Share It
Berita Unik & Terkini

Pahami sebagai Manusia, Inilah Kunci Bahagia Dunia Akhirat
September 19, 2021

Pahami sebagai Manusia, Inilah Kunci Bahagia Dunia Akhirat

Sebagai manusia seyogyanya mempunyai kehidupan yang seimbang, antara dunia dan akhirat. Porsi meraihnya juga layaknya berlomba dalam kebaikan serta menginginkan kebahagiaan hidup selamanya. Hidup di dunia memang sementara, tapi jadikan kebaikan di dunia menjadi sebuah bekal agar di akhirat nanti mendapatkan kebahagiaan yang abadi.

Selain melakukan kebaikan di dunia, pun sebagai seorang muslim berkewajiban mengejar akhiratnya. Tentu saja, dengan berbuat kebajikan, ibadah yang tekun, bersedekah, dan menjauhi larangan Allah. Kunci bahagia di dunia tak hanya mendapatkan apa yang kita harapkan saja, termasuk harta, kedudukan, dan sebagainya. Namun, di akhirat juga kita layak mendapatkan surganya Allah dengan menjalankan apa yang telah diperintahkan oleh-Nya. Untuk itu, pada artikel kali ini kami akan membahas sebuah paparan yang sangat bermanfaat mengenai kunci bahagia dunia dan akhirat. Setiap manusia pasti membutuhkannya dan gak usah berlama lagi, simak penuturan menarik berikut ini!

Berdoa kepada Allah
Berdoa merupakan sebuah hal yang tak luput dari kehidupan kita sehari-hari. Mendoakan diri sendiri, keluarga, orang lain, bahkan mendoakan semoga kebaikan selalu menghampiri kehidupan kita semua. Menjalani kehidupan yang berkah juga menjadi tujuan yang mulia. Ada doa yang sebaiknya dipanjatkan setiap saat yang diyakini sebagai doa sapu jagat, yakni "Rabbana aatinaa fiddunyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaabannar". Arti doa ini adalah: "Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa api neraka)".

Sumber foto: Pexels.com

Perbanyak membaca kalimat thoyyibah
Selanjutnya, untuk mendapatkan kunci bahagia di dunia dan akhirat, yaitu dengan memperbanyak membaca kalimat thoyyibah. Kalimat ini bisa dibaca setelah salat atau melakukan dzikir sehari-hari. Ada hadits yang menganjurkan untuk memperbanyak kalimat thoyyibah ini, yakni “Perbanyaklah berzikir kepada Allah SWT yang maha luhur lagi agung dalam berbagai keadaan. Karena tidak ada amal yang lebih dicintai Allah dan lebih menyelamatkan seorang hamba dari keburukan dunia dan akhirat selain zikir kepada Allah SWT" (HR. Ibnu Sharshari). Selain mengamalkan kebaikan, dengan banyak berzikir hati akan merasa tenang.

Pasrah kepada Allah jika ditimpa musibah
Namanya hidup ada roda yang kita lalui, saat di atas kita harus bersyukur dan saat  berada di bawah pun senantiasa pasrah dan bersyukur juga. Manusia akan diberi ujian karena agar dijadikan hikmah dalam menentukan kehidupan selanjutnya. Manusia juga jika ditimpa musibah hendaknya bersikap pasrah kepada Allah dan mengucapkan, "Innalillahi wa Innaailaihi Raajiuun". Ucapan ini diharapkan untuk menyadarkan manusia bahwa segala apa yang terjadi tidak pernah lepas dari ketetapan Allah sehingga manusia tidak lekas berputus asa.

Sumber foto: Pexels.com

Mengucapkan hamdalah
Bersyukur merupakan sebuah cara hidup untuk membuat diri menjadi tenang serta batin juga merasa nyaman. Apa pun rezeki yang diberikan Allah hendaknya dinikmati dengan cara yang luas dan bersyukur sangat dalam sehingga kita tidak dicap menjadi manusia yang kufur nikmat. Mengucapkan hamdalah saat kenikmatan Allah diberikan kepada kita merupakan bentuk rasa syukur yang diucapkan.

Kebahagiaan tak hanya didapatkan di dunia saja, sebagai bentuk sebuah pencapaian yang diharapkan oleh manusia atas seluruh alam ini. Ada juga kebahagian yang sejatinya didapatkan manusia setelah berada di alam akhirat nanti dengan memperoleh kebahagiaan yang abadi. Semoga selalu diberkahi selalu dalam kehidupan kita semuanya.

RF