Share It
Berita Unik & Terkini

Inilah Album Rock dengan Biaya Produksi Termahal Sepanjang Masa
December 5, 2021

Inilah Album Rock dengan Biaya Produksi Termahal Sepanjang Masa

Tahukah kamu album musik rock termahal yang pernah diproduksi sepanjang sejarah? Jawabannya, yakni album Chinese Democracy milik grup musik hard rock asal Amerika Serikat, Guns N' Roses atau sering disingkat menjadi G'N'R. Biaya produksi album Chinese Democracy, yang merupakan album studio keenam GNR tersebut, mencapai total $ 13 juta Dolar. Tidak hanya itu saja, album tersebut membutuhkan waktu total selama hampir sepuluh tahun untuk proses produksi hingga proses pemasarannya.

Awalnya, album Chinese Democracy direncanakan dan dipersiapkan sebagai lanjutan album GNR sebelumnya, The Spaghetti Incident? yang dirilis pada tahun 1993. Album Chinese Democracy adalah album pertama GNR dari materi studio asli sejak album Use Your Illusion I and II dirilis pada tahun 1991. Album ini juga merupakan album pertama mereka yang tidak diproduseri lagi oleh produser legendaris Mike Clink yang dikenal memproduseri sejumlah grup musik rock ternama, seperti Whitesnake dan Megadeth. Sebaliknya, album Chinese Democracy ini justru diproduseri langsung oleh vokalis GNR, Axl Rose bersama dengan Caram Costanzo.

GNR sendiri merupakan band hard rock terkenal dan populer di seluruh dunia pada pertengahan tahun 1980-an hingga awal tahun 1990-an, Album perdana GNR, Appetite for Destruction yang dirilis tahun 1987 sukses di pasaran dan berhasil menempati peringkat pertama pada tangga lagu Billboard 200. Kesuksesan grup musik asal Los Angeles tersebut juga diikuti dengan serangkaian tur konser yang selalu disesaki oleh penggemar mereka. Puncak kesuksesan GNR terjadi pada tahun 1991 ketika album mereka Use Your Illusion I & II menjadi fenomena musik saat itu.

Beberapa hits legendaris milik GNR terdapat dalam album tersebut, seperti "Don’t Cry", "November Rain", "Live and Let Die", "Knockin on Heaven’s Door". Bahkan salasatu lagu GNR, "You Could Be Mine" terpilih menjadi soundtrack film Terminator 2: Judgement Day yang dibintangi Arnold Schwarzenegger. Film tersebut merupakan salasatu film paling terkenal pada tahun 1990-an. Lagu GNR tersebut turut membantu promosi film tersebut hingga akhirnya meraih box office yang cukup besar pada masanya.

Kesuksesan GNR pada awal tahun 1990-an ternyata justru menimbulkan konflik internal dan perselisihan di antara para personilnya. Sejumlah personil GNR akhirnya memilih hengkang termasuk salasatu di antaranya Slash, gitaris yang dianggap merupakan ikon GNR. Akhirnya, personil GNR yang tersisa hanya Axl Rose (vokalis) dan Dizzy Reed (Keyboardis). Rencana produsi album Chinese Democracy pun semakin tidak jelas kelanjutannya.

Sumber foto: rockcelebrities.net

Pada tahun 1997, Axl Rose dan Dizzy Reed sepakat untuk memulai pengerjaan album Chinese Democracy dengan dibantu sejumlah musisi rock ternama. Awalnya, mereka memperkirakan album ini bisa dirilis pada tahun 1999, tetapi ternyata meleset jauh dari perkiraan. Meskipun lusinan lagu berhasil direkam, tetapi album tersebut tidak kunjung dirilis. Axl Rose merasa belum menemukan komposisi musik yang tepat dalam lagu-lagu tersebut.

Sejumlah pengamat musik menganggap Axl Rose terlalu perfeksionis sehingga produksi album ini menjadi sangat lama. Akhirnya, seluruh materi album ini direkam ulang pada tahun 2000. Tercatat secara keseluruhan setidaknya proses produksi album Chinese Democracy melibatkan belasan musisi, yakni dua orang vokalis, lima orang gitaris, dua orang drummer, dua orang keyboardis, dan satu orang bassis. Mantan vokalis grup musik rock Skid Row, Sebastian Bach bahkan turut terlibat dan mengisi suara dalam lagu berjudul "Sorry".

Sumber foto: pinterest.fr

Album Chinese Democracy akhirnya dirilis pada November 2008 dan sempat dibayangi oleh sengketa hukum dan beberapa materi lagunya juga sempat bocor di internet. Album yang terdiri dari empat belas lagu dan mengandalkan single berjudul "Chinese Democracy" tersebut sempat menempati posisi ketiga pada tangga lagu Billboard 200 dan meraih penghargaan platinum. Meskipun mendapat respons yang baik dari penggemar GNR dan pengamat musik, penjualan album ini ternyata tidak terlalu sukses di Amerika Serikat. Sebaliknya, penjualan di Eropa dan negara-negara lainnya justru cukup baik.

AI