Share It
Berita Unik & Terkini

Begini Tunjukkan Rasa Empati Saat Pandemi
August 1, 2021

Begini Tunjukkan Rasa Empati Saat Pandemi

Pandemi di Indonesia dan dunia yang sudah berlangsung selama dua tahun ini banyak menyisakan cerita duka. Tak hanya kematian, juga bertumbangan banyak sektor usaha sehingga menimbulkan masalah baru, yakni kehilangan pekerjaan dan kemiskinan. Tentu saja, setiap hari kabar duka bertebaran sehingga membuat jantung ini terus berdegup dan tegang menghadapinya. Ada yang bertahan dan dan ada pula yang menyerah dengan kondisi ini. Ya Tuhan, kapan pandemi ini akan berakhir? Ampuni dosa-dosa kami dan kami akan berbuat lebih baik lagi.

Banyak sekali kemalangan yang terdengar akhir-akhir ini, yang diberikan sakit semoga lekas disembuhkan dan yang sehat tetap jangan abai pada protokol kesehatan. Tetap memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan bersih, serta menjauhi kerumunan. Pandemi ini setidaknya memunculkan rasa gotong royong dan saling membantu. Dan pada kali ini kami akan memaparkan bagaimana menunjukkan empati saat pandemi ini, yuk kita simak bersama!

Tetap mengikuti anjuran pemerintah
Empati yang baik, yaitu kita jangan ngeyel terhadap ancaman virus ganas ini. Banyak sekali yang sudah gugur akibat serangan virus ini secara bertubi-tubi. Setidaknya, Indonesia merupakan negara yang termasuk tinggi tingkat kematiannya akibat virus corona ini. Dengan tetap mengikuti anjuran pemerintah kita akan menjadi warga negara yang baik, yakni dengan tetap berada di rumah saja dan keluar hanya saat membutuhkan sesuatu, tetap memakai masker saat keluar rumah atau pun di dalam rumah, mencuci tangan setiap saat dengan bersih, menjaga jarak dengan siapa saja agar tidak terjadi interaksi secara dekat, dan sebagainya. Apalagi saat ini diterapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau yang dikenal dengan PPKM. Kita sebagai warga negara yang baik harus patuh dengan mengikuti aturan PPKM yang telah dicanangkan pemerintah.

Sumber foto: Pexels.com

Tahan nafsu untuk berkomentar tidak baik
Sifat julid memang ada saja yang melekat pada diri manusia. Setidaknya di masa pandemi ini banyak sekali komentar miring terhadap orang yang sering keluyuran, bekerja di luar rumah, dan sebagainya. Banyak yang harus melakukan aktivitas di luar rumah sehingga ada di antara kita yang tidak melaksanakan work from home, hal ini menjadi sebuah perbedaan yang jangan diperdebatkan. Setiap orang punya profesi masing-masing, apalagi sebagai pekerja yang tidak bisa bekerja dari rumah harus kita maklumi. Tahan untuk menulis komentar yang tidak baik di media sosial dan jadilah pribadi yang baik dengan selalu berempati kepada sesama di dalam musibah ini.

Memberikan support kepada penderita dan yang telah gugur
Banyak sekali yang terpapar virus corona sehingga harus melakukan isolasi mandiri, baik di rumah atau di rumah sakit. Hal ini setidaknya memunculkan rasa iba tersendiri kepada kita semua dan menjadi pemicu untuk lebih baik lagi dalam menjaga protokol kesehatannya. Dan sebagai warga negara yang baik juga terus memberikan support kepada penderita dengan memberikan bantuan apa saja yang meringankan beban mereka. Dan memberi ucapan belasungkawa juga kepada keluarga korban keganasan virus ini.  

Sumber foto: Pexels.com

Tetap berbagi dan tidak panic buying
Dalam masa pandemi ini mendidik kita untuk tetap berbagi rezeki setiap hari. Melihat tetangga sendiri yang kita utamakan jika butuh bantuan ulurkan tangan kita dengan menyisihkan sebagian dari rezeki yang telah kita dapatkan. Menabung pahala di masa pendemi ini akan menjadikan ibadah kita terus meningkat. Tak hanya itu, hindari membeli barang yang berlebihan sehingga stok menjadi langka dan harga menjadi mahal.

Menjadikan diri ini lebih berdaya dan bernilai merupakan kesempatan emas di masa pandemi. Selalu ada hikmah di balik semua musibah agar tetap menjadikan diri ini sebagai insan yang senantiasa bersyukur dan tetap peduli dengan sesama.

RF