Share It
Berita Unik & Terkini

Deretan Film Terbaik Tora Sudiro Periode 2005-2010
October 18, 2021

Deretan Film Terbaik Tora Sudiro Periode 2005-2010

Banyu Biru 
Film yang dirilis tahun 2005 ini dibintangi oleh Tora Sudiro dan Dian Sastrowardoyo. Keduanya merupakan aktor dan aktris Indonesia terlaris pada saat itu. Film yang disutradarai Teddy Soeriaatmadja ini bercerita tentang Banyu (Tora Sudiro) seorang pemuda yang bekerja sebagai pegawai layanan konsumen sebuah hypermarket. Ia tenggelam dalam rutinitasnya. Suatu kejadian yang ganjil menginspirasi Banyu untuk melakukan perjalanan, mencari jalan keluar atas masa lalunya yang selalu dibayangi peristiwa masa kecilnya.

Sumber foto: mubi.com

Perjalanan ini membawa Banyu bertemu dengan karakter-karakter yang tidak sengaja akan menuntunnya menuju jawaban yang selama ini ia cari. Mereka, yaitu Sula (Dian Sastrowardoyo), tetangga masa kecilnya; gadis peramal misterius (Ladya Cheryl), Arief (Oscar Lawalata); teman masa kecilnya yang unik, dan pegawai agen perjalanan yang lucu (Butet Kertaradjasa).

Nagabonar Jadi 2 
Film yang dirilis tahun 2007 ini merupakan sekuel dari salasatu  film Indonesia  terkenal, Naga Bonar yang dirilis tahun 1987 silam. Film yang dibintangi oleh Tora Sudiro dan Deddy Mizwar ini bercerita tentang hubungan Nagabonar dengan anaknya, Bonaga. Nagabonar yang nasionalis tidak mau menjual lahan miliknya kepada pengusaha Jepang meskipun ditawar dengan harga tinggi.

Sumber foto: citrasinema.co.id

Bonaga kemudian mengajak ayahnya ke Jakarta dan berusaha membujuknya. Pada akhirnya, Bonaga menyadari bahwa dirinya keliru dan membatalkan rencana penjualan lahan perkebunan sawit milik keluarganya tersebut. Film ini banyak menyinggung semangat nasionalisme dan kebangsaan khususnya di kalangan generasi muda. Film ini berhasil meraih penghargaan sebagai "Film Terbaik" dalam Festival Film Indonesia 2007 serta penghargaan "Movie of the Year" dari Guardians e-Awards. Film ini menjadi film terlaris tahun 2007 dan ditonton di bioskop oleh sekitar 2,4 Juta penonton

Quickie Express 
Film komedi dewasa ini kali pertama dirilis pada 22 November 2007. Film ini dibintangi Tora Sudiro, Amink, dan Lukman Sardi. Film ini juga merupakan debut dari aktris pendatang baru Sandra Dewi. Beberapa nama terkenal yang turut terlibat dalam film ini, antara lain Rudy Wowor, Tio Pakusadewo, Ira Maya Sopha, dan Ria Irawan. Film yang disutradarai Dimas Djayadiningrat ini menceritakan kisah tiga orang pemuda bernama Jojo (Tora Sudiro), Marley (Amink), dan Piktor (Lukman Sardi) yang berprofesi sebagai seorang gigolo.

Sumber foto: imdb.com

Jojo selalu bergonta-ganti pekerjaan dan menyadari bahwa dirinya bodoh dan tak berarti. Jojo tidak pernah lelah berusaha untuk bangkit, sampai akhirnya ia terpuruk menjadi pegawai di tukang tambal ban. Di sinilah Jojo secara tidak sengaja bertemu dengan seorang lelaki tua kaya raya yang menawarinya sebagai gigolo. Untuk menghindari protes terhadap usaha gigolo miliknya, lelaki tersebut menjalankan bisnisnya dengan kedok layanan pengantaran pizza bernama Quickie Express.

Jojo kemudian bergabung bersama dua rekannya, yakni Marley dan Piktor. Mereka bertiga kemudian harus menghadapi klien dengan sejumlah permintaan yang aneh dan menjadikan film ini menarik dan lucu. Ketiganya akhirnya menyadari mereka bisa memiliki uang banyak dari profesi tidak lazim yang dijalani mereka tersebut.

Tri Mas Getir 
Film bergenre komedi ini dirilis pada tahun 2008. Film yang disutradarai oleh Rako Prijanto ini dibintangi oleh Tora Sudiro, Indra Birowo, Vincent Rompies, Titi Kamal, Cut Mini Theo, Tino Saroengallo, dan Robby Tumewu. Film ini menceritakan Ciang Pek (Tora Sudiro) yang masih tinggal serumah dengan kakek Ong Ciang Lung. Kakek Ong Ciang Lung meminta Ciang Pek untuk meneruskan perguruan wushu miliknya, tetapi Ciang Pek justru memiliki impian menjadi bintang film laga.

Sumber foto: everypad.com

Karakter lainnya yaitu Sugeng (Indra Birowo) yang memiliki istri gemuk bernama Susi. Setiap hari Sugeng selalu pamit berangkat ke kantor padahal ia justru pergi ke perguruan wushu Ciang Pek karena ia sebenarnya telah dipecat dan takut dengan Susi. Sementara Ujang (Vincent Rompies) bersiap untuk berangkat casting, tapi ayahnya yang merupakan pengusaha rumah makan sukses justru menyuruhnya mengantarkan pesanan rendang ke perguruan wushu Ciang Pek.

Ketiganya berusaha mencari cara untuk mendapatkan uang demi membayar hutang kakek Ong Ciang. Mereka sepakat mencoba menculik artis ternama Katrina (Titi Kamal) untuk mendapatkan uang tebusan. Mereka bertiga tidak menyangka akan mendapatkan sejumlah pengalaman yang tidak pernah mereka kira sebelumnya.

AI