Share It
Berita Unik & Terkini

Ternyata Ini Penyebab Memar setelah Donor Darah
October 15, 2021

Ternyata Ini Penyebab Memar setelah Donor Darah

Sebagai manusia, sejatinya harus mempunyai sikap tolong menolong kepada sesamanya. Tak hanya rajin bersedekah dengan ilmu atau materi, pun termasuk mendonorkan darah sebagai bukti bahwa kita merupakan manusia yang peduli. Donor darah bisa menolong berbagai kesulitan yang diderita oleh orang lain, misalnya yang membutuhkan transfusi darah, kekurangan hemoglobin, atau bahkan untuk membantu yang menderita Covid-19.

Dalam proses donor darah tersebut, memang tidak bisa sembarangan melakukannya. Banyak syarat yang harus dipenuhi, tak hanya sehat secara fisik saja, tetapi banyak syarat yang lain. Setelah donor pun, bahkan kita sering merasakan memar di tangan bekas suntikan yang menandakan ada luka yang lumayan terlihat. Nah, sebenarnya penyebab memar saat setelah donor darah ini karena apa saja sih? Mari simak dalam penjelasan berikut ini!

Pembuluh darah yang robek
Memar atau luka lebam setelah donor darah itu normal adanya. Jadi, kalian tidak usah panik berlebihan karena memang terdapat luka robekan saat penusukan jarum ke pembuluh darah di bagian lengan atas. Kulit yang memar itu adalah luka yang disebabkan tusukan dan lama-kelamaan juga akan menghilang dengan sendirinya. Jadi, dibiarkan saja tanpa diberikan obat apa-apa dan lebam atau memar tersebut akan berangsur hilang dan kulit warnanya akan kembali seperti semula.

Sumber foto: Pexels.com

Jaringan pembuluh yang lunak terluka
Jarum donor memang memakai jarum khusus yang ukurannya juga tak biasa sehingga akan wajar jika terjadi luka robekan yang bisa membuat kulit menjadi lebam atau memar. Memar ini juga akibat jaringan pembuluh yang lunak menjadi terluka. Timbul kebiruan dan bahkan agak sakit. Jika tidak ada pendarahan yang keluar tak perlu dikhawatirkan. Namun, jika darah tetap mengalir, pastikan aman dan tetap di bawah pengawasan tenaga kesehatan, ya!

Akibat tusukan jarum
Kulit yang lunak yang membuat luka kulit kita juga akan menimbulkan luka lebam. Lebam atau memar ini juga sebenarnya bukan hal yang patut dikhawatirkan, tinggal dikompres dengan air hangat keesokan harinya juga akan berangsur hilang. Tusukan jarum ini menjadikan kulit lengan terluka, apalagi jarum juga menusuk hingga pembuluh darah sampai bagian dalam dan menyebabkan darah keluar sangat banyak untuk ditampung di labu darah.

Sumber foto: Pexels.com

Lengan yang kaku saat donor
Lengan menjadi kaku juga akan mengakibatkan lebam terlebih karena ada jarum yang menusuk sehingga tidak diperkenankan bergerak agar darah tetap lancar mengalir ke labu melalui selang jalannya darah. Setelah donor darah, memang sebaiknya tidak membiarkan lengan kaku terlalu lama dan upayakan sedikit bergerak dan lakukan aktivitas fisik seperti biasa. Namun, ingat jangan mengangkat beban yang berat dahulu agar luka bekas tusukan jarum tetap aman.

Jadi, tidak usah khawatir lagi ya, guys, saat setelah donor darah kalian mendapati lengan bekas tusukan jarum menjadi lebam atau memar. Sebenarnya juga tidak perlu diobati karena akan berangsur sembuh dengan sendirinya. Namun, tetap berhati-hati jika masih ada tetesan darah yang keluar dan hal ini akan menyebabkan masalah yang lain. Tetap konsultasikan dengan tenaga kesehatan di tempat donor darah kalian. Selamat donor darah dan selalu menebar kebaikan untuk sesama manusia.

RF