Share It
Berita Unik & Terkini

Mengenal Tas Paling Berbahaya dan Mematikan di Dunia
July 30, 2021

Mengenal Tas Paling Berbahaya dan Mematikan di Dunia

Mungkin kita sering mengetahui banyak tas merk ternama yang memiliki desain bagus serta dibanderol dengan harga ratusan juta hingga milyaran rupiah. Namun, tahukah kamu terdapat sebuah tas yang dianggap sebagai tas paling berbahaya dan mematikan di dunia karena dapat mengakibatkan perang nuklir? Tas tersebut diberi nama Nuclear Football dan pemiliknya sendiri juga tidak main-main, yakni seorang Presiden Amerika Serikat.

Tas Nuclear Football merupakan tas khusus yang berisi perangkat canggih peluncuran untuk mengaktifkan persenjataan nuklir milik Amerika Serikat. Untuk mengaktifkannya dibutuhkan kode otentikasi yang terdapat pada sebuah kartu yang dipegang langsung oleh Presiden Amerika Serikat. Uniknya, kartu tersebut sering disebut sebagai Nuclear Biscuit. Tas Nuclear Football ini selalu dibawa oleh seorang ajudan militer presiden kemana pun Presiden Amerika Serikat pergi, baik ketika berpergian di dalam negeri maupun saat melakukan kunjungan kenegaraan ke luar negeri.

Keberadaan tas Nuclear Football ini seiring dengan perkembangan persenjataan nuklir Amerika Serikat khususnya pada masa Perang Dingin dengan Uni Soviet. Tas ini konon mulai kali pertama digunakan pada masa pemerintahan Presiden Dwight D. Eisenhower, tetapi jarang diketahui oleh publik. Tas ini baru mulai menarik perhatian publik ketika Presiden John F. Kennedy menjabat. Pada saat itu, ajudan militer presiden sering tampak mengikuti Presiden John F. Kennedy sembari membawa tas hitam yang tidak biasa. Sejak itulah mulai ramai dibahas perihal tas Nuclear Football di kalangan pengamat maupun masyarakat.

Sumber foto: coffeeordie.com

Tas Nuclear Football sendiri sebenarnya terdapat tiga buah. Dua tas dibawa oleh presiden dan wakil presiden, sementara sisanya tetap berada di Gedung Putih. Konon di dalam tas tersebut juga terdapat buku khusus yang berisi daftar sejumlah lokasi rahasia di Amerika Serikat yang bisa digunakan oleh presiden untuk menghindari perang nuklir.

Pada masa kepemimpinan Presiden Donald Trump, beberapa kali terjadi insiden yang nyaris membahayakan Nuclear Football. Saat terjadi kerusuhan oleh massa di gedung kongres Capitol, WashingtonD.C. pada 6 Januari 2021, Wapres Mike Pence diketahui tengah berada di dalam gedung tersebut dan juga membawa tas cadangan Nuclear Football. Entah apa yang bakal terjadi jika massa perusuh berhasil merebut tas tersebut saat kerusuhan berlangsung.

Sumber foto: nytimes.com

Presiden Donald Trump yang tidak mau menghadiri upacara pelantikan Joe Biden sebagai presiden terpilih Amerika Serikat tetap membawa tas Nuclear Football miliknya pada hari pelantikan Joe Biden. Padahal sesuai tradisi selama ini, setiap Presiden Amerika Serikat yang baru dilantik akan menjalani proses serah-terima tas Nuclear Football dari Presiden pendahulunya. Meskipun demikian usai Joe Biden dan Kamala Harris resmi dilantik sebagai Presiden dan Wapres Amerika Serikat yang baru, kode aktifasi nuklir milik Donald Trump dan Mike Pence langsung dinonaktifkan.

Menariknya, sempat beredar rumor bahwa muncul kekhawatiran besar di kalangan petinggi militer Amerika Serikat bahwa Presiden Donald Trump yang sejak awal tidak mengakui kemenangan Joe Biden bakal melakukan aksi nekat dengan mengaktifkan Nuclear Football. Sempat muncul sejumlah gagasan berupa langkah-langkah antisipasi mencegah aksi tersebut. Beruntung hingga Joe Biden akhirnya selesai membacakan sumpah dan diangkat sebagai Presiden Amerika Serikat, Donald Trump tidak melakukan tindakan-tindakan yang dikhawatirkan tersebut.

Sumber foto: nbcnews.com

Mengingat Indonesia tidak memiliki persenjataan nuklir maka mustahil menyaksikan ADC (ajudan) presiden berjalan di belakang seorang Presiden Indonesia sambil membawakan tas Nuclear Football. Mungkin hanya Amerika Serikat saja satu-satunya negara di dunia yang pemimpinnya memiliki sebuah tas yang selalu dibawa kemana-mana untuk mengaktifkan persenjataan nuklir mereka sewaktu-waktu jika diperlukan.

AI