Share It
Berita Unik & Terkini

Liburan ke Finlandia Naik Mobil dari Bali? Bisa kok, tapi...
September 15, 2021

Liburan ke Finlandia Naik Mobil dari Bali?  Bisa kok, tapi...

Pernahkah terpikir untuk pergi liburan ke Finlandia dari Bali dengan mengendarai mobil? Tentu yang terbayang yaitu jarak tempuh sepanjang ratusan ribu bahkan mungkin jutaan kilometer dari Denpasar hingga ibu kota Finlandia, Helsinki. Terbayang juga bagaimana melewati ratusan kota sepanjang perjalanan dengan waktu tempuh perjalanan selama-lama berbulan-bulan. Kedengarannya memang mustahil, tetapi sebenarnya hal itu mungkin bisa terwujud. Lho kok bisa?

Adalah The Asian Highway Network (AH) atau lebih dikenal sebagai, Great Asian Highway, sebuah proyek ambisius dari United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (ESCAP), sebuah komisi bentukan PBB yang bertujuan memajukan perekonomian di kawasan Asia Pasifik. Proyek AH sendiri bertujuan menciptakan konektivitas transportasi darat sehingga bisa memicu pertumbuhan sektor ekonomi yang signifikan.

Proyek yang dirintis sejak tahun 1959 tersebut direncanakan dikerjakan secara bertahap hingga akhirnya diharapkan terjadi konektivitas secara keseluruhan dalam beberapa dekade. Proyek AH direncanakan mampu menciptakan konektivitas jaringan darat dari Asia Tenggara hingga Eropa.

Secara kebetulan, Denpasar Bali merupakan ujung dari proyek AH di benua Asia, sementara ibu kota Finlandia, Helsinki, merupakan ujung proyek AH di benua Eropa. Berdasarkan konsep awal, perjalanan darat dari Asia Tenggara ke Eropa bisa terwujud dengan pembangunan maupun pemanfaatan jaringan jalan raya maupun jalan tol di negara-negara tertentu di kawasan Asia dan Eropa.

Sumber foto: en.wikipedia.org

Tercatat terdapat 32 negara yang menyatakan komitmennya untuk terlibat dalam proyek yang disebut-sebut sebagai proyek pembangunan jalan paling ambisius sepanjang sejarah umat manusia tersebut. Negara-negara tersebut antara lain Jepang, Rusia, China, Indonesia, Turki, Malaysia, India, Korea Selatan, Pakistan, Myanmar, Thailand, dan puluhan negara lainnya.

Sebagian proyek AH ini memanfaatkan jalan raya maupun jalan tol yang sudah ada, tetapi kondisi geografis serta sejumlah faktor eksternal khususnya di sejumlah wilayah membuat diperlukan pembangunan jaringan jalan raya dan jalan tol baru. Tidak jarang faktor kondisi keamanan dan politik suatu negara terutama di kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan membuat pembangunan proyek AH yang seharusnya melintasi negara tersebut terpaksa terhenti.

Faktor penghambat lainnya, yaitu terjadinya krisis moneter yang melanda Asia pada tahun 1997 serta krisis finansial global tahun 2008. Meskipun hampir semua negara Asia berhasil melewati krisis tersebut, tetapi ternyata dampaknya terasa hingga saat ini. Beberapa negara Asia terpaksa menjadwal ulang atau bahkan sampai membatalkan pembangunan jalan tol sebagai bagian dari proyek AH karena dianggap bukanlah prioritas utama karena menghabiskan dana besar. Demikian pula dengan adanya krisis finansial 2008 yang berdampak pada sektor pembiayaan tidak hanya di Amerika Serikat, tetapi juga seluruh dunia, termasuk sejumlah negara di Asia dan Eropa.

Hal itulah yang membuat 29 negara kemudian meratifikasi keterlibatan mereka dalam proyek ini pada tahun 2013. Seiring kondisi global yang kini tengah dilanda pandemi Covid-19 yang belum mereda, proyek AH pun semakin diragukan kelanjutannya dapat terealisasi dalam waktu dekat. Ancaman perubahan iklim yang dialami hampir seluruh negara di dunia diperkirakan juga bakal turut menghambat kelanjutan proyek ini.

Sumber foto: development.asia

Diperkirakan masih butuh waktu beberapa puluh tahun lagi dan biaya sangat besar untuk benar-benar menyelesaikan proyek AH ini. Tidak hanya itu, kebijakan politik pemerintah suatu negara berperan sangat penting karena prioritas pembangunan setiap negara tentunya pasti berbeda dengan negara lainnya.

Apabila pembangunan proyek AH sudah benar-benar rampung, bukan mustahil di masa depan lebih banyak orang memilih melakukan perjalanan melintasi puluhan negara dan kota-kota besar dunia, seperti Bangkok, New Delhi, Teheran, Moskow, dan Helsinki dengan mobil dari Bali maupun sebaliknya. Perdagangan dan sektor ekonomi pun diperkirakan tumbuh dan menciptakan kesejahteraan di negara-negara yang dilintasi jalur AH tersebut. Semoga saja proyek AH ini benar-benar terealisasi yaa.

AI