Share It
Berita Unik & Terkini

Mengenal Jenis-Jenis Kerusakan pada Ban
October 20, 2021

Mengenal Jenis-Jenis Kerusakan pada Ban

Ban merupakan elemen penting pada sebuah kendaraan bermotor. Kualitas ban yang baik turut menentukan kenyamanan dalam berkendara di jalan raya. Kondisi jalan yang sering rusak, seperti tidak rata dan berlubang, akhirnya secara tidak langsung turut mempengaruhi kondisi ban kendaraan. Ban Kendaraan menjadi lebih cepat rusak sehingga mengurangi kualitas serta berdampak pada kenyamanannya. Pemakaian dan perawatan yang salah juga turut mengakibatkan kerusakan pada ban kendaraan. Berikut beberapa jenis kerusakan pada ban kendaraan.

Tread cut penetration
Kerusakan ban akibat ban melindas benda tajam hingga menembus casing. Pencegahannya dengan hati-hati saat berkendara serta sesuaikan tekanan angin sesuai standar.

Cut burst
Ban melindas benda tajam hingga pecah. Pencegahannya dengan hati-hati saat berkendara serta sesuaikan tekanan angin sesuai standar.

Sumber foto: carcomplaints.com

Shock burst
Kerusakan akibat ban membentur benda keras hingga pecah. Pencegahannya dengan hati-hati saat berkendara di jalan rusak serta menyesuaikan tekanan angin sesuai standar.

Tread separation
Kerusakan yang disebabkan tekanan angin kurang serta beban dan kecepatan yang berlebih. Disarankan untuk menyesuaikan tekanan angin dengan beban dan kecepatan serta istirahat cukup setelah berkendara jarak jauh.

Tread cut separation
Kerusakan ban akibat tertusuk benda tajam sehingga lapisan karet ban dengan casing terpisah. Selain itu, proses penambalan ban yang tidak baik juga bisa menjadi penyebabnya. Disarankan untuk lebih hati-hati dalam berkendara.

Tread chipping
Kasar dalam berkendara, pemakaian tipe telapak ban yang salah, dan kondisi jalan berbatu tajam biasanya menjadi penyebab kerusakan ban ini. Pencegahannya dengan mengurangi kecepatan ketika melewati jalan berbatu dan tajam serta menyesuaikan tipe bandengan kondisi jalan.

Rib tear
Biasanya kerusakan ban ini diakibatkan terpotong benda tajam dan kasar dalam mengemudikan kendaraan. Pencegahannya dengan lebih berhati-hati melewati jalan rusak serta bahu jalan yang naik maupun turun.

Groove crack
Tekanan angin kurang, beban berlebih serta luka pada alur dan berekspansi merupakan penyebab kerusakan ban ini. Pencegahannya dengan memakai tekanan angin sesuai standar serta menghindari beban berlrbih pada kendaraan.

Flat running
Kerusakan ini disebabkan ban dijalankan dalam keadaan kempes. Akibatnya, casing ban akhirnya menjadi rusak. Untuk mencegah hal ini terjadi harus menjaga tekanan angin ban sesuai standar serta tidak menjalankan ban jika kurang angin.

Side cut penetration
Kerusakan ban ini disebabkan dinding samping ban terbentur benda tajam sehingga menembus bagian casing. Pencegahan kerusakan ban jenis ini bisa dilakukan dengan lebih selektif dan berhati-hati apabila melewati jalan dengan kondisi yang rusak. Selain itu, tekanan angin pada ban harus disesuaikan dengan ukuran yang standar.

Sumber foto: gotodobbs.com

Bleeding CBU
Kerusakan ban ini disebabkan apabila ban yang dijalankan dalam kondisi tekanan angin yang kurang. Sebagai langkah pencegahan, sesuaikan tekanan angin dengan bebab serta memekai selalu tutup pentil pada ban. Selain itu, dengan memeriksa tekanan angin secara berkala dapat membantu mencegah kerusakan Bleeding CBU.

Bead burst
Tekanan angin yang kurang, tromol rem macet, dan ukuran velg tidak standar seringkali menjadi penyebab utama kerusakan bead burst. Solusi pencegahannya cukup mudah, disarankan untuk selalu menjaga tekanan angin ban dan memakai ukuran velg yang sesuai standar. Selain itu, disarankan untuk rutin memeriksa kondisi rem secara berkala.

Bead CBU
Kerusakan ban ini disebabkan tekanan angin tinggi dan beban berlebih serta pemakaian ukuran velg yang tidak standar (biasanya lebih kecil). Upaya pencegahan bisa dilakukan dengan menjaga tekanan angin dan beban sesuai standar dan memakai velg ukuran standar.

Rim cut atau friction
Kerusakan ban ini disebabkan pemakaian ukuran dan ring velg yang tidak sesuai standar (sempit) atau bekas perbaikan yang berkarat. Penyebab lainnya bisa diakibatkan oleh tekanan angin yang kurang. Untuk mencegah kerusakan ini disarankan memilih velg ukuran standar, jangan memakai velg yang rusak, serta menyesuaikan tekanan angin sesuai ukuran standar.

Langkah perawatan ban
Untuk mencegah kerusakan pada ban kendaraan sangat disarankan untuk selalu rutin memeriksa kondisi ban sebelum berkendara. Selain memeriksa kondisi ban, pastikan untuk periksa tekanan angin pada ban secara berkala. Langkah lain yang perlu dilakukan dalam merawat ban kendaraan yakni dengan rutin melakukan proses keselarasan roda (spooring) serta rotasi ban secara berkala. Proses spooring dan rotasi ban sebaiknya dilakukan di bengkel khusus ban yang memiliki teknisi berpengalaman dan profesional.

Perlu diperhatikan juga terkait usia ban kendaraan. Usahakan jangan melebihi lima tahun karena dapat mengganggu kenyamanan serta berpotensi membahayakan keselamatan berkendara apabila usia ban sudah tua. Apabila ban kendaraan kita sudah halus maka harus cepat diganti. Dengan perawatan dan pemakaian ban yang baik maka dapat menghindari kerusakan pada ban kendaraan.

AI