Share It
Berita Unik & Terkini

Kematian Tokoh Ini Membuat Hitler Memilih Bunuh Diri
November 5, 2021

Kematian Tokoh Ini Membuat Hitler Memilih Bunuh Diri

Pemimpin Nazi Jerman, Adolf Hitler adalah tokoh sentral dalam Perang Dunia II khususnya di Eropa. Kekuasaan dan pengaruhnya yang dominan membuat tidak ada satu orang pun yang dapat mempengaruhi keputusan maupun tindakannya. Hitler tercatat baru terpengaruh dalam mengambil keputusan dan bertindak ketika mengetahui sahabatnya, Benito Mussolini tewas pada 28 April 1945. Siapakah Benito Mussolini?

Pria bernama lengkap Benito Amilcare Andrea Mussolini yang lahir pada 29 Juli 1883 tersebut adalah pemimpin Partai Fasis Nasional Italia yang juga pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Italia pada tahun 1922 hingga tahun 1943. Mussolini yang dijuluki “Duce” merupakan salasatu sekutu terdekat Hitler selama Perang Dunia II berlangsung.

Mussolini memiliki ambisi untuk mengembalikan kejayaan dan kekuasan Italia seperti pada masa kekaisaran Romawi kuno dengan menerapkan paham fasisme. Pada masa-masa awal kepemimpinannya, Italia banyak terlibat dalam sejumlah konflik internasional untuk memperluas pengaruh maupun wilayahnya di berbagai kawasan di Eropa maupun Afrika.

Sumber foto: reqnews.com

Pada saat awal Perang Dunia II berlangsung, Mussolini menyatakan Italia bersekutu dengan Jerman dan Jepang, dua negara yang dianggap pemicu terjadinya perang di Eropa dan Asia. Hubungan baik Mussolini dengan Hitler membuat Jerman yang kala itu masih unggul dalam Perang Dunia II kerap membantu Italia secara militer dalam mempertahankan wilayahnya. Sayangnya, invasi pasukan Sekutu ke Sisilia, Italia, membuat Mussolini mendapat mosi tidak percaya dari parlemen Italia. Raja Victor Emmanuel III pun memberhentikan dan memenjarakannya sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kesalahannya.

Mussolini dianggap bersalah dan gagal mempertahankan kedaulatan Italia serta justru membahayakan nasib seluruh masyarakat Italia akibat ambisi pribadinya. Raja Victor Emmanuel III bahkan memerintahkan pengganti Mussolini, Pietro Badoglio, untuk segera melakukan gencatan senjata dengan pasukan Sekutu.

Mengetahui sahabatnya kini ditahan, Hitler tidak tinggal diam. Pada 12 September 1943, Mussolini dibebaskan dari tempat penahanannya dalam operasi khusus pasukan terjun payung Jerman bersama komando Waffen-SS yang dipimpin oleh Mayor Otto-Harald Mors. Mussolini kemudian langsung diterbangkan langsung ke Jerman untuk menemui Hitler dua hari kemudian.

Hitler tentunya senang sahabatnya tersebut berhasil dibebaskan. Hitler yang sangat percaya dengan Mussolini kemudian menjadikannya sebagai pemimpin Republik Sosial Italia atau dikenal sebagai Republik Sal di wilayah Italia bagian utara. Sebuah tawaran yang sulit ditolak Mussolini yang memang ingin kembali berkuasa. Hitler berharap Mussolini dapat kembali memimpin secara penuh di Italia sehingga Jerman kembali mendapat dukungan dari Italia dalam Perang Dunia II. Pada kenyataannya, negara boneka bentukan Hitler dan Mussolini tersebut justru memicu konflik sipil di Italia.

Meskipun Hitler berjanji mendukung penuh Mussolini, tapi dukungan tersebut semakin berkurang pada awal tahun 1945. Hal ini tidak lepas akibat pasukan Jerman yang terus terdesak oleh pasukan Sekutu dan pasukan Uni Soviet yang semakin mendekati negara Jerman. Mussolini yang menyadari kekalahannya akhirnya mencoba melarikan diri ke Swiss bersama kekasihnya, Clara Petacci. Naas, mereka kemudian justru tertangkap oleh partisan komunis Italia.

Sumber foto: wnyc.org

Mussolini dan Clara Petacci kemudian dieksekuti mati pada 28 April 1945 di dekat Danau Como. Keesokan harinya, jenazah keduanya bersama jenazah anggota kelompok fasisme Italia lainnya digantung terbalik di kawasan Piazzale Loreto, Milan. Massa yang marah kemudian memukuli jenazahnya hingga dalam kondisi babak belur dan membiarkannya tergantung selama beberapa jam. Jenazah mereka akhirnya diturunkan oleh pasukan Amerika Serikat yang baru memasuki kota tersebut.

Berita kematian tragis serta perlakuan massa terhadap jenazah Mussolini akhirnya sampai ke bunker persembunyian Hitler di Berlin. Hitler sangat terpukul hingga akhirnya mempengaruhinya sebelum memutuskan untuk bunuh diri bersama kekasihnya, Eva Braun. Hitler menyatakan lebih memilih mati dibanding tubuhnya menjadi bulan-bulanan musuh terutama kaum Yahudi yang sangat dibencinya.

Dalam wasiatnya, Hitler berpesan agar jenazahnya dibakar dengan bensin agar tidak diketahui oleh musuh. Hitler sendiri diketahui bunuh diri pada 30 April 1945 dengan menembak dirinya sendirinya. Sementara Eva Braun, yang dinikahi Hitler sehari sebelumnya, bunuh diri terlebih dahulu dengan minum pil racun sianida.

AI