakarta, Presiden Soekarno dan keluarganya tinggal di kediaman pribadi mereka di Jl. Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta (kini Jl. Proklamasi).

Sumber foto: Istimewa

Meskipun Presiden Soekarno berkuasa hingga tahun 1967, tetapi Fatmawati sudah tidak tinggal di Istana Merdeka sejak tahun 1953. Fatmawati memilih keluar dari Istana Merdeka setelah Presiden Soekarno menikah siri dengan Hartini. Untuk menghormati perasan Fatmawati, status ibu negara tetap dipegang oleh Fatmawati. Presiden Soekarno juga tetap tinggal di Istana Merdeka bersama anak-anaknya dari Fatmawati, sementara Hartini tinggal di paviliun Istana Bogor.

Pernikahan Presiden Soekarno dengan Hartini sendiri saat itu sempat ditentang oleh sejumlah pihak. Meskipun demikian, Presiden Soekarno tidak terpengaruh bahkan kemudian sempat menikah dengan beberapa orang wanita lainnya hingga akhir masa kekuasaannya.

Tien Soeharto
Pasca Bung Karno tidak lagi menjabat sebagai presiden, dan secara resmi diminta meninggalkan Istana Merdeka tahun 1967, Presiden Soeharto memilih untuk tidak menempati Istana Merdeka melainkan tetap tinggal di kediaman pribadinya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto inilah Istana Merdeka banyak mengalami perombakan. Ibu Tien Soeharto sangat berperan dalam penataan kembali Istana Merdeka.

Sumber foto: istimewa

Ibu Tien Soeharto dikenal menambahkan nuansa kental adat Jawa dengan memasang banyak ukiran Jepara di sejumlah dinding, pilar dan ruangan tidak hanya di Istana Merdeka, tapi juga Istana Negara. Salasatu jejak peninggalan Ibu Tien Soeharto di Istana Merdeka, yaitu ruangan Jepara yang hingga saat ini masih digunakan presiden untuk menerima kunjungan tamu negara. Disebut ruangan Jepara karena di ruangan ini ada hiasan dinding raksasa berupa ukiran kayu jati yang dibuat oleh pengrajin kayu Jepara yang terkenal. Sebagian besar ukiran Jepara di Istana Merdeka dan Istana Negara tersebut akhirnya dicopot pada masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri.

Hasri Ainun Habibie
Hasri Ainun Habibie resmi menjadi ibu negara setelah hampir dua tahun posisi tersebut kosong sejak meninggalnya Ibu Tien Soeharto pada 26 April 1996. Pada masa pemerintahan suaminya, Presiden B.J. Habibie, nyaris tidak ada perubahan berarti yang dilakukan Ainun Habibie terhadap Istana Merdeka. Hampir semua peninggalan masa Presiden Soeharto tetap dibiarkan begitu saja. Hal ini dikarenakan pada masa awal Reformasi, situasi relatif masih belum stabil dan kondisi ekonomi negara juga belum sepenuhnya pulih. Sama halnya dengan Presiden Soeharto, Presiden Habibie juga memilih untuk tetap tinggal di kediaman pribadinya di kawasan Patra Kuningan, Jakarta Selatan ketimbang di Istana Merdeka.

Sumber foto: Istimewa

Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid
Pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid dilakukan sejumlah perubahan pada bagian dalam Istana Merdeka. Tentunya Sinta Nuriyah Wahid turut berperan dalam merubah suasana kediaman resmi Presiden RI tersebut. Perubahan yang paling terlihat, yaitu karpet dan korden Istana Merdeka yang selama ini identik dengan warna merah diganti dengan warna biru.

Sumber foto: Istimewa

Pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid bisa dibilang aturan protokol ketat Istana mulai dilonggarkan. Banyak sekali tamu dan kenalan Presiden Abdurrahman Wahid khususnya dari kalangan ulama yang sering keluar-masuk Istana Merdeka. Berbeda dengan Presiden Soeharto dan Presiden Habibie, Presiden Abdurrahman Wahid dan keluarganya memilih untuk tinggal di Istana Merdeka.

Situasi politik nasional yang memanas pada bulan Juli 2001 mengakibatkan Presiden Abdurrahman Wahid akhirnya diberhentikan oleh MPR. Abdurrahman Wahid yang akrab disapa Gus Dur sempat menolak meninggalkan Istana Merdeka karena merasa pemberhentiannya oleh MPR merupakan hal ilegal. Belakangan Gus Dur bersedia meninggalkan Istana Merdeka untuk kemudian menjalani pengobatan di Amerika Serikat.

Ani Yudhoyono
Pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono banyak dilakukan sejumlah pembenahan di lingkungan Istana Merdeka. Beberapa ruangan direnovasi sesuai dengan kebutuhan. Pada lorong jalan penghubung antara Wisma Negara dengan Istana Merdeka, dipasang foto-foto kegiatan presiden dan ibu negara.

Sumber foto: Istimewa

Pada masa awal pemerintahannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sempat tinggal di Istana Merdeka sebelum akhirnya tinggal di Istana Negara yang terletak di belakang Istana Merdeka. Cucu pertama mereka, Almira Tunggadewi Yudhoyono bahkan sempat tinggal di Istana Merdeka tidak lama setelah dilahirkan.

Ani Yudhoyono juga dikenal sebagai pemrakarsa kegiatan Istura atau Istana untuk Rakyat. Masyarakat dapat mengikuti tur edukasi mengunjungi dan melihat ke dalam Istana Merdeka khusus pada akhir pekan. Kegiatan yang dimulai pada tahun 2008 ini mendapat respons yang sangat antusias dari masyarakat. Sayangnya, kegiatan Istura ini resmi dihentikan pada masa Presiden Joko Widodo.

Iriana Joko Widodo
Pada masa awal pemerintahannya, Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana sempat tinggal di Istana Merdeka. Namun, kini keduanya lebih sering dan memilih tinggal di paviliun yang terletak di komplek Istana Bogor dan hanya sesekali tinggal di Istana Merdeka. Meskipun tinggal di Istana Bogor, sejumlah kegiatan kenegaraan masih tetap dilaksanakan di Istana Merdeka.

Sumber foto: istimewa

 
AI