Share It
Berita Unik & Terkini

Deretan Konser Musik Lokal Berskala Internasional
December 1, 2021

Deretan Konser Musik Lokal Berskala Internasional

Indonesia punya begitu banyak festival musik yang luar biasa apiknya, baik dari segi pengemasan maupun pemilihan artis. Menariknya, sejak memasuki masa pandemi pada 2020, beberapa festival musik Indonesia ikut beradaptasi. Berawal mengundang para masyarakat untuk menyerbu satu tempat, sekarang festival bisa diakses secara virtual, atau dilihat melalui stasiun televisi nasional. Langkah tersebut merupakan bentuk pengabdian para pelaku festival musik untuk terus memberikan ruang ekspresi kepada musisi untuk menghibur audiensi.

Soundreanaline
Event pertama Soundrenaline digelar pada November 2002, berlangsung di area Parkir Timur Senayan, Jakarta. Setahun berselang, pihak penyelenggara kemudian menggelarnya di lima kota berbeda demi memenuhi animo pecinta musik live di Indonesia. Sempat vakum di tahun 2010, dan berpindah-pindah tempat, akhirnya Soundrenaline rutin menggelar event-nya di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali, sejak 2015 hingga 2019. Beberapa nama besar yang pernah datang, yaitu Limp Bizkit, Dashboard Confessional, Mew, dan JET.

Event 1 - Soundranaline
Sumber foto: whiteboard.com

Java Jazz Festival
Diinisiasi oleh Peter F. Gontha, Java Jazz sampai saat ini bisa dianggap sebagai salasatu festival jazz terbesar di Indonesia. Digelar perdana pada 5-7 Maret 2005 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta. Edisi pertama JJF menampilkan 25 musisi luar sekaligus 63 musisi Indonesia.

Beberapa nama besar yang pernah tampil di special show JJF adalah James Brown, Incognito, Santana, Toto, Jamie Cullum, Chaka Khan, Tower of Power, Al Jarreau, dan Jason Mraz. Artis yang tampil di special show biasanya yang sudah melegenda, atau sedang sangat booming di pasar musik global.

Synchronize
Event ini merupakan wujud transformasi yang dilakukan sekelompok anak muda, yang pada saat itu baru menggelar event musik elektronik berskala kecil. Barulah, sembilan tahun kemudian (Februari 2009), event ini berubah format menjadi festival berformat tiga hari di Plaza Indonesia Entertainment X’nter.

Event 3 - Synchronize FestSumber foto: gilanada.com

Sejak 2016, festival musik ini selalu digelar di Gambir Expo, Kemayoran. Namun, adanya pandemi pada 2020 membuat Synchronize harus melakukan terobosan, yakni berpartner dengan stasiun televisi nasional (SCTV) untuk menyiarkannya secara langsung. Musisi dangdut bahkan pernah menjadi headliner. Salasatu yang paling memorable, yaitu Soneta Grup, orkes dangdut milik Rhoma Irama yang tampil pada edisi 2016 dan 2018.

We The Fest
Kali pertama diselenggarakan oleh Ismaya LIve sejak 2014, We The Fest (WTF) kini menjelma sebagai festival musik yang mendunia. Dengan mengusung tema festival musim panas, event ini membawa kehidupan lain, seperti seni kontemporer nonmusik, fashion, dan kuliner.

Event 4 - We The FestSumber foto: bandwagon.asia

We The Fest pun memberikan yang terbaik untuk para pengunjung dengan dekorasi yang Instagrammable di antara JIEXPo Kemayoran dan Parkir Timur Senayan. Performer yang "mampir" umumnya bergenre hip-hop, indie, pop, rock, dan EDM. Event ini berhasil mendatangkan musisi top dunia, seperti The Kooks, Dua Lipa, SZA, The 1975, Anne-Marie, Honne, dan Lorde. Meski ikut terkena dampak pandemi pada 2020, WTF bahkan tetap berlangsung secara virtual.

The 90’s Festival
Bagi kalian yang senang dengan musik dan lifestyle oldies, festival yang satu ini harus masuk dalam list berkunjung. Lebih spesifik dari Synchronize Fest, festival ini menyasar pangsa pasar yang sudah berumur 30-an, atau tepatnya para pendengar musik era tahun 90-an.

Event 5 - 90s FestivalSumber foto: liputan6.com

Festival ini bisa dibilang sebagai reuni, sebab beberapa legenda bisa kembali bertemu. Legenda musik yang disajikan 90’s Festival berasal dari berbagai penjuru dunia. Mereka sempat mengundang Michael Learns to Rock, serta musisi lokal, seperti Dewa 19 dan Fariz RM. Konsep nostalgia kian kental karena 90’s Festival tidak hanya hadirkan pentas musik tapi juga area booth pernak-pernik yang hits di era 90-an serta game.

Hammersonic
Merupakan event musik terbaik untuk para metalhead di seluruh Indonesia. Event ini selalu mengundang roster metal kenamaan setiap tahunnya, baik itu dari dalam maupun luar negeri, seperti Bullet for My Valentine, Hatebreed, Megadeth, dan Lamb of God.

Event 6 - HammersonicSumber foto: medium.com

Dengan perkembangan dan konsistensinya, Hammersonic telah berkembang menjadi festival musik metal terbesar di Asia Tenggara. ‘Ibadah’ konser metalhead ini selalu dikunjungi minimal 20.000 pasang mata tiap tahunnya. Memilih lokasi serupa seperti yang dilakukan DWP, yaitu Pantai Carnaval Ancol, Jakarta.

DJAKARTA WAREHOUSE PROJECT
Festival EDM (Electronic Dance Music) terbesar di Asia Tenggara ini tak pernah absen menghadirkan musisi EDM terkenal; entah itu nasional ataupun Internasional. Cikal bakal DWP hadir pada 2008, kala itu dengan nama Blowfish Warehouse Project. Event tersebut mendapatkan atensi luar biasa, dimana ada 5.000 penikmat musik EDM yang hadir ke Blowfish. Tahun 2010 terkendala venue dan akhirnya pihak penyelenggara memindahkan venue ke Pantai Carnaval Ancol, sekaligus berganti nama menjadi Djakarta Warehouse Project (DWP).

Event 7 - Djakarta Warehouse Project
Sumber foto: djmagasia.com

Beberapa nama besar yang pernah manggung di sini, yaitu Alesso, Avicii, David Guetta, Madeon, Flight Facilities, Martin Solveig, Skrillex, Zedd, hingga The Weeknd. Ada juga roster lokal yang pernah ikut serta, seperti Winky Wiryawan, Angger Dimas, dan Dipha Barus.

Dari sekian banyak contoh di atas, manakah yang menjadi favoritmu? Ataukah kamu punya festival musik lain yang belum disebut di sini?

RA