Share It
Berita Unik & Terkini

Mengenal Empat Tingkatan Gejala Covid-19
July 27, 2021

Mengenal Empat Tingkatan Gejala Covid-19

Kementerian Kesehatan RI telah mengeluarkan panduan terkait empat tingkatan gejala Covid-19 serta bentuk perawatan dan terapi yang diperlukan untuk menanganinya. Setiap tingkatan gejala Covid-19 tersebut membutuhkan perhatian dan perlakuan khusus sesuai dengan petunjuk kedokteran dan kesehatan. Berikut info lengkap tingkatan gejala Covid-19.

Pasien tanpa gejala
Pada tingkatan ini gejala yang dialami penderita yaitu frekuensi nafas 12-20 kali per menit dengan tingkat saturasi lebih dari 95 persen. Bagi pasien tanpa gejala perawatannya dapat dilakukan dengan cara isolasi mandiri (isoman) di rumah atau di fasilitas isolasi milik pemerintah (tergantung kapasitas yang tersedia). Bentuk terapi pengobatannya, yaitu dengan banyak mengonsumsi vitamin C, D, dan Zinc. Adapun lama perawatannya yaitu 10 hari isolasi sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi.

Pasien gejala ringan
Gejala yang dialami penderita yaitu demam, batuk (umumnya batuk kering ringan), kelelahan, Anoreksia, sakit kepala, kehilangan indra penciuman dan indra pengecapan, serta nyeri tulang dan tenggorokan. Selain itu, penderita mengalami pilek dan bersin, mual, nyeri perut, diare, dan perubahan warna pada kulit.

Pasien gejala ringan harus menjalani isolasi di fasilitas kesehatan pemerintah atau bisa juga melakukan isoman dengan memenuhi persyaratan tertentu dari dokter. Terapinya yaitu dengan mengonsumsi vitamin C, D, dan Zinc, serta Oseltamivir atau Favipiravir dan Azitromisin. Lama perawatan untuk pasien gejala ringan yaitu 10 hari isolasi sejak timbul gejala dan minimal 3 hari bebas gejala.

Sumber foto: pexels.com

Pasien sedang
Gejala yang dialami penderita yaitu demam, batuk (umumnya batuk kering ringan), kelelahan, Anoreksia, sakit kepala, kehilangan indera penciuman dan indera pengecapan, serta nyeri tulang dan tenggorokan. Selain itu, penderita mengalami pilek dan bersin, mual, konjungtivitas, nyeri perut, diare, dan perubahan warna pada kulit dan pada jari-jari kaki. Penderita gejala sedang frekuensi nafasnya 20-30 kali per menit dan saturasi kurang lebih 95 persen yang disertai sesak nafas tanpa distress pernafasan.

Pasien gejala ringan harus menjalani isolasi di rumah sakit lapangan, rumah sakit darurat Covid-19, atau rumah sakit rujukan maupun non rujukan. Untuk terapi harus merngonsumsi Favipiravir, Remdesivir 200 mg IV, Azitromisin, Kortikosteroid, vitamin C, D, Zinc, Antikoagulan LMWH/UFH berdasarkan evaluasi Dokter Penanggung Jawab (DPJP).

Apabila terdapat pengobatan komorbid maka dilakukan terapi O2 secara noninvasif dengan arus sedang sampai tinggi (HFNC). Lama perawatan untuk gejala sedang, yaitu 10 hari sejak timbul gejala dan minimal 3 hari bebas gejala.

Sumber foto: pexels.com

Pasien berat/kritis
Gejala yang dialami penderita gejala berat/kritis, yiatu demam, batuk (umumnya batuk kering ringan), kelelahan, Anoreksia, sakit kepala, kehilangan indera penciuman dan indera pengecapan, serta nyeri tulang dan tenggorokan. Selain itu, penderita mengalami pilek dan bersin, mual, konjungtivitis, nyeri perut, diare, dan perubahan warna pada kulit jari-jari kaki. Penderita gejala berat/kritis biasanya frekuensi nafasnya lebih dari 30 kali per menit dan saturasinya kurang dari 95 persen yang disertai sesak nafas dengan distress pernafasan.

Kondisi kritis pasien dengan gejala berat ditandai dengan ARDS/gagal nafas, sepsis, syok sepsis, dan kegagalan multi organ. Dalam kondisi demikian, tempat perawatan terbaik yiatu di HCU/ICU pada rumah sakit rujukan. Adapun terapi yang dipakai yakni Favipiravir, Remdesivir 200 mg IV, Azitromisin, Kortikosteroid, vitamin C, D, Zinc, Antikoagulan LMWH/UFH berdasarkan evaluasi Dokter Penanggung Jawab (DPJP).

Apabila terdapat pengobatan komorbid maka dilakukan HFNC/Ventilator dan terapi tambahan lainnya yang diperlukan. Untuk pasien penderita gejala berat/kritis, lama perawatannya sampai dinyatakan sembuh oleh DPJP dengan hasil PCR negatif serta kondisi klinis secara keseluruhan yang membaik.

AI