Share It
Berita Unik & Terkini

Kisah Ahli Keuangan yang Dipenjara 150 Tahun karena Menipu!
December 3, 2021

Kisah Ahli Keuangan yang Dipenjara 150 Tahun karena Menipu!

Mungkin kita sering membaca atau mendengar berita tentang perbuatan penipuan yang dilakukan seseorang yang merugikan banyak orang dan akhirnya dipenjara selama beberapa tahun atau paling lama 20 tahun. Ternyata sejarah mencatat pernah ada pelaku penipuan yang akibat perbuatannya akhirnya harus menerima kenyataan pahit, yakni dihukum penjara selama 150 tahun!

Peristiwa penipuan tersebut tentunya tidak terjadi di Indonesia melainkan di Amerika Serikat. Ironisnya pelaku penipuan tersebut bukan orang sembarangan melainkan orang yang selama bertahun-tahun dianggap memiliki reputasi baik dalam mengelola aset dan keuangan. Pelaku penipuan tersebut, yakni Bernard Lawrence Madoff. Pria kelahiran kota New York, 19 April 1938 tersebut tercatat melakukan aksi penipuan dengan skema ponzi terbesar dalam sejarah bahkan hingga saat ini.

Bernard Madoff sendiri pernah menjabat sebagai pemimpin Nasdaq, perusahaan yang dipercaya mengelola bursa saham di Amerika Serikat. Kemampuan analisis serta kejeliannya dalam mengelola keuangan dan investasi saham membuatnya cukup dikenal di kalangan industri finansial Amerika Serikat dan dunia. Dengan posisinya yang cukup berpengaruh tersebut membuat banyak orang yang akhirnya percaya dan mau menginvestasikan uang mereka di perusahaan pribadi miliknya, Bernard L. Madoff Investment Securities.

Sumber foto: ndtv.com

Aksi penipuan Bernard Madoff diduga mulai terjadi sejak awal tahun 1990-an. Bernard Madoff berhasil menipu ribuan investor kelas atas dengan nilai investasi yang ditanamkan mencapai milyaran dollar selama bertahun-tahun tanpa disadari oleh para investornya. Meskipun identitas kliennya dirahasiakan, tetapi sejumlah media menduga di antara klien Bernard Madoff tersebut merupakan tokoh-tokoh publik yang cukup dikenal dan berpengaruh di Amerika Serikat. Diperkirakan jumlah total dana investasi milik klien yang dikelola Bernard Madoff mencapai 65 milyar dollar, tetapi keberadaan dan status investasinya tidak pernah jelas.

Krisis keuangan global tahun 2008 akhirnya membuka permasalahan yang selama ini Bernard Madoff sembunyikan kepada investornya. Sejumlah kliennya yang merupakan investor besar meminta pengembalian uang mereka, tetapi Bernard Madoff selalu berdalih dan mencari alasan untuk menundanya. Akhirnya, mulai muncul kecurigaan karena uang mereka tidak dapat ditarik maupun dicairkan sehingga sejumlah media pun mulai melakukan investigasi terhadap bisnis yang dijalankan Bernard Madoff selama ini. Sorotan tajam pun ditujukan kepada Bernard Madoff dan beberapa anggota keluarganya yang terlibat dalam operasional Bernard L. Madoff Investment Securities.

Aparat dari Biro Federal Amerika Serikat (FBI) akhirnya turun tangan setelah putra Bernard Madoff, Mark dan Andrew mengatakan kepada FBI pada 10 Desember 2008 bahwa ayah mereka mengakui telah melakukan skema ponzi kepada seluruh kliennya,. Sebelumnya, Bernard Madoff memang sudah dicurigai melakukan praktek bisnis ilegal, tetapi belum ditemukan bukti yang kuat. Pada 11 Desember 2008, FBI menangkap Bernard Madoff atas tuduhan kejahatan sekuritas.

Sumber foto: forbes.com

Dalam persidangan Bernard Madoff mengakui seluruh perbuatannya menipu para kliennya. Mayoritas uang hasil penipuannya dipakai untuk gaya hidup mewah yang dijalaninya selama ini bersama dengan keluarganya. Pada 29 Juni 2009, Bernard Madoff kemudian dinyatakan bersalah atas 11 tuduhan federal dan dijatuhi vonis hukuman penjara selama 150 tahun. Belakangan pada tahun 2012, saudara Bernard Madoff, Peter Madoff, dipenjara selama 10 tahun karena turut terlibat aksi penipuan tersebut.

Tragisnya kedua putra Bernard Madoff yang menguak skandal penipuan kepada FBI meninggal dunia beberapa tahun kemudian. Mark memilih bunuh diri pada tahun 2010 karena frustasi berat akibat dampak kasus ayahnya terhadap keluarganya. Sementara Andrew meninggal dunia pada 3 September 2014 karena sakit. Bernard Madoff sendiri akhirnya tidak menyelesaikan masa hukuman 150 tahun penjara karena dirinya meninggal dunia pada 14 April 2021 karena komplikasi penyakit ginjal yang kronis.

AI