Share It
Berita Unik & Terkini

Yuuk Mengenal Jenis-Jenis Lari
August 2, 2021

Yuuk Mengenal Jenis-Jenis Lari

Lari merupakan olahraga yang banyak disukai masyarakat, karena selain menyehatkan dan mudah dilakukan, olahraga ini tidak membutuhkan banyak biaya untuk persiapan maupun perlengkapannya. Namun, ternyata olahraga lari terdiri dari beberapa jenis beserta fungsinya masing-masing. Berikut keterangan lengkapnya.

Warm up run
Lari jenis ini, yaitu lari santai yang dilakukan dalam rangka pemanasan sebelum benar-benar memulai olahraga lari. Manfaat lari warm up, yaitu untuk mempersiapkan pembuluh darah, jantung, dan otot agar siap saat berlari nanti. Biasanya lari warm up dilakukan selama 10-20 menit.

Base run
Lari jenis ini dilakukan dengan pace natural. Jika pada saat berlari kita bisa mengucapkan kalimat dengan lancar maka itulah pace natural atau base kita. Pace lari ini tidak cepat dan dilakukan sekitar 1-2 km untuk membangun kemampuan aerobik kita. Meskipun terkesan mudah untuk dilakukan, tetapi dalam pelaksanaannya harus dilakukan dengan penuh fokus.

Strider
Lari strider berguna untuk melemaskan otot dan memperbaiki postur lari kita. Lari strider biasanya dilakukan dengan jarak 100 meter dengan pace yang secara bertahap. Disarankan bagi mereka yang ingin melakukan lari strider untuk melakukannya setelah base run.


Sumber foto: pexels.com

Progression run
Lari jenis ini diawali dari pace pelan dan secara bertahap dinaikkan pace-nya setiap 10 detik. Pelari yang melakukan ini biasanya memakai timer (pencatat waktu) untuk menambah kecepatannya setiap 10 detik. Pelari baru berhenti saat dirinya sudah tidak mampu lagi untuk menambah kecepatannya karena sudah kelelahan. Lari jenis ini direkomendasikan bagi pelari yang ingin melatih stamina tubuhnya.

Interval run
Lari interval dilakukan dengan menyisipkan istirahat singkat di antara dua lari yang intens. Lari interval bermanfaat dalam membakar lemak, mengembangkan kemampuan anaerobik tubuh atau kemampuan tubuh berlari tanpa kadar oksigen yang cukup. Selain itu, lari interval dapat membantu memperbaiki postur tubuh saat berlari.

Fartlek run
Lari jenis ini merupakan salasatu bentuk lari Interval. Kita berlari dengan merubah-rubah kecepatan kita. Lari ini disebut juga sebagai permainan kecepatan karena perubahan kecepatannya tidak memiliki pola dan hanya disesuaikan dengan keinginan si pelari. Misal, dalam 1 km kita berlari 500 meter dengan pace 5 lalu pada 300 meter selanjutnya berganti ke pace 7 lalu pada 200 meter terakhir push dengan pace 3.

Treshold run
Lari ini dilakukan selama 30 menit dengan pace yang lebih cepat dari easy run, tetapi lebih lambat dari pace saat mengikuti event lari 5000 meter atau 10.000 meter. Pelari akan berlari di ambang batas antara pace saat easy run dan pada saat race. Lari jenis ini berguna untuk mengetahui tingkat stamina pelari secara keseluruhan.

Sumber foto: pexels.com

Hill repeats
Merupakan salasatu bentuk lari interval. Pelari berlari ke atas bukit atau tempat menanjak sejauh 200-400 meter dengan pace yang cepat. Sesampai di atas kembali turun dengan joging ke bawah lalu kembali lari ke atas seperti awal. Lari ini berguna memperkuat kaki dan daya tahan tubuh.

Turnover run
Lari ini mengharuskan pelari berlari dengan pace cepat sejauh 100-200 meter dengan langkah kaki yang pendek, tetapi cepat. Lari Turnover berguna untuk untuk membiasakan kaki melangkah rolling ke depan dengan cepat sehingga bisa menghemat energi.

Tempo run
Merupakan lari yang biasanya dilakukan pelari marathon sebagai latihan. Lari ini biasanya dilakukan pada pace yang cepat, tetapi terus dilakukan dalam waktu yang lama. Fungsinya, untuk menaikkan ambang batas rasa lelah pada otot.

Long run
Merupakan lari jarak jauh dengan pace ringan sedang dan dilakukan setidaknya sebanyak 10-20 % dari jumlah total jarak lari mingguan. Lari ini membantu menaikkan stamina, kecepatan dan melatih tubuh agar berlari lebih efisien.

Sumber foto: pexels.com

Pick up run
Merupakan lari dengan pace cepat selama 10-20 detik dan dilakukan di tengah atau akhir long run. Fungsinya, yaitu untuk membiasakan tubuh tetap berlari dengan cepat meskipun sudah kelelahan karena long run.

Cool down (pendinginan)
Lari cool down berfungsi menurunkan detak jantung, tekanan darah, dan pernafasan secara bertahap. Biasanya, lari ini dilakukan dengan pace santai dan ringan selama 3-5 menit.

Recovery run
Merupakan lari santai dan ringan sejauh 2-3 km yang dilakukan dalam waktu 24 jam setelah lari atau olahraga intens terakhir yang kita lakukan, misal setelah ikut marathon atau workout skala berat di gym. Jadi, jika setelah olahraga berat kita mengalami kesulitan dalam lari, maka hal ini menandakan tubuh kita sudah kelelahan dan harus segera beristirahat.

AI