Share It
Berita Unik & Terkini

Akhir Kisah Pelarian Penyok, si Buron DPO Pengeroyok Polisi
July 24, 2021

Akhir Kisah Pelarian Penyok,  si Buron DPO Pengeroyok Polisi

Sepandai-pandainya tupai melompat, sekali waktu pasti jatuh juga. Kutipan peribahasa tersebut sepertinya tepat diberikan kepada Muhammad Aldi Royya alias Penyok. Pemuda asal kota Depok tersebut sempat menjadi pembicaraan saat videonya bersama sejumlah temannya mengeroyok seorang anggota polisi yang berusaha membubarkan aksi balap motor liar di Jl. TB. Simatupang, Jakarta Selatan, pada 8 Juli 2021 viral di media sosial. Sempat bersembunyi di sejumlah tempat, Penyok akhirnya berhasil ditangkap aparat polisi gabungan Polres Metro Jakarta Selatan, Polres Metro Depok, dan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Sebelum ditangkap, Penyok dan ratusan orang temannya dari Depok melakukan kegiatan aksi balap motor liar di masa PPKM Darurat. Mendapat laporan masyarakat, polisi segera mendatangi lokasi. Naas bagi anggota Polsek Cilandak, Aiptu H. Suwardi yang berusaha membubarkan massa justru malah mendapat makian dan dikeroyok sejumlah massa aksi peserta balap. Beruntung polisi yang sudah berusia paruh baya tersebut berhasil meloloskan diri meskipun menderita sejumlah luka lebam. Usai melakukan aksi pengeroyokan, kerumunan massa balap liar langsung pergi melarikan diri.

Berbekal rekaman video yang beredar luas di media sosial, polisi pun langsung melakukan pengejaran dan berhasil menangkap tiga orang pelaku yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka. Ironisnya, dari tiga orang tersangka tersebut, dua orang merupakan wanita. Berdasarkan informasi ketiganya diperoleh keterangan bahwa pelaku utama yang terlibat pengeroyokan langsung terhadap Aiptu H. Suwardi yaitu Muhammad Aldi Royya alias Penyok.

Polisi pun langsung memasukkan Penyok dalam DPO (Daftar Pencarian Orang) Polres Jakarta Selatan. Polisi bahkan menginformasikan DPO Penyok pada akun media sosial resminya. Dalam hal ini Polisi sangat terbantu oleh banyaknya warganet yang secara sukarela membagikan informasi DPO Penyok di berbagai akun media sosial milik warganet sehingga semakin mempersempit ruang gerak Penyok karena foto wajahnya kini diketahui banyak orang.

Sumber foto: Istimewa

Penyok sendiri selama hampir seminggu diketahui bersembunyi dan tidak pulang ke rumah orangtuanya di Depok. Namun, polisi akhirnya berhasil melacak keberadaannya setelah Penyok diketahui berkomunikasi melalui telepon selularnya dari wilayah Jakarta Utara. Pada 15 Juli 2021, tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang dipimpin oleh Kompol Abdul Rahim dan AKP Dwi Yanuar Mukti Setiawan melakukan upaya penangkapan terhadap Penyok. Di antara anggota tim tersebut, salasatunya yaitu AIptu Jakaria yang dikenal masyarakat sebagai Jacklyn Choppers.

Penyok diketahui tengah bersembunyi di rumah salasatu kerabatnya yang terletak di Jl. Cempaka I Ancol Selatan No.39 RT. 009/003 Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Upaya penangkapan Penyok dilakukan pada malam hari sekitar pukul 22.00 WIB. Untuk memastikan Penyok tidak melarikan diri dari tempat tersebut, tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya menurunkan sembilan orang personil terbaiknya dengan bersenjata lengkap. Pada saat sejumlah polisi masuk lewat pintu depan rumah persembunyian Penyok, anggota polisi lainnya mengepung sekeliling rumah mencegah Penyok melarikan diri.

Polisi akhirnya menangkap Penyok yang tengah berada di salasatu kamar. Mengetahui banyaknya anggota polisi yang masuk ke kamarnya, Penyok pun akhirnya menyerah dan tidak melakukan perlawanan. Penyok yang seminggu sebelumnya terlihat garang dan berani mengeroyok anggota polisi, kali ini justru tampak pucat dan terkesan pasrah.

Polisi langsung menggeledah kamar yang ditempati Penyok untuk mencari telepon selular miliknya yang diduga berisi bahan bukti komunikasi Penyok selama melarikan diri serta untuk mengetahui apakah ada pelaku pengeroyokan polisi lainnya. Polisi juga menunjukkan surat perintah penangkapan dan sejumlah bukti yang membuat Penyok tidak bisa menyangkalnya.

Sumber foto: Channel YouTube Jacklyn Choppers

Penyok kemudian dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan, terungkap Penyok merupakan mantan residivis yang pernah terlibat kasus pengeroyokan hingga korbannya tewas. Meskipun Penyok mengaku bersalah dan menyesal atas perbuatannya, tetapi sanksi hukum siap menanti sebagai konsekuensi perbuatannya. Dalam usia masih muda, yakni 18 tahun dan terlibat kasus hukum yang cukup serius, Penyok jelas bukan contoh anak muda yang baik bahkan justru malah membuat malu keluarganya.

Sumber foto: Channel YouTube Jacklyn Choppers

Dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Jakarta Selatan pada 16 Juli 2021, sosok Penyok yang sempat viral tersebut akhirnya ditampilkan di depan awak media. Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Achmad Akbar mengatakan Penyok sudah resmi menjadi tersangka bersama tiga tersangka lainnya yang terlibat pengeroyokan Aiptu H. Suwardi.

Keempatnya dikenakan pasal 170 KUHP dan pasal 212 KUHP tentang tindak pidana pengeroyokan dan tindak pidana melawan petugas yang sedang melakukan dinas. Semoga peristiwa ini membuat Penyok benar-benar kapok dan tidak mengulangi lagi perbuatan melawan hukum di masa yang akan datang.

AI